suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kendalikan Peredaran Narkoba Dalam Lapas Sidoarjo, Iwan, Ario dan Nurul Terancam Hukuman 20 Tahun

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Napi Moch.Iwan, Ario Dwi Nugroho dan Nurul Mahmuda, menjalani sidang dakwaan dan saksi penangkap, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, Selasa (18/10/2022).
Foto: Terdakwa Napi Moch.Iwan, Ario Dwi Nugroho dan Nurul Mahmuda, menjalani sidang dakwaan dan saksi penangkap, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, Selasa (18/10/2022).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara penyalahgunaan narkotika jenis sabu seberat 100 gram dan 50 gram, telah diedarkan dan dijual melalui perantara napi yang sedang mendekam di lapas Sidoarjo yakni Moch.Iwan ( berkas terpisah) dan dibantu dengan dua terdakwa lainnya yakni Ario Dwi Nugroho sebagai penjual sabu dan terdakwa Nurul Mahmuda bagian pemegang uang penjualan sabu ( berkas terpisah).Dipimpin hakim Suswanti, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, Selasa (18/10/2022).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Uwais Daffa I Qorni, menyatakan para terdakwa Moch.Iwan, Ario Dwi Nugraha dan Nurul Mahmuda melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu,

"tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram,"

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam agenda saksi penangkap, Saksi Bambang Agus dan saksi I Made Paenada Sharma anggota Kepolisian Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, jalan Ngagel Madya V/22 Gubeng Surabaya sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat pada hari Kamis Tanggal 28 Juli 2022 sekira jam 14.00 wib bertempat di Jl.Tempel Sukorejo Gg.IV Surabaya langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa Ario Dwi Nugroho, dan penggeledahan ditemukan 1 poket sabu dalam tas caklong, dan dilakukan penggeledahan dirumah terdakwa jalan pandegiling 328, Kel.Wonorejo Kec.Tegalsari Surabaya didapatkan 5 poket , dan didalam rumah terdapat 6 poket.

Ditambahkan oleh saksi, barang turun awalnya 1 ons (100 gram) yang beli Napi Iwan, beli di Bekasi, berikutnya beli di Mojokerto sebanyak 50 gram, pergram harga 800 ribu.

Diketahui, Moch.Iwan napi lapas kelas IIA Sidoarjo ( berkas terpisah), Nurul Mahmuda ( berkas terpisah ) menyiapkan 1 HP Realme dan 1 HP Oppo, melalui tedakwa Ario Dwi Nugroho, untuk diberikan ke Napi Iwan sebagai sarana transaksi jual beli sabu kepada Hendrik (DPO) pelanggan setia Iwan.

Selanjutnya jumat 22 Juni 2022 jam 3 sore, Moch Iwan menghungi Hendrik untuk membeli sabu sebanyak 50 gram, harga 800 ribu pergram. Dengan cara transfer ke ATM BCA Nurul Mahmuda. Kemudian terdakwa Ario Dwi Nugroho diperintahkan Iwan untuk mengambil ranjauan sabu di daerah Mojosari-Mojokerto.

Setelah mendapat barang, oleh terdakwa Ario sabu 50 gram dibagi menjadi 2 poket (20 gram dan 30 gram) untuk diberikan kepada pelanggan napi Iwan. Selanjutnya Selasa tanggal 23 Juli 2022 jam 19.00 Wib , Napi Iwan kembali.membeli sabu kepada Hendrik (DPO) seberat 30 gram, 800 ribu pergram.Oleh Ario sabu pesanan diambil di sekitar bawah pot bunga Jl.Tengku Umar Surabaya.Dan dibagi menjadi 2 poket (10 gram dan 20 gram).

Keuntungan tedakwa Ario mendapat 100 ribu dari setiap 1/4 gramnya.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper