suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Didakwa Aniaya Korbannya Hingga Luka Dileher Dan Tangan, Dalam Pembelaannya, Terry Immanuel , Joko Rianto Dan Tri Tulistiyani, Minta Dibebaskan "Jaksa Siap

avatar suara-publik.com
Foto atas: Tiga terdakwa, Terry Imanuel Yoseph, Joko Rianto dan Tri Tulistuyani, menjalani sidang. Foto bawah: Tampak penasehat hukum para terdakwa, membacakan pembelaan (pledoi), di ruang Cakra PN.Surabaya.Rabu (28/12/2022).
Foto atas: Tiga terdakwa, Terry Imanuel Yoseph, Joko Rianto dan Tri Tulistuyani, menjalani sidang. Foto bawah: Tampak penasehat hukum para terdakwa, membacakan pembelaan (pledoi), di ruang Cakra PN.Surabaya.Rabu (28/12/2022).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Tiga terdakwa kasus penganiayaan yang membuat korbannya Lauw Shirley mengalami luka dibagian leher dan tangan, kembali disidangkan di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, secara online, dipimpin ketua majelis hakim Sutarno, secara online, Rabu (28/12/2022).

Tiga terdakwa tersebut yakni Terry Immanuel Yoseph, Joko Rianto dan Tri Tulistiyani, di dalam persidangan ketiganya didampingi penasehat hukumnya Rolland E Pottu dkk, Ketiganya menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Surabaya usai dilaporkan Lauw Shirley.

Pada sidang sebelumnya para terdakwa Terry, Joko Dan Tri Tulistiyani oleh JPU Suparlan telah dituntut pidana penjara selama 5 bulan, dikurangkan selama ditahan, menyatakan para terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Kali ini sidang dengan agenda pembelaan (pledoi) dari Penasehat Hukum para terdakwa yakni Terry 

Immanuel Yoseph, Joko Rianto dan Tri Tulistiyani. Yang dipersidangan dibacakan pokok- pokoknya saja.

Yang pada intinya, Setelah penuntutan JPU, yang menyatakan secara sah terbukti bahwa para terdakwa melakukan tindak dak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP.

Penasehat Hukum terdakwa tidak sependapat pada tuntutan tersebut, karena bertentangan dalam fakta dipersidangan, seharusnya harus dipertahankan apa yang termuat di dalam persidangan.Secara Yuridis haruslah memperhatikan kesalahan para terdakwa serta alat bukti.

JPU yang diberikan hak untuk.membuktikan dakwaan nya , namun beberapa saksi BAP telah mencabut keterangan yang ada dalam BAP, sehingga tidak berkesesuaian dengan dakwaan dan tidak berkesesuaian dengan saksi- saksi ya g diperiksa.

Penasehat Hukum terdakwa juga menyatakan kalau para saksi A de charge telah mencabut keterangan dalam BAP. " Kami menyatakan para terdakwa tidak terbukti bersalah dalam Pasal yang dijerat Pasal 170 ayat (1) KUHP, Supaya Majelis Hakim membebaskan para terdakwa, melepaskan para terdakwa, atau apabila majelis hakim memiliki pendapat lain, kami memohon untuk memberikan hukuman seadil- adilnya," kata Rolland E Pottu diakhir pembelaan.

Terhadap pembelaan dari Penasehat hukum para terdakwa, JPU Damang Anubowo, menggantikan JPU Suparlan, Menyatakan akan memberikan tanggapan (Replik),

" kami akan menaggapinya yang mulia," kata Damang.

" Baiklah kalau begitu JPU bisa memberikan tanggapan atas pembelaan besok hari Kamis ya tanggal 29/12, jam 01.00 wib tepat waktu ya," ujar hakim Sutarno.

Sidang akan dilanjutkan Kamis (29/12) dengan agenda tanggapan JPU (Replik).

Sidang sebelumnya Senin (26/12), agenda penuntutan oleh JPU Damang Anubowo menggantikan JPU Suparlan, Menyatakan para terdakwa Terry Immanuel Yoseph, Joko Rianto dan Tri Tulistiyani, terbukti bersalah melakukan tindak pidana "Dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang," Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP.

Menjatuhkan hukuman pidana oleh karenanya terhadap para terdakwa Terry, Joko Dan Tri Tulistiyani dengan pidana penjara selama 5 bulan, dikurangkan selama dalam tahanan, menyatakan para terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Diketahui sebelumnya, pada hari Sabtu tanggal 19 Februari 2022 sekitar jam 11.00 wib, saksi Lauw Shirley Andayani Loekito, bertemu dengan terdakwa Terry Immanuel Yoseph dalam showroom MANNA MOBIL jalan Kertajaya 210 Surabaya, untuk menyelesaikan transaksi mobil Porsches milik Ajub Ketjuk Hendro Witjaksono.

Sebelumnya Ajub Ketjuk meminjam uang kepada saksi Lauw Shirley sebesar Rp.250 juta, jaminan BPKB 

mobil Porsches.Disepakati Lauw Shirley dan Ajub Ketjuk bertemu di showroom milik terdakwa Terry Immanuel, karena saksi Ajub Ketjuk ada kesepakatan harga Rp.1,4.miliar, pembelian mobil Porsche dengan terdakwa Terry Immanuel, mobil sudah ada di showroom.

Saksi Lauw Shirley datang lebih dulu membawa BPKB bertemu terdakwa Terry, saksi Ajub Ketjuk belum datang. Karena terdakwa terry merasa tidak ada transaksi pembelian mobil porsche dengan shirley, agar menunggu saksi Ajub ketjuk dulu, terjadilah perdebatan, karena saksi Shirley meminta terdakwa Terry mentransfer ke rekening Bank nya sejumlah nilai hutang Ajub Ketjuk.

Saat saksi Shirley duduk di showroom, terdakwa Terry berupaya untuk mengusirnya, badan Shirley diangkat oleh Terry sehingga berdiri, punggung didorong- dorong oleh terdakwa untuk keluar dari showroom.

 Saksi Shirley membalikkan badan, mengambil gambar dari HP nya sambil berjalan mundur keluar showroom.Terdakwa Terry berusaha merebut HP saksi Shirley, dengan meminta bantuan terdakwa Tri Tulistiyani dan terdakwa Joko Rianto, bahu kiri dan leher korban shirley dipegang terdakwa Tri Tulistiyani, bahu kanan dan leher dipegang terdakwa Joko Rianto sambil berdiri, sedangkan leher depan dicekik oleh terdakwa Terry Immauel dengan tangan kanan (melingkar leher) sambil berdiri.

Saksi korban Lauw Shirley berontak melepaskan diri berhasil keluar dari showroom, saksi Shirley ditendang oleh terdakwa Terry dari arah belakang, mengenai kaki dan pantat saksi korban Shirley posisi terjongkok sambil mempertahankan HP dan BPKB yang dibawanya. Kejadian tersebut berada di jalan masuk diantara mobil yang dipamerkan dalam showroom, Johni susanto, Raymond Benjamin dan Sukoco mengetahui perbuatan para terdakwa.

Berdasarkan Visum Et Repertum, dikeluarkan Rumah Sakit Manyar Medical Centre Jalan Raya Manyar No.9 Surabaya, Dengan hasil pemeriksaan : Luka gores sepanjang 4 cm pada lengan kanan atas, luka gores sepanjang 1 cm pada telapak tangan kanan, luka gores sepanjang 2 cm pada leher bagian belakang. Korban telah mendapatkan perawatan luka. Luka tersebut, tidak dapat bekerja selama dua hari.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper