suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jaksa Langsung Banding, Ratu Tipu Eksi Anggraeni Divonis 18 Bulan Penjara, Korbannya Rugi Rp. 17,5 Miliar

avatar suara-publik.com
Foto: Residevis Eksi Anggraeni, menjalani sidang agenda putusan hakim, tanpa rompi tahanan, di ruang Kartika 1 PN.Surabaya, Kamis (22/12/2022).
Foto: Residevis Eksi Anggraeni, menjalani sidang agenda putusan hakim, tanpa rompi tahanan, di ruang Kartika 1 PN.Surabaya, Kamis (22/12/2022).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Eksi Anggraeni, residivis kasus penipuan jual beli emas batangan kembali duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri Surabaya sebagai terdakwa. Dia dilaporkan ke Polda Jatim setelah menipu Lim Melina untuk pembelian emas sebesar lebih kurang Rp 17,5 miliar.

Dipersidangan, meski menyandang status residivis kasus sama dan kerugian korban miliaran rupiah, Eksi ternyata tidak ditahan. Ditetapkan sebagai tahanan kota. 

Dalam agenda putusan yang dibacakan ketua majelis hakim R. Yoes Hartyarso, Mengadili, menyatakan terdakwa Eksi Anggraeni terbukti bersalah melakukan tindak pidana, "dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang,"

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 Jo pasal 55 (1) Ke 1 KUHP.

Menjatuhkan pidana oleh karenanya dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, Kamis (22/12/2022).

Putusan hakim sangat ringan jika dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Rakhmad Hari Basuki, yang menyatakan terdakwa Eksi Anggraeni telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 378 Jo pasal 55 (1) Ke 1 KUHP, dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Terhadap putusan majelis hakim, Jaksa Hari Basuki dari Kejati Jatim tersebut menyatakan Banding, " kami menyatakan banding yang mulia," katanya.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmad Hari Basuki dijelaskan korban bertemu Eksi setelah dikenalkan oleh notaris Devi Chrisnawati. Terdakwa menjanjikan menjual emas yang berasal dari PT ANTAM, Tbk, dengan harga yang lebih murah dari harga umum.

"Saksi Lim Melina kemudian tertarik untuk membeli emas melalui terdakwa. Saat itu transaksi terjadi seberat 2 kg. Setelah uang ditransfer barang diperoleh oleh Lim dan tidak ada masalah.

Merasa percaya, Lim Melina kemudian melakukan pembelian kembali emas 15 kilogram yang berasal dari pegadaian, dengan harga per gram Rp 535 ribu. Jadi total transaksi Rp 8 miliar 25 juta. Seperti transaksi pertama setelah transfer barang dikirim dua pekan berikutnya. 

"Karena hanya membutuhkan 1 kilogram untuk kebutuhan toko emasnya, saksi Lim Melina kemudian menitipkan 14 kilogram kepada terdakwa untuk dijualkan kembali dengan harga Rp 7,84 miliar. Terdakwa lalu menerbitkan cek sebesar Rp 7,49 miliar. Sedangkan sisanya Ro 350 juta ditransfer ke rekening saksi Lim," sambung JPU.

Lebih lanjut JPU menerangkan, jika Lim Melina lalu membeli emas London seberat 8 kilogram kepada Tan Tun Ping seharga Rp 4,57 miliar. Atas permintaan korban, emas tersebut diserahkan Tan kepada terdakwa untuk dijual kembali.

"Emas itu diserahkan kepada terdakwa lantaran dijanjikan keuntungan Rp 30 ribu per gramnya. Total keuntungan yang diperoleh yaitu Rp 240 juta. Dan sudah ditransfer ke rekening saksi Lim Melina," terangnya.

Tak berhenti disitu, Lim kemudian membeli lagi emas London seberat 4 kilogram seharga Rp 2,4 miliar dari terdakwa. Lalu, korban menyerahkan emas London kepada terdakwa seberat 3 kilogram dengan harga Rp 1,8 miliar. 

"Terhitung sejak 1 Oktober 2018 hingga 15 Oktober 2018 emas yang dibeli dan diserahkan saksi Lim Melina kepada terdakwa yang kemudian dititipkan untuk dijual kembali seluruhnya 15 kg. Sebagai jaminannya, terdakwa menerbitkan cek sebesar Rp 9 miliar sekaligus kuitansi penerimaan uang," bebernya. 

Sementara itu, dari pembelian emas yang dilakukan korban sejak 27 September 2018 dan uang yang sudah di transfer tersebut emas yang di terima hanya 5 kilogram. Total, Lim telah mentransfer uang ke terdakwa setara dengan 31 kilogram.

"Lim Melina lalu melakukan teguran lisan beberapa kali kepada terdakwa. Akhirnya terdakwa membuat surat pernyataan yang isinya menyatakan telah membeli emas batangan 24 k seberat 31 kg dan menyerahkan cek dengan total Rp 17,53 miliar kepada saksi Lim," kata JPU. 

Namun, sambung JPU, saat cek tersebut dicairkan oleh Lim, ternyata tidak mencukupi dananya. Atas perbuatannya tersebut, korban lalu melaporkan Eksi ke pihak yang berwajib.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper