suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Diajak Bapak Kos ke ATM, Setelah Mengingat Nomor PIN, Kartu ATM Dicolong, Gasak Rp.14,6 Juta, Christhoper Sutrisno Dihukum 18 Bulan Bui

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Christhoper Sutrisno, menjalani sidang agenda putusan hakim, di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Christhoper Sutrisno, menjalani sidang agenda putusan hakim, di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Christhoper Sutrisno menguras rekening tabungan bapak kosnya, Abdul Akid Jarid. Dia diam-diam masuk ke dalam kamar Abdul untuk mencuri kartu ATM. Setelah itu, dia yang sudah tahu PIN ATM bapak kosnya itu lalu pergi ke mesin ATM untuk menarik semua uang yang tersimpan di dalam rekening.

Dalam agenda putusan yang dibacakan hakim ketua Sudar, Mengadili, Menyatakan terdakwa Christhoper Sutrisno terbukti bersalah melakukan tindak pidana “pencurian”, Sebagaimana diatur dan diancam dengan pasal 362 KUHP.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Christhoper Sutrisno Bin Bambang Sutrisno, dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya selama ditahan, Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Menetapkan barang bukti berupa: 1 buku tabungan bank BRI Simpedes an. Abdul Akid Jarid. Dikembalikan kepada saksi Abdul Akid Jarid.

Putusan hakim lebih tinggi dari tuntutan JPU Maryani Melindawati dari Kejari Surabaya, yang menuntut terdakwa dengan Pidana penjara selama 1 tahun.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa Christopher yang kos di rumah Abdul di Jalan Pagesangan II-A awalnya sempat diajak bapak kosnya itu untuk menarik uang di mesin ATM di Jalan Karah. Saat Abdul menarik uang, Christopher ikut masuk ke dalam bilik mesin, dan mencermati, Dari situ, Christoper tahu PIN ATM bapak kosnya.

"Terdakwa sempat melihat dan mengingat nomor PIN ATM milik Abdul Akid Jarid," jelas jaksa Maya dalam dakwaannya.

Christoper kemudian punya niat untuk mencuri kartu ATM milik Abdul. Dia menunggu kesempatan untuk mengambil kartu itu saat sedang di kosnya. Kesempatan itu muncul ketika Abdul meninggalkan kamarnya untuk mandi. "Terdakwa segera masuk ke dalam kamar Abdul Akid Jarid lalu mengambil kartu ATM yang berada di dalam dompet," tuturnya.

Setelah itu, Christoper menarik uang yang ada di dalam rekening Abdul. Uang tabungan Abdul senilai Rp 14,6 juta telah dikuras habis. Abdul baru sadar uangnya sudah ludes saat akan menarik uangnya. "Sudah tidak ada saldo," kata Abdul saat memberikan keterangan sebagai saksi dipersidangan.

Abdul kemudian pergi ke kantor bank untuk melihat mutasi rekening di buku tabungannya. Dari situ terungkap telah banyak transaksi tarik tunai. "Kartu ATM saya di dompet juga hilang. Yang ngambil Christoper. Dia kos di rumah saya," ujarnya.

Sementara itu, Christoper mengakui perbuatannya. Menurut dia, uang itu tidak langsung ditarik saat dirinya berhasil mencuri kartu ATM bapak kosnya. "Dua sampai tiga hari setelah ambil kartu ATM baru saya tarik. Total Rp 14,6 juta," kata Christoper saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di persidangan.

Menurut terdakwa, uang bapak kosnya sudah habis tak bersisa. Uang itu digunakan untuk berobat ke rumah sakit. "Saya pakai ke rumah sakit sama kebutuhan sehari-hari. Sudah habis semua," ungkapnya.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper