suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gasak Uang Pesanan Bahan Baku Fiberglass Seharga Rp. 623 Juta, Stanly Pirsouw Dihukum 18 Bulan Penjara, Terdakwa Pikir - Pikir, Jaksa Banding

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Stenly Pirsouw, menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Candra PN Surabaya, secara online.Senin (14/11/2022).
Foto: Terdakwa Stenly Pirsouw, menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Candra PN Surabaya, secara online.Senin (14/11/2022).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara penipuan dalam pemesanan bahan baku pembuatan fiber glas kepada CV. Kakita Jaya di Jl. Raya Pattimura Kompleks Plaza Segi 8 Kav A 875 Surabaya , senilai Rp.1.323.216.000,-, dengan terdakwa Stenly Pirsouw, diruang Candra PN Surabaya, secara online.Senin (14/11/2022).

Sidang dengan agenda pembacaan putusan oleh hakim ketua Taufik Tatas, Mengadili, Menyatakan,

terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana " Dengan menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memakai nama palsu, martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau memberi utang maupun menghapus piutang."

Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 378 KUHPidana.

Menghukum oleh karenanya terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, dikurangkan seluruhnya selama ditahan,menyatakan terdakwa tetap dalam tahanan.

Terhadap putusan hakim, terdakwa Stenty yang didampingi penasehat hukum, menyatakan pikir-pikir," Saya pikir - pikir yang mulia," Sementara JPU Sulfikar menyatakan banding.

Diketahui, pada tanggal 02 September 2017 terdakwa Stenly datang ke kantor CV. kakita jaya bertemu saksi Hadi Pranoto untuk memesan Bahan baku pembuatan fiber glas senilai Rp.1.323.216.000,-

Untuk menyakinkan Hadi, tedakwa menunjukan SPK proyek pembuatan kapal di Ambon senilai Rp.7 Miliar.

Akhirnya saksi Hadi barang yang dipesan tersebut dengan rincian nota :

Nota tertanggal 02 / 09 / 2017 senilai Rp. 30.012.510,-

Nota tertanggal 02 / 09 / 2017 senilai Rp. 272.200.440,-

Nota tertanggal 07 / 09 / 2017 senilai Rp. 1.530.000,-

Nota tertanggal 07 / 09 / 2017 senilai Rp. 75.214.727,-

Nota tertanggal 08 / 09 / 2017 senilai Rp. 71.999.400,-

Nota tertanggal 03 / 10 / 2017 senilai Rp. 70.507.470,-

Nota tertanggal 17 / 10 / 2017 senilai Rp. 517.126.500,-

Nota tertanggal 10 / 11 / 2017 senilai Rp. 284.625.000,-

Dengan total keseluruhan Rp. 1.323.216.000,-.

Terdakwa di tanggal 17 Oktober 2017 di kantor Kakita Jaya, jalan Patimura komplek plaza segi 8 Kav A 875 Surabaya terdakwa Stenly menyerahkan BG Bank BCA 18 November 2019 senilai Rp. 302.213.000,-

Cek Bank BCA 25 November 2017 senilai Rp. 955.995.000,-

Cek Bank BCA 27 November 2017 senilai Rp. 72.000.000,-

Saat saksi Hadi Pranoto akan melakukan penarikan BC tanggal 18 November 2019, senilai Rp. 302.213.000,- namun ditolak oleh Bank dengan alasan dana tidak cukup. Sehingga Hadi menanyakan kepada terdakwa.

Terdakwa mengatakan dua cek yang telah diberikan, diganti Cek Bank BCA atas nama Hanny Susanto, ada tiga cek masing masing senilai Rp. 450.000.000, Rp. 450.000.000, dan Rp. 423.217.000,-.

Saat akan dicairkan oleh saksi Hadi Pranoto di Bank BCA KCU HR. Muhammad No. 17 Surabaya namun ke tiga cek tersebut di tolak oleh Bank dengan alasan Dana tidak cukup.

Terdakwa melakukan transfer ke rekening Kakita Jaya tanpa melakukan Konfirmasi kepada saksi Hadi pranoto senilai Rp.700 juta.Akibat perbuatan terdakwa Stenly, saksi Hadi Pranoto merugi sebesar Rp.623.216.047,-.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper