suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Emosi Kaca Mobilnya Dilempar Telur, Aksi Kejar-Kejaran Mobil Terdakwa Clifton Dengan Mobil Christopher, Berakhir Nyasar Ke Trotoar Tabrak Pohon, Dua Meninggal D

avatar suara-publik.com
Foto atas: Terdakwa Clifton Leonard Cahyono, Menjalani sidang agenda saksi, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online. Foto bawah: Lima orang Saksi dihadirkan JPU dipersidangan.
Foto atas: Terdakwa Clifton Leonard Cahyono, Menjalani sidang agenda saksi, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online. Foto bawah: Lima orang Saksi dihadirkan JPU dipersidangan.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana tentang Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas), yang mengakibatkan korban dua orang meninggal dunia, dengan terdakwa Clifton Leonard Cahyono (19), mengendarai mobil cara ugal- ugalan, berakibat mobil Yaris No.Pol P 1127 WH, milik terdakwa menabrak mobil Honda City L 1971 NB, milik korban, hingga naik ke trotoar dan menabrak pohon di depan toko baju SI-SE-SA Jalan Diponegoro Surabaya, Pada hari Sabtu13 Agustus 2022, jam 03.40 wib, diruang Garuda 2 PN.Surabaya.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU Suparlan bahwa terdakwa Clifton Leonard Cahyono, telah "dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara yang membahayakan baik nyawa atau barang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas mengakibatkan orang lain meninggal dunia."

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 311 ayat (5) UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Jaksa menghadirkan lima orang Saksi dipeesidangan, yakni, Iskil ahli dari Dinas Perhubungan Propinsi Jatim, Supar polisi lalu lintas, Pamungkas supir ambulance, Didik supir ambulance dan Jeremiah Axell Tanoto teman terdakwa di didalam mobil Yaris.

100%100%

Axell menerangkan kalau dirinya ikut didalam mobil terdakwa Clifton dari Siwalankerto mau ke grand city, berhenti di lampu merah perempatan jalan Ir Soekarno – jalan Raya Kertajaya, tiba- tiba dilempar telur oleh mobil disebelah sambil ngacungkan jari tengah dan berteriak kata " Cok".Rabu (9/11).

" mobil clifton dilempar telur kena kaca pintu kiri, oleh mobil mobil Honda city disebelah kita, sambil acungkan jari tengah, waktu lampu hijau mereka lurus, Clifton mengejar mobil itu, sampai akhirnya mobil clifton nabrak mobil Honda city, naik trotoar dan nabrak pohon." Terang Axell.

Saksi Supar anggota Polantas, mengatakan jika dirinya saat piket di pos dukuh pakis, setelah dapat laporan adanya laka, langsung ke TKP kecelakaan,

" Saya waktu piket, mendapat laporan ada laka, segera ke TKP, cuma ada mobil nabrak pohon, korbannya sudah dibawa ke RS," kata saksi.

Kedua saksi lainnya, merupakan supir ambulance yang membawa korban ke RS Dr.Soetomo, yakni saksi pamungkas dan saksi Didik,

Keduanya hampir sama keterangannya, yaitu setelah saksi mendapatkan telpon adanya kecelakaan, dan di butuhkan membawa korban di TKP,

" kami masing- masing bawa satu korban yang mulia,kondisi di TKP sangat prihatin, kami perhatikan semuanya dalam keadaan tidak sadar, dan ada yang.meninggal ditempat," ujar saksi pamungkas.

Dipersidangan Jaksa Suparlan menunjukan hasil rekaman CCTV yang diambil oleh kepolisian, sejak msih di lampu merah jalan Soekarno, sampai di jalan Diponegoro tempat laka terjadi.

Diketahui, saat di lampu traffic light perempatan jalan Ir Soekarno – jalan Raya Kertajaya Indah Surabaya, mobil Yaris No.Pol P 1127 WH, dikemudikan terdakwa Clifton bersama saksi Jeremiah Axell Tanoto yang duduk disebelah, berhenti di lajur kanan tujuan belok kanan ke arah ITS Surabaya.

Disamping mobil terdakwa berhenti mobil Honda city L 1971 NB, dikendarai saksi Christopher Candra berpenumpang saksi Michael Angwen duduk disebelah, saksi Carlos Bryan duduk kiri belakang, saksi William Soeharto duduk kanan belakang.

Tiba-tiba Michael Angwen dan Christopher Candra melempar telur kearah mobil terdakwa mengenai kaca pintu sebelah kiri, dan Christopher mengacungkan jari tengah ke mobil terdakwa, sambil berteriak " COK".

Kemudian mobil honda city berjalan lurus kearah jalan Ir.Soekarno kearah Utara. Karena terdakwa emosi, lalu mengejar mobil Honda City mulai Galaxy Mall hingga ke Jalan Darmo Surabaya, kemudian lewat depan DTC naik ke Layang Mayangkara, hingga simpang tiga Margorejo putar balik ke jalan Diponegoro.

Saat berada di lajur kanan mengikuti mobil Honda City terdakwa pindah ke lajur tengah untuk mendahului, karena ada mobil putih di depannya, terdakwa pindah ke lajur kiri untuk melewati mobil tersebut, dengan kecepatan 90 km/jam,

Setelah berhasil melewati mobil putih, terdakwa pindah ke lajur tengah melewati mobil Honda City.

Saat mobil terdakwa masuk ke lajur kanan, menabrak bagian samping mobil Honda City pintu kanan mobil Toyota Yaris mengenai roda depan kiri mobil Honda City, kemudian mengarahkan kemudi Mobil Yaris serong ke kanan, berakibat Honda City berbelok ke kanan hingga naik ke trotoar dan menabrak pohon.

Akibat perbuatan terdakwa yang sengaja mengemudikan mobil dengan cara membahayakan, saksi Christopher Candra dan Michael Angwen meninggal dunia.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper