suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Persoalkan murid pakai motor ke sekolah, Warga Lamongan kirim aduan ke Pusat

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Lamongan, suara-publik.com - Kesadaran masyarakat untuk mengawasi kinerja lembaga maupun instansi di daerah makin meningkat, Seperti yang terjadi diKecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Warga setempat menanyakan terkait sekolah SMP Negeri 1 Kedungpring yang membiarkan Murid nya membawa motor ke sekolah, mirisnya pihak sekolah juga menyediakan lahan parkir untuk motor murid. 

Dalam laporan tertulis secara online ke pusat, mereka menanyakan kredibilitas sekolah yang tidak mencegah Pelajar Smp naik Motor ke Sekolah. 

"Setiap hari saya melihat sendiri sekolah negeri ini yaitu SMPN 1 kedungpring, Lamongan yang memberikan area sekolahnya untuk dijadikan parkir untuk pelajar yang berkendara sepeda motor. parahnya lagi pelajar tersebut tidak safety riding yaitu tidak pakai helm." Ungkapnya dalam aduan tertulis tanggal 19 Oktober 2022.

Pengadu menjelaskan jika secara hukum formal yaitu peraturan tersebut tertuang dalam pasal 281 dan 290 undang-undang no. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. maka jelas sekali bahwa remaja belum 17 tahun dilarang membuat sim tidak memakai helm, 

"apalagi ini dapat fasilitas oleh sekolah yang jelas-jelas salah. andaikan ini sebuah kebijakan dari sekolah maka jelas sekali sekolah tersebut tidak bijak dan tidak paham risiko dikemudian hari atau waktu dewasa nantinya, bahwa tidak masalah berbuat salah." Sambungnya. 

Dirinya mengaku sudah beberapa kali melaporkan hal ini namun tidak ada tindakan, 

"saya melaporkan untuk kali keduanya yang sebelumnya saya laporkan hal yang sama hanya beda sekolah namun tidak ada tindak lanjut, apakah laporan kedua akan sama? " Pungkasnya. 

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Kedungpring, Sri Wahjuni saat dikonfirmasi, jumat (21/10) mengakatak jika terkait siswa yg bawa motor ke sekolah merupakan kewenangan dan tanggungjawab kepolisian dalam hal ini, 

"Ini kan yang berhak melarang pihak kepolisian, ini tanggungjawab kepolisian kita pihak sekolah ini serba salah soalnya tempat siswa siswi ini jauh tidak ada transportasi," Ungkap Sri Wahyuni.

Saat disinggung terkait solusi siswa seharusnya bawa sepeda angin, Sri Wahjuni mengatakan jika siswa siswi nya jelas terlalu payah untuk berangkat ke Sekolah karena jaraknya jauh. 

"Jauh mas kadang siswa juga terlalu payah kalau harus pakai sepeda pancal itu," Pungkasnya. 

Meski begitu Dirinya menganggap seluruh sekolah di lamongan mengalami dan melakukan hal yang sama, "Tidak sekolah sini saja, kalau mau adil seluruh sekolah di lamongan juga melakukan hal yang sama mas, " Pungkasnya. (Why)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper