suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

TERBUKTI TERIMA SUAP, HAKIM ITONG ISNAENI DIHUKUM 5 TAHUN BUI, DAN DENDA Rp.300 JUTA. "LANGSUNG NYATAKAN BANDING"

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa hakim itong isnaeni hidayat, menjalani sidang agenda putusan Hakim, di Pengadilan Tipikor, Juanda Surabaya.
Foto: Terdakwa hakim itong isnaeni hidayat, menjalani sidang agenda putusan Hakim, di Pengadilan Tipikor, Juanda Surabaya.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Majelis hakim yang diketuai Tongani akhirnya menjatuhkan vonis pidana penjara selama lima tahun kepada Itong Isnaeni Hidayat, hakim non aktif Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menyatakan terdakwa Itong Isnaini Hidayat terbukti menerima suap dalam perkara pembubaran PT Soyu Giri Primedika (SGP).

Dalam amar putusannya Hakim Tongani menyatakan bahwa terdakwa Itong Isnaeni Hidayat terbukti secara sah dan meyakinkan a diatur dan diancam pidana melanggar dalam Pasal 12 huruf c UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan alternatif pertama dan kumulatif kedua.

Menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun,” katanya di ruang sidang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Selasa (25/10).

Selain hukuman badan, terdakwa Itong Isnaini juga diwajibkan membayar denda senilai Rp 300 Juta.

“Dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti kurangan penjara selama 6 bulan,” tegas Hakim Tongani saat membacakan amar putusan.

Bukan hanya itu saja, terdakwa Itong Isnaini juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp390 juta. Jika tidak dibayar diganti dengan kurungan penjara selama 6 bulan.

Adapun pertimbangan yang memberatkan perbuatan hakim Itong sebagai penegak hukum dianggap telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Dan hal yang meringankan terdakwa tidak pernah dihukum dan sopan selama persidangan.

Menyikapi utusan ini, penasihat hukum terdakwa Itong Isnaini yakni Mulyadi langsung menyatakan sikap Banding. Sementara Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menyatakan sikap alias pikir-pikir.

Putusan terhadap hakim Itong Isnaini ini lebih ringan dari tuntutan JPU KPK berupa pidana 7 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidair 6 bulan kurungan serta uang pengganti senilai Rp390 juta jika tidak dibayar diganti kurungan selama 1 tahun.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan hakim Itong bersama Panitera Pengganti M Hamdan sebagai tersangka suap penanganan perkara yang disidangkan di Pengadilan Niaga pada PN Surabaya. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan seorang pengacara sebagai tersangka pemberi suap.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper