suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gelapkan Uang Perusahaan Rp. 128,1 Juta, Branch Manager PT. HMS Gusti Putra Dituntut 18 Bulan Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Gusti Putra Dimaz, menjalani sidang agenda tuntutan JPU , diruang Kartika 2 PN.Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Gusti Putra Dimaz, menjalani sidang agenda tuntutan JPU , diruang Kartika 2 PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Branch Manager PT Hyper Mega Shipping Gusti Putra Dimaz didakwa menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja. Terdakwa Gusti menggunakan uang petty cash dan temporary payment untuk kepentingan pribadinya.

Jaksa penuntut umum Sulfikar dari Kejari Tanjung Perak dalam dakwaannya menyatakan, terdakwa dengan jabatannya itu diberi kewenangan untuk mengawasi seluruh kegiatan operasional, mencari dan menjaga hubungan baik dengan customer serta mengawasi keuangan perusahaan di PT Hyper Mega Shipping kantor cabang Surabaya, di Pantai Mentari Blok J/ Kenjeran Surabaya,

Kewenangan yang diberikan namun disalahgunakan untuk menggelapkan uang perusahaan.

Menurut jaksa, terdakwa Gusti meminta kasbon uang temporary payment dan uang petty cash kepada karyawannya, Cristian Frits Carel Kansi. Permintaan kasbon itu diteruskan Cristian ke kantor pusat PT Hyper Mega Shipping. Ja'fae Shadiq sebagai akunting perusahaan memproses permintaan kasbon tersebut.

Setelah itu, kasbon cair dengan ditransfer ke rekening terdakwa. Namun, hanya senilai Rp 21,9 juta yang ditransfer terdakwa Gusti ke rekening terdakwa untuk digunakan kepentingan operasinal perusahaan ekspedisi laut itu. Uang itu digunakan untuk pengurusan custom clearens hingga pembayaran pembatalan muatan kargo. 

Sisanya senilai Rp 128,1 juta yang masuk ke rekening terdakwa tidak jelas peruntukannya. Uang itu yang menurut jaksa digelapkan oleh terdakwa. "Terdakwa telah mempergunakan uang PT Hyper Mega Shipping tidak sebagaimana mestinya dengan menggunakannya untuk kepentingan pribadinya," jelas jaksa Sulfikar dalam dakwaannya.

Jaksa Diah Ratri Hapsari yang menggantikan Sulfikar dalam persidangan menuntut terdakwa Gusti pidana 1,5 tahun penjara. Gusti dianggap bersalah memanfaatkan jabatannya sebagai branch manager untuk menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja.

"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana " Penggelapan " Sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 374 KUHP," kata jaksa Ratri saat menbacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya,Kamis (27/10).

Sementara itu, terdakwa Gusti akan menanggapi tuntutan jaksa dengan menyampaikan pembelaan dalam sidang pekan depan. "Mohon waktu untuk pembelaan, Yang Mulia," ujar Gusti kepada majelis hakim yang dipimpin Gunawan Tri Budiono, dalam sidang secara online.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper