suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Tragedi Kanjuruhan, Terkuak Momen Mencekam 5 Menit Jelang Laga Buyar

avatar suara-publik.com
Foto: Eka Nararia Widhia Antara, (paling kanan menghadap layar) saksi sidang Tragedi Kanjuruhan mengungkap momen mencekam 5 menit jelang laga Arema FC vs Persebaya buyar.
Foto: Eka Nararia Widhia Antara, (paling kanan menghadap layar) saksi sidang Tragedi Kanjuruhan mengungkap momen mencekam 5 menit jelang laga Arema FC vs Persebaya buyar.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang lanjutan Tragedi Kanjuruhan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Agendanya adalah mendengarkan keterangan saksi. Salah satunya adalah Eka Nararia Widhia Antara, anggota Polsek Pakis, Malang yang ikut berjaga saat laga Arema FC vs Persebaya.

Eka menceritakan momen mencekam sesaat laga akan usai. Sekitar 5 menit sebelum buyarnya Arema FC vs Persebaya, dia mendapatkan perintah dari Kapolsek Pakis untuk menuju ke lobi. Di sana ia diminta melakukan penyekatan barikade untuk pengamanan pemain Persebaya yang akan meninggalkan stadion setelah laga selesai.

"Untuk pelaksanaan penyekatan barikade terkait ofisial dan pemain Persebaya akan meninggalkan stadion, seingat saya 5 menit sebelum pertandingan selesai," ungkapnya saat bersaksi di PN Surabaya, Kamis (19/01/2023).

Saat perjalanan ke lobi itu lah, Eka menyebut kondisi sudah kacau. Bahkan ia sempat melihat seorang perempuan terjepit di tiang karena adanya desakan massa dari dalam.

"Saya lihat kejadian itu saat perjalanan menuju lobi, saya lihat ada perempuan di tengah-tengah tiang, terjepit, saya coba evakuasi, saya rasa ini kalau tidak cepat ditolong pasti celaka," beber Eka.

Eka yang berusaha menolong tak bisa berbuat banyak lantaran situasi di stadion sudah kacau. Banyak penonton berdesakan ingin keluar stadion.

"Karena yang di atas mendorong ke bawah dan mau keluar, mereka merangsek, saya mau menarik ternyata di pintu 13 kondisinya sama, kejadiannya seperti itu," tandas Eka.

Sebagai informasi, dua terdakwa dihadirkan langsung di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam sidang lanjutan Tragedi Kanjuruhan hari ini. Kedua terdakwa yakni Security Officer Suko Sutrisno dan Ketua Panpel Arema FC Abdul Harris. Sedangkan saksi yang dihadirkan yakni 32 saksi, namun yang hadir hanya 17 orang.

Sebelumnya, Tragedi Kanjuruhan pecah sesudah laga Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022 selesai. Dalam tragedi itu, sebanyak 135 orang tewas setelah berdesak-desakan berebut pintu keluar setelah aparat menembak gas air mata ke tribun.

Dalam kasus itu, 6 orang kemudian ditetapkan menjadi tersangka yakni Kepala Satuan Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, Komandan Kompi (Danki) Brimob Polda Jawa Timur, AKB Hasdarman, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto.

Sedangkan dari sipil adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan, Abdul Haris, dan Security Officer, Suko Sutrisno.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper