suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

RESIDEVIS SABU JALAN KANGINAN, KUMAT LAGI JUAL SABU 5 GRAM, RIZKY YULIARDY DIHUKUM 5 TAHUN BUI, DENDA Rp. 1,4 MILIAR

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Rizky Yuliardy bin Moch.Maksum resedivis perkara sabu-sabu,disidangkan dengan agenda putusan hakim , diruang Candra PN.Surabaya,secara online.
Foto: Terdakwa Rizky Yuliardy bin Moch.Maksum resedivis perkara sabu-sabu,disidangkan dengan agenda putusan hakim , diruang Candra PN.Surabaya,secara online.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Terdakwa Rizky Yuliardy bin Moch.Maksum adalah resedivis perkara sabu-sabu yang pernah mendekam dipenjara selama 2 tahun dan 8 bulan, kini kembali diadili di ruang Candra PN.Surabaya.

Kali ini Rizky didakwa menjadi pelaku penjualan sabu seberat 5 gram yang dibeli dari DPO bernama Arman Rio alias Saprol dengan harga Rp 4,5 juta. 

Dalam agenda pembacaan putusan oleh ketua majelis hakim Sutrisno, Mengadili, Menyatakan,Terdakwa Rizky Yuliardy Maksum bin Moch Maksum terbukti bersalah melakukan tindak pidana “tanpa hak atau melawan hukum menjual, menjadi perantara jual beli atau menyerahkan Narkotika Golongan I” 

Sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Dakwaan pertama.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Rizky Yuliardy Maksum dengan pidana penjara selama 5 tahun dikurangkan selama Terdakwa dalam tahanan, dengan perintah agar Terdakwa tetap dalam tahanan", Kamis (22/12).

Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp.1.410.000.000,- Subsidiair 4 bulan penjara.

Menyatakan barang bukti berupa: 

1 poket sabu seberat 0,35 gram. 1 poket sabu seberat 0,36 gram. 1 poket sabu seberat 0,51 gram. 1 poket serbuk Ekstacy seberat 0,46 gram. 2 buah skrop plastik, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah HP. 

Dirampas untuk dimusnahkan.

Sebelumnya JPU Furkhon Adi Hermawan dari Kejari Surabaya, menuntut terdakwa Rizky Yuliardy, dengan pidana penjara selama 6 tahun, dan denda Rp.1,4 M, subsider 6 bulan penjara.

Terhadap putusan Hakim terdakwa rizky Yuliardi menyatakan pikir- pikir, " Saya pikir- pikir dulu yang mulia," katanya.

Diketahui sebelumnya terdakwa Rizky ditangkap di rumahnya Jalan Kanginan 7/65 RT 007-RW 001, kelurahan Ketabang, kecamatan Genteng, Sabtu 2 Juli 2022.

Saat itu terdakwa Rizky baru saja menjual narkotika jenis sabu sebanyak 3 gram kepada DPO Bayu alias Bojok dengan harga 3 juta.

Hari Sabtu tanggal 2 Juli 2022 sekitar pukul 2 siang, Terdakwa Rizky dihubungi DPO Arman Rio alias Saprol melalui sambungan WhatsApp (WA) mengatakan “gak butuh ta?”,  Merespon WA dari DPO Arman Rio alias Saprol tersebut, kemudian terdakwa Rizky mengiyakannya.

Sore harinya pukul 5.00 Wib, terdakwa Rizky dihubungi lagi oleh DPO Arman Rio alias Saprol melalui chat WA yang mengatakan ada sabu sebanyak 5 gram dengan harga Rp.4,5 juta bisa diambil di daerah seputaran pintu exit tol Simo Surabaya, 

Sepakat dengan info tersebut, selanjutnya terdakwa Rizky pada pukul 19.30 WIB mengambil ranjauan sabu tersebut.

Setelah mengambil sabu, lalu oleh Terdakwa Rizky barang haram tersebut di pecah-pecah menjadi beberapa bungkus untuk dijual kembali dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan.

"Dari 5 gram sabu yang ada, sebanyak 3 gram telah dijual terdakwa Rizky kepada DPO Bayu alias Bojok dengan harga Rp 3 juta.

Sabu yang dijual oleh terdakwa Rizky pada DPO Bayu alias Bojok dilakukan secara ranjau di depan rumahnya di Jalan Kanginan 7/65 Surabaya pada Sabtu 2 Juli 2022 pukul 22.00 wib.

Sedangkan sisanya ternyata di pecah-pecah lagi menjadi beberapa bagian oleh terdakwa. Setiap menjual sabu sebanyak 1 gram Terdakwa Rizky mendapatkan keuntungan sejumlah Rp.100.000. Saat terdakwa Rizky ditangkap ditemukan 2 skrop plastik, 2 pak plastik klip, 1 timbangan elektrik dan 1 buah HP merk Oppo.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper