suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sabu Disuruh Ambil Sabu 5 Gram, Kena Prank Oleh Bandar, Hanya Diranjau 0,31 Gram, Diperiksa Berbelit - Belit, Sampai Menghadirkan Saksi Verbalisan, Irvan Dan Di

avatar suara-publik.com
Foto: Kedua terdakwa Moch Irvan dan Dicky Mahendra saat didampingi pengacaranya Victor Sinaga, menjalani sidang diruang Garuda 1, PN Surabaya, (17/01/2023).
Foto: Kedua terdakwa Moch Irvan dan Dicky Mahendra saat didampingi pengacaranya Victor Sinaga, menjalani sidang diruang Garuda 1, PN Surabaya, (17/01/2023).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara penyalahgunaan Narkotika jenis sabu mengambil dengan cara diranjau, saat akan mengambil sabu tidak sesuai yaitu hanya 0, 31 gram, dari sebarat 5 gram yang dijanjikan oleh Naplon (DPO), dua terdakwa yang kena 'Prank' yakni Moch.Irvan Alias Kentir Bin Sunaryo bersama dengan Dicky Mahendra Data Bin Mulyono, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, Rabu (11/01/1023).

Dalam agenda pembacaan tuntutan oleh JPU Darwis dari Kejari Surabaya, menyatakan terdakwa Moch Irvan dan Dicky Mahendra terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana "tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I,"

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menjatuhkan pidana kepada Moch Irvan dan Dicky Mahendra, dengan pidana penjara selama 8 tahun, dan denda Rp.1Miliar , Subsider 3 bulan penjara.

Menyatakan Barang bukti berupa Satu poket sabu berat 0,31 gram, 1 Handphone merk Oppo A37 milik Irvan, dan 1 HP oppo F1S dari terdakwa dicky Mahendra, dirampas untuk dimusnahkan. 1 unit Sepeda motor Suzuki Satria warna putih abu-abu Nopol: W-3770-Y, dirampas Negara.

Terhadap tuntutan JPU, para terdakwa yang didampingi oleh kuasa hukumnya Victor Sinaga,akan mengajukan pembelaan selasa pekan depan.

Sidang sebelumnya, JPU Darwis, menghadirkan saksi Verbalisan Sidik nurhidayat penyidik Polsek Karangpilang.

Saksi Sidik menerangkan, sebelum para terdakwa diperiksa dijelaskan lebih dahulu hak- haknya, 

" Dari awal kami jelaskan hak- hak.mereka, dan kami tanyakan pe dampingan Kuasa Hukum dari terdakwa, dikatakan tidak punya, kami sediakan secara gratis, bapak Zainal Arifin dari LBH Wira Negara," terang saksi.

Masih saksi juga menjelaskan "setelah pemeriksaan selesai, kami print dan kami suruh tersangka membacanya, jika ada yang salah bisa disampaikan, akan kita perbaiki,selanjutnya dapat ditanda tangani," jelas saksi Nur.

Berawal pada hari Sabtu tanggal 03 September 2022 sekira pukul 12.00 wib terdakwa Moch.Irvan mendapat WA dari Naplon (DPO) di HP Gimbos.Meminta Irvan untuk mengambil sabu sebanyak 5 gram untuk Naplon.

Terdakwa Irvan diarahkan mengambil ranjauan sabu di sekitar warung Widuri wilayah Warugunung Surabaya.Sekira pukul 15.34 wib terdakwa irvan menghubungi terdakwa Dicky Mahendra Data melalui WA untuk diantarkan mengambil sabu.

Selanjutnya Dicky Mahendra pergi menjemput Irvan dan berboncengan dengan sepeda motor Suzuki Satria warna putih abu-abu Nopol: W-3770-Y milik terdakwa Dicky, menuju ke warung Widuri daerah Warugunung Surabaya 

Foto yang menunjukkan sabu yang akan diambil disimpan dalam bungkus rokok Gudang Garam Surya yang diletakkan dekat tempat sampah, saat diambil irvan kaget sabu yang diambil hanya paket pahe, padahal informasi nya sabu yang diambil sebanyak 5 gram, Irvan menerima pesan WA, untuk mengembalikan sabu paket hemat “Jae” ke sekitar lapangan futsal Jalan Gang Makam Warugunung Karangpilang Surabaya.

Sesampai di tempat tersebut sekira pukul 18.00 Wib para terdakwa diberhentikan oleh saksi Wahyu Dedy Irawan dan Toni Ratrianto anggota Polsek Karangpilang Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti satu poket sabu berat 0,31 gram, dalam saku celana terdakwa Irvan 1 Handphone merk Oppo A37 milik Irvan, dan 1 HP oppo F1S dari terdakwa dicky Mahendra.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper