suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Karena Ngantuk Masuk Jalur Kanan Tabrak Sepeda Motor Dari Depan, Korban Pinggang Sebelah Kiri Patah Semua. Nitasari Dituntut 12 Bulan Bui, Denda Rp. 1 Juta

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Nitasari anak dari Sartam,menjalani sidang agenda tuntutan JPU, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online, Selasa (20/12/2022).
Foto: Terdakwa Nitasari anak dari Sartam,menjalani sidang agenda tuntutan JPU, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online, Selasa (20/12/2022).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Ketika mengemudi sebuah kendaraan bermotor, dianjurkan untuk istirahat cukup. Bila tidak, akan mengalami kecelakaan seperti yang dilakukan terdakwa Nitasari anak dari Sartam.

Saking ngantuk dan tak bisa kendalikan setir mobilnya, ia menabrak pengendara lain. Bahkan, mengakibatkan luka pada orang lain, sehingga korban mengalami patah tulang.

Dalam agenda tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rosyid dari Kejari Surabaya menyatakan, bahwa terdakwa terbukti bersalah dengan mengemudi kendaraan bermotor dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 310 ayat (3) UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nitasari dengan pidana penjara selama 1 tahun, dan denda Rp.1 juta, subsider 2 bulan penjara, dikurangkan selama dalam tahanan, menyatakan terdakwa tetap dalam tahanan," kata Fathol di ruang Garuda 2 PN Surabaya, Selasa, (20/12/2022).

Terhadap tuntutan JPU, terdakwa Nitasari memohon keringanan hukuman. Karena mempunyai anak. "Sebelumnya mohon maaf Yang Mulia, dan saya mengaku bersalah. Saya juga memohon keringanan hukuman karena mempunyai anak, tidak ada yang mengurusi ,"ucapnya.

Diketahui, Saat itu, insiden laka lantas tersebut berlangsung pada Selasa (23/8/2022) pagi sekitar pukul 04.30 wib, Saat itu, terdakwa Nitasari mengemudikan mobil Toyota Rush dengan nopol L-1495-SU sendiri. Rencananya, ia akan berangkat dari rumah keponakannya di Driyorejo, Gresik menuju rumahnya di Jalan Wonorejo Timur Surabaya.

Dalam perjalanan, Nitasari mengemudikan mobilnya berjalan dari arah barat menuju timur. Namun, dalam keadaan mengantuk.

Saat Nitasari sampai di Jalan Wonorejo Timur Surabaya, ada seorang pengendara sepeda motor berboncengan. Kala itu, berjalan searah terdakwa atau dari arah barat menuju timur.

Nitasari berupaya hendak mendahului pengendara motor tersebut dengan cara berpindah lajur ke kanan. Sontak, ia masuk ke jalur sisi kanan dari arah timur ke barat.

Di jalan tersebut, mobil yang dikemudikan Nitasari langsung menabrak sepeda motor yang dikendarai Yuli Hartiningsih dan Wiro Sudarmo Aditomo melaju berlawanan arah. Seketika itu lah, Nitasari menabrak motor dengan nopol L 4728 FF.

Sesuai hasil, Visum Et Repertum Nomor: RM.934769. 445/21.08/VER/304/2022 tanggal 23 Agustus 2022, Yuli Hartiningsih mengalami lecet dan memar pada kepala belakang dan bibir, patah tulang tertutup tulang bahu, tulang panggul, hingga tulang betis akibat kekerasan tumpul. Sehingga, menyebabkan korban lumpuh dan harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper