suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

"Begal Cewek" Bersama 7 Temannya Rampas Motor dan HP Korbannya, Alvin, Zainal dan Purwanto Dituntut 3 Tahun, Dyah 2 Tahun Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Dyah Ayu Aries Tia Putri ( begal cewek) dan terdakwa Alvin Varu, Zainal Arifin dan Purwanto, menjalani sidang agenda tuntutan diruang Garuda 1,PN.Surabaya,Selasa (27/09/2022).
Foto: Terdakwa Dyah Ayu Aries Tia Putri ( begal cewek) dan terdakwa Alvin Varu, Zainal Arifin dan Purwanto, menjalani sidang agenda tuntutan diruang Garuda 1,PN.Surabaya,Selasa (27/09/2022).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Dyah Ayu Aries Tia Putri bersama tujuh teman prianya membegal pengendara dua sepeda motor yang melintas di Jalan Raya Ngagel Jaya Selatan. Empat temannya berhasil kabur. Tiga lainnya, masing-masing Alvin Varuq Pramudika, Zainal Arifin dan Purwanto tertangkap bersamanya. 

Dalam agenda tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Suwarti , menggantikan jaksa Febrian Dirgantara dari Kejari Surabaya, menyatakan para terdakwa terbukti melakukan tindak pidana "telah mengambil suatu barang, kepunyaan orang lain, maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, didahului dengan kekerasan, ancaman kekerasan, dengan maksud untuk mempersiapkan mempermudah pencurian." 

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHP.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Alvin Varuq Pramudika, Zainal Arifin dan Purwanto dengan pidana penjara selama 3 tahun, dan terhadap terdakwa Dyah Ayu Aries Tia Putri dengan pidana penjara 2 tahun,

Dikurangkan seluruhnya selama dalam tahanan, dan menyatakan para terdakwa tetap ditahan, Selasa (27/09/2022).

Terhadap tuntutan jaksa, para terdakwa memohon keringanan hukuman,

" Kami memohon keringanan hukuman yang mulia," ujar para terdakwa hampir bersamaan.

Hakim Sutarno menunda sidang pada Selasa pekan depan, dengan agenda putusan.

Ketika itu, pada 23 Juni 2022 pukul 01.38 M.Fajar Juvianto bersama M.Alif Al Qorni dengan teman lainnya yang mengendarai sepeda motor berbeda melintas beriringan di Jalan Raya Ngagel Jaya Selatan. Dyah Ayu dan ketujuh temannya kemudian memepet dua sepeda motor korban. 

"Ada empat sepeda motor. Yang satu sepeda motor mengejar sepeda motor temannya dan lolos. Tiga sepeda motor lain memepet saya," kata Fajar saat bersaksi untuk terdakwa Dyah Ayu dkk.

Satu motor memepet sepeda motor Fajar dari kiri, satu motor dari belakang dan satu lagi motor menghalangi di depan. "Yang cewek (Dyah Ayu) memepet di belakang," ungkapnya.

Prasetya Yudha, salah satu pelaku yang membonceng terdakwa Dyah Ayu menabrakkan sepeda motor Fajar hingga terjatuh.

"Sewaktu jatuh. Saya dan teman saya dipukuli sampai tidak sadar. Motor sama HP punya Alif diambil," katanya.

Sementara itu, Dyah yang dibonceng Prasetya mengaku bahwa sepeda motor yang ditumpanginya menabrak sepeda motor korban hingga terjatuh. "Yang ambil HP rekan saya, Prasetya. Sekarang masih DPO (daftar pencarian orang)," kata Dyah saat diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan.

Prasetya juga yang memukul kedua korban. Sedangkan yang ambil motor terdakwa Zainal. Namun, belum sempat menjual barang rampasan, keempat terdakwa sudah lebih dulu ditangkap polisi.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper