suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan Malang, Kedua Terdakwa Suko Sutrisno Dan Abdul Haris Didakwa Tentang Keolahragaan. Tidak Ajukan Eksepsi

avatar suara-publik.com
Foto: Suasana sidang pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Suko Sutrisno Dan Abdul Haris, diruang Cakra PN.Surabaya, Senin (16/01/2023).
Foto: Suasana sidang pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Suko Sutrisno Dan Abdul Haris, diruang Cakra PN.Surabaya, Senin (16/01/2023).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang tragedi Kanjuruhan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan dua terdakwa Suko Sutrisno (Security Officer Arema FC) dan Abdul Haris (Panpel Arema FC). Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hari Basuki dari Kejati Jatim dan didampingi oleh jaksa dari Malang.

Menyatakan terhadap terdakwa Suko Sutrisno yang bertugas selaku petugas keselamatan dan keamanan (safety dan security officer) yang bertugas menjaga pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, pada 1 Oktober 2022 sekitar pukul 22.00 wib di stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang. 

"Dengan memeriksa dan mengadili berdasarkan Pasal 103 ayat (1) Jo pasal 52 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan,"terangnya.

Sementara itu, terdakwa Abdul Haris selaku Ketua Panitia Pelaksanaan (Panpel) pada pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Bahwa selanjutnya pada tanggal 11 September 2022 terdakwa memerintahkan saksi Adi Ismanto yang bertugas sebagai Ticketing Officer untuk mencetak tiket sebanyak 43 ribu, sehingga pada tanggal 20 September 2022 saksi Adi Ismanto memesan tiket kepada CV. Juragan Gelang yang beralamat di Jalan Raya Plumbon Nomor 331 Banguntapan Bantul Yogyakarta dengan harga satuan sebesar Rp 675 ratus.

Bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Olahraga Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2021 tentang Standar Prasarana Dan Sarana Stadion dan lapangan Sepak Bola yang pada intinya mengatur bahwa lebar tempat duduk tidak termasuk pegangan samping untuk penonton umum adalah 40 cm sampai dengan 50 cm dan penonton VIP adalah 50 cm sampai dengan 60 cm, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang memperhitungkan bahwa kapasitas Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang adalah sebanyak 38 ribu.

"Sehingga terdakwa Abd Haris diancam pidana dalam Pasal 359 KUHP,"ujarnya.

Sementara itu, dari tim penasehat hukum, kedua terdakwa, Sumedang dan Agus mengatakan tidak mengajukan eksepsi. "Tentu ini kan butuh pembuktian dan kami tidak yakin itu dilakukan mencetak tiket melebihi batasan. Sesuai BAP dulu, mencetak berdasarkan yang lama. Karena tidak ada sandaran normatif berapa penonton yang boleh menonton disitu, tidak ada standarnya, karena ini dilakukan pertandingan,"tutup Agus.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper