suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum PMH, AJB Nomer 267 Dari Notaris Dwi Siswanto, SH Patut Dipersoalkan

avatar suara-publik.com
Foto: Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan pengugat Badrus Sholeh dan tergugat Hendra Thiemailattu
Foto: Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan pengugat Badrus Sholeh dan tergugat Hendra Thiemailattu
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang lanjutan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan pengugat Badrus Sholeh dan tergugat Hendra Thiemailattu dengan agenda keterangan saksi dari pengugat di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Namun dari Pihak tergugat tidak menghadirkan saksi, sehingga sidang ditunda minggu depan dengan agenda kesimpulan.

Mas'ud selaku kuasa hukum dari penggugat mengatakan bahwa, dari pihak tergugat (Hendra Thiemailattu) yang mana dalam sidang sebelumnya akan menghadirkan saksi, namun tidak dihadirkan sehingga sidang dilanjutkan kesimpulan minggu depan.

" Sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda kesimpulan," kata Mas'ud, selepas sidang di PN Surabaya, Rabu (02/11).

Ia menambahkan perkara ini bermula adanya Ikatan Jual Beli (IJB) yang dibuat oleh Notaris Setyojadi antara pengugat dan tergugat dan anehnya timbul Akta Jual Beli (AJB) yang dibuat oleh Notaris Dwi Siswanto, SH, tanpa sepengetahuan dari pihak pengugat. Padahal harusnya untuk pembuatan AJB di Notaris yang lama bukan yang baru. Sehingga terjadi peralihan dari AJB meningkat ke SHM atas nama Hendra Thiemailattu.

"Pembuatan AJB tersebut tanpa diketahui oleh penggugat," tambahnya.

Sementara kuasa hukum Hendra Thiemailattu (tergugat) Ben Badjon saat dikonfirmasi oleh awak media terkait persidangan belum dapat membarikan penjelasan.

Diketahui berdasarkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan pengugat Badrus Sholeh dan tergugat Hendra Thiemailattu, Dalam gugutannya Badrus meminta Akta Jual-Beli No: 267 tanggal 22 Juni 2021 oleh Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah Dwi Siswanto, SH tidak berkekuatan Hukum mengikat dan batal demi Hukum dan menyatakan perbuatan Tergugat dalam melakukan perubahan nama Sertipikat Hak Milik No: 1822 atas nama Hendra Thiemailattu dengan dasar Akta Jual Beli No:267 tanggal 22 Juni 2021 adalah Perbuatan Melanggar Hukum.

Serta menghukum Tergugat untuk membayar kerugian Materiil dan Immateriil sebesar Rp. 3 miliar kepada Penggugat yang harus dibayarkan maksimal 14 hari setelah Putusan Pengadilan Negeri Surabaya berkekuatan Hukum tetap atau Inkracht, jika terlambat membayar kewajiban hukuman maka didenda Rp. 3 juta.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper