suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Disuruh Ambil Sabu 5 Gram, Kena Prank Oleh Bandar, Hanya Diranjau 0,31 Gram, Diperiksa Berbelit - Belit, Dihadirkan Saksi Verbalisan, Irvan Dan Dicky Masih Teta

avatar suara-publik.com
Foto atas: Terdakwa dan Pengacaranya. Foto bawah: Saksi Verbalisan Sidik Nurhidayat, anggota Polsek Karangpilang, dihadirkan dipersidangan.
Foto atas: Terdakwa dan Pengacaranya. Foto bawah: Saksi Verbalisan Sidik Nurhidayat, anggota Polsek Karangpilang, dihadirkan dipersidangan.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara penyalahgunaan Narkotika jenis sabu mengambil dengan cara diranjau, saat akan mengambil sabu tidak sesuai yaitu hanya 0, 31 gram, dari sebarat 5 gram yang dijanjikan oleh Naplon (DPO), dua terdakwa yang kena 'Prank' yakni Moch.Irvan Alias Kentir Bin Sunaryo bersama dengan Dicky Mahendra Data Bin Mulyono, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, Rabu (11/01/1023).

Agenda sidang kali ini JPU Darwis dari Kejari Surabaya, menghadirkan saksi Verbalisan Sidik nurhidayat penyidik Polsek Karangpilang.

Saksi Sidik menerangkan, sebelum para terdakwa diperiksa dijelaskan lebih dahulu hak- haknya, 

" Dari awal kami jelaskan hak- hak.mereka, dan kami tanyakan pe dampingan Kuasa Hukum dari terdakwa, dikatakan tidak punya, kami sediakan secara gratis, bapak Zainal Arifin dari LBH Wira Negara," terang saksi.

Masih saksi juga menjelaskan "setelah pemeriksaan selesai, kami print dan kami suruh tersangka membacanya, jika ada yang salah bisa disampaikan, akan kita perbaiki,selanjutnya dapat ditanda tangani," jelas saksi Nur.

Hakim Ketut Suarta menanyakan kepada saksi apakah ada tekanan dan paksaan," apa ada tekanan dan paksaan terhadap tersangka saat di periksa, karena dipersidangan mereka tidak mengakui berkas berita acara penyidikan ini," katanya.

" tidak ada paksaan, tekanan yang mulia, semua berjalan sesuai SOP yang berlaku," jelas saksi.

Jaksa Darwis menanyakan perihal Pasal yang disangkakan, terkait BB yang disita dari para terdakwa,

" selain BB sabu 0,31 gram, apakah Pasal yang disangkakan berkesesuaian yakni pasal 114 ayat 1 tentang Narkotika" kata Darwis.

"selain sabu sebagai BB, kami juga menyita 2 buah HP Milik kedua terdakwa, awalnya target kita menyetop sepeda motor terdakwa karena plat kendaraan tersebut sudah mati tahunnya, kemudian pada pemeriksaan badan kita temukan narkotika sabu," jelas saksi lagi.

100%100%

Saksi Verbalisan Nurhidayat menerangkan juga kalau di tanggal 3 September belum dilakukan pemeriksaan, karena masih.menunggu pendamping kuasa hukum, pada tanggal 5 September, baru mulai.dilakukan pemeriksaan terhadap.kedua terdakwa.

Terhadap keterangan saksi, Dicky mengatakan baru mulai diperiksa setelah dua hari dikantor polisi, baru hari ketiga mulai diperiksa penyidik.Dicky juga mengaku tidak ada niatan memberi uang ke irvan, 

" kamu sudah janjian berdua, terserah kalau kamu tidak.mengakui, kamu punya hak.ingkar, namun bukti- bukti dipersidangan berbicara lain, akan membuat berat hukumanmu," hakim ketut mengingatkan.

Penasehat hukum para terdakwa Victor Sinaga, mengingatkan kepada para terdakwa untuk.mengaku dan jujur,

" sekarang kamu mengaku, sekarang berubah lagi, tidak.mengaku memberi uang, tapi kamu menyesal ya, " Saya sangat menyesal pak," kata Dicky.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu pekan depan dengan agenda tuntutan dari JPU.

Berawal pada hari Sabtu tanggal 03 September 2022 sekira pukul 12.00 wib terdakwa Moch.Irvan mendapat WA dari Naplon (DPO) di HP Gimbos.Meminta Irvan untuk mengambil sabu sebanyak 5 gram untuk Naplon.

Terdakwa Irvan diarahkan mengambil ranjauan sabu di sekitar warung Widuri wilayah Warugunung Surabaya.Sekira pukul 15.34 wib terdakwa irvan menghubungi terdakwa Dicky Mahendra Data melalui WA untuk diantarkan mengambil sabu.

Selanjutnya Dicky Mahendra pergi menjemput Irvan dan berboncengan dengan sepeda motor Suzuki Satria warna putih abu-abu Nopol: W-3770-Y milik terdakwa Dicky, menuju ke warung Widuri daerah Warugunung Surabaya 

Foto yang menunjukkan sabu yang akan diambil disimpan dalam bungkus rokok Gudang Garam Surya yang diletakkan dekat tempat sampah, saat diambil irvan kaget sabu yang diambil hanya paket pahe, padahal informasi nya sabu yang diambil sebanyak 5 gram, Irvan menerima pesan WA, untuk mengembalikan sabu paket hemat “Jae” ke sekitar lapangan futsal Jalan Gang Makam Warugunung Karangpilang Surabaya, 

Sesampai di tempat tersebut sekira pukul 18.00 Wib para terdakwa diberhentikan oleh saksi Wahyu Dedy Irawan dan Toni Ratrianto anggota Polsek Karangpilang Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti satu poket sabu berat 0,31 gram, dalam saku celana terdakwa Irvan 1 Handphone merk Oppo A37 milik Irvan, dan 1 HP oppo F1S dari terdakwa dicky Mahendra.

Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kedua terdakwa Moch Irvan dan Dicky Mahendra didampingi pengacaranya Victor Sinaga, agenda saksi verbalisan, diruang Garuda 1, secara offline Rabu (11/01/2023).(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper