suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Disuruh Ambil Sabu 5 Gram, Kena Prank Oleh Bandar, Hanya Diranjau 0,31 Gram,&nbsp Irvan Dan Dicky Diperiksa Berbelit - Belit, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirk

avatar suara-publik.com
Foto: Kedua terdakwa Moch Irvan dan Dicky Mahendra saat.menjalani sidang dengan agenda saksi penangkap dan pemeriksaan para terdakwa, diruang Garuda 1, secara online Rabu (28/12/2022).
Foto: Kedua terdakwa Moch Irvan dan Dicky Mahendra saat.menjalani sidang dengan agenda saksi penangkap dan pemeriksaan para terdakwa, diruang Garuda 1, secara online Rabu (28/12/2022).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara penyalahgunaan Narkotika jenis sabu mengambil dengan cara diranjau, saat akan mengambil sabu tidak sesuai yaitu hanya 0, 31 gram, dari sebarat 5 gram yang dijanjikan oleh Naplon (DPO), dua terdakwa yang kena 'Prank' yakni Moch.Irvan Alias Kentir Bin Sunaryo bersama dengan Dicky Mahendra Data Bin Mulyono, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, Rabu (28/12/2022).

Agenda Sidang Jaksa Darwis menghadirkan saksi penangkap Wahyu Dedi Irawan anggota Polri, Saksi.menerangkan menangkap kedua terdakwa pada hari Sabtu 3 September 2022, di jalan waru gunung,

" kami menangkap keduanya saat mondar mandir berboncengan sepeda motor, lalu kita berhentikan, kebetulan kami melihat nopol sepeda tersebut sudah mati juga," katanya.

Masih kata saksi saat dilakukan penggeldahan ditemukan 1 bungkus rokok yang berisi sabu-sabu, dalam.penguasaan terdakwa Irvan, juga disita 2 HP dan satu sepeda motor yang dikendarai kedua terdakwa.

Terhadap keterangan saksi, keduanya mengelak kalau dikatakan mondar mandiri,

" kita gak mondar mandiri pak, hanya sekali lewat untuk mengambil ranjauan sabu, atas perintah naflon (DPO)," kata irvan.

Saat diperiksa sebagai terdakwa, kedua terdakwa yang juga didampingi oleh Penasehat Hukumnya Viktor Sinaga, 

memberikan keterangan berbelit Belit, Dikatakan kalau keduanya dari Krian menuju Waru gunung untuk mengambil ranjauan sabu sebanyak 5 gram, namun saat diambil ranjauan sabu hanya 0,31 gram,

" yang disuruh ambil sabu irvan pak oleh naflon, saya cuma ikut saja, kata irvan untuk ambil cip, taunya pas ditangkap itu pak, Kalau yang diambil sabu, kata dicky.

" kamu jangan berbelit ya, di BAP kamu katakan kalau kamu tau yang diambil irvan itu sabu,sekarang kamu bilang gak tau yang diambil apa," tanya hakim.

Karena kedua terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan terkesan ngeles dari perbuatan yang dilakukannya, Hakim Ketut Suarta memerintahkan JPU agar menghadirkan polisi yang memeriksa para terdakwa.

" Kalau begitu, saya perintahkan JPU untuk menghadirkan saksi verbalisan dipersidangan selanjutnya, pada tanggal 11 januari 2023," tegas hakim ketua Suarta.

Berawal pada hari Sabtu tanggal 03 September 2022 sekira pukul 12.00 wib terdakwa Moch.Irvan mendapat WA dari Naplon (DPO) di HP Gimbos.Meminta Irvan untuk mengambil sabu sebanyak 5 gram untuk Naplon.

Terdakwa Irvan diarahkan mengambil ranjauan sabu di sekitar warung Widuri wilayah Warugunung Surabaya.Sekira pukul 15.34 wib terdakwa irvan menghubungi terdakwa Dicky Mahendra Data melalui WA untuk diantarkan mengambil sabu.

Selanjutnya Dicky Mahendra pergi menjemput Irvan dan berboncengan dengan sepeda motor Suzuki Satria warna putih abu-abu Nopol: W-3770-Y milik terdakwa Dicky, menuju ke warung Widuri daerah Warugunung Surabaya 

Foto yang menunjukkan sabu yang akan diambil disimpan dalam bungkus rokok Gudang Garam Surya yang diletakkan dekat tempat sampah, saat diambil irvan kaget sabu yang diambil hanya paket pahe, padahal informasi nya sabu yang diambil sebanyak 5 gram, Irvan menerima pesan WA, untuk mengembalikan sabu paket hemat “Jae” ke sekitar lapangan futsal Jalan Gang Makam Warugunung Karangpilang Surabaya, 

Sesampai di tempat tersebut sekira pukul 18.00 Wib para terdakwa diberhentikan oleh saksi Wahyu Dedy Irawan dan Toni Ratrianto anggota Polsek Karangpilang Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti satu poket sabu berat 0,31 gram, dalam saku celana terdakwa Irvan 1 Handphone merk Oppo A37 milik Irvan, dan 1 HP oppo F1S dari terdakwa dicky Mahendra.

Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper