suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tabrak Motor Hingga Bocah Berusia 5 Tahun Meninggal, Marcelino Dihukum 2 Bulan Penjara

avatar suara-publik.com
Foto:Terdakwa Marcelino Franciskus Anggana ( tidak ditahan), menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Kartika 2 PN.Surabaya.
Foto:Terdakwa Marcelino Franciskus Anggana ( tidak ditahan), menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Kartika 2 PN.Surabaya.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana Lalu Lintas yang mengakibatkan seorang balita meninggal dunia, dengan terdakwa Marcelino Franciskus Anggana anak dari Bonfasius Andreas, tidak ditahan, sidang digelar diruang Kartika 2 PN.Surabaya, secara offline.

Dalam agenda putusan yang dibacakan oleh hakim ketua,I Dewa Gede Suarditha. mengadili, menyatakan,Terdakwa Marcelino Fransiskus Anggana anak dari Bonifasius terbukti bersalah melakukan tindak pidana “karena kelalaiannya mengemudikan kendaraan bermotor yang mengakibatkan balita HJB (5) meninggal dunia”.

Sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa berupa pidana penjara selama 2 bulan.

Menyatakan barang bukti, 1 unit mobil Honda HRV PB-6118-ER;

1 lembar STNKB PB-6118-ER;

1 lembar SIM a.n. Marcelino Fransiskus Anggana, Dikembalikan ke terdakwa.

1 unit sepeda listrik;

1 lembar KTP an. Mona Rokah Istipariati dikembalikan kepada saksi Mona.

Hukuman Hakim sama ( conform) dengan tuntutan JPU Deddy Arisandi dari Kejari Surabaya, dengan pidana penjara 2 bulan.

Terhadap putusan hakim, terdakwa.menerima.

Pada saat keterangan saksi Polisi yang dibacakan oleh Jaksa mengatakan bahwa, kerena kelalaian dari terdakwa, mengemudikan mobil Honda HRV PB-6118-ER, pada saat ditikungan Perum Graha Family, Surabaya dekat rumahnya ambil jalur terlalu kanan (beda jalur) sehingga terjadi tabrakan (kecelakaan) antara mobil yang dikemudikan oleh terdakwa dengan sepada listrik yang dikendarai oleh Mona Rokah yang berboncengan dengan HJP yang masih berumur sekitar 5 tahun, pada tanggal 27, Juli 2022 sekitar pukul 15.45 wib.

Berawal saat terdakwa berniat menjemput temannya dengan mengemudikan Mobil Honda HRV PB-6118-ER, dari rumah terdakwa melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan sekitar 20 km/jam, kemudian pada jalan yang menikung, terdakwa kurang hati-hati sehingga mengambil jalur terlalu ke kanan pada jalan dua arah, sehingga menyebabkan bemper mobil depan bagian kanan milik terdakwa membentur sepeda listrik yang dikendarai oleh saksi Mona Rokah yang membonceng anak HJP (Alm), hal tersebut mengakibatkan sepeda listrik dan anak masuk kedalam kolong Mobil milik terdakwa dan anak tersebut hingga tak sadarkan diri.

Bahwa selanjutnya anak tersebut (Alm) dibawa menuju Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit National Hospital untuk dilakukan penanganan medis, lalu pada hari yang sama sekira pukul 21.20 WIB dinyatakan meninggal dunia.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper