suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Selipkan 10 Gram Sabu di Celana Dalam, Dijual Pada 3 Tahanan Polrestabes Surabaya, Aris Susanti Diadili

avatar suara-publik.com
Foto atas: Terdakwa Aris Susanti Binti Gofur, Nurman Bin Gofur, menjalani sidang di ruang Kartika 1 PN Surabaya, secara vidio call, Rabu (25/01/2023). Foto bawah: Victor Sinaga,SH, Penasehat Hukum terdakwa Aris Susanti dan Nurman, dipersidangan.
Foto atas: Terdakwa Aris Susanti Binti Gofur, Nurman Bin Gofur, menjalani sidang di ruang Kartika 1 PN Surabaya, secara vidio call, Rabu (25/01/2023). Foto bawah: Victor Sinaga,SH, Penasehat Hukum terdakwa Aris Susanti dan Nurman, dipersidangan.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu seberat 10 gram, yang telah dikirim sebanyak dua kali, kepada pembelinya yang merupakan tahanan kasus sabu di rumah tahanan Polrestabes Surabaya, dengan para terdakwa Aris Susanti Binti Gofur ( pengirim sabu 10 gram disediakan di celana dalamnya), Terdakwa Nurman Bin Gofur, Terdakwa Beni Erfandi alias. Andik Bin Salamun, dan Terdakwa Fabhian Eka Purnama Bin Achmad Arief ( ketiganya merupakan tahanan kasus sabu), diruang sidang Kartika 1 PN Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim Ketut Tirta, Rabu (25/01/2023).

100%100%

Sidang dengan agenda Jaksa menghadirkan saksi penangkap Achmad Afandi, Dzkrullah Ahmad anggota Polrestabes Surabaya, kedua saksi bergantian memberikan keterangan dipersidangan, Beni yang menjual sabu kepada pelanggan di dalam sel, Nurman yang menyuruh adiknya Aris mengantarkan sabu ke rumah tahanan Polrsatabes Surabaya, setelah sebelumnya Aris mengambil sabu dengan cara ranjau, sedangkan modal.untuk membeli sabu 10 gram adalah uang dari Fabhian," jelas saksi.

Saat ditanya oleh majelis hakim, siapa otak atau dalang dari semua yang dilakukan para terdakwa, 

" Beni adalah otak dari semua ini, karena Beniiliki akses pembeli diluar yang mulia,

Bagaimana keterangan saksi, ketiga terdakwa membenarkan, kecuali Aris Susanti, yang tidak tau.menahu tentang.penjualan sabu di dalam penjara, 

" Kalau yang.menjual di dalam saya tidak tahu, saya hanya mengantar sabu saja yang mulia," jelas Aris.

Saat pemeriksaan para terdakwa, Aris mengaku sudah dua kali mengantar sabu, yang menyuruh Nurman, dan diberi upah 500 ribu, untuk pengiriman pertama berhasil.

Sedangkan Nurmanembenarkan semuanya, dikatakan nurman kalau yang memadai adalah Fabhian, dan yang menjualkan Beni.

Terdakwa Aris dan Nurman merupakan kakak adik, yang didalam persidangan memiliki penasehat hukum Victor Sinaga, terhadap para terdakwa akan menjalani sidang agenda tuntutan pada Rabu pekan depan.

Dalam dakwaan JPU Dicky Aditya dari Kejari Perak, menyatakan para terdakwa, Aris Susanti, Nurman, Beni dan Fabhian, telah melakukan tindak pidana " perbuatan Permufakatan Jahat Untuk melakukan Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I” 

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam agenda saksi penangkap, yakni saksi Ely Yuniawati, Achmad Afandi, Dzkrullah Ahmad anggota Polrestabes Surabaya.

Saksi Polwan Ely Yuniawati menerangkan untuk terdakwa Aris Susanti dilakukan pemeriksaan fisik badan, sampai ditempat yang tabu untuk diperiksa,

" kami melakukan pemeriksaan badan terdakwa Aris Susanti, saat pada celana dalamnya kita temukan kresek hitam yang didalamnya ada bungkus kopi berisi sabu seberat 10 gram," jelas saksi Ely.

Para terdakwa di dalam persidangan juga didampingi oleh Penasehat Hukumnya Viktor Sinaga, yang akan mendampingi para terdakwa sampai selesai.

Diketahui, pada hari Minggu tanggal 25 September 2022 Terdakwa Nurman, Beni Erfandi dan Fabhian Eka Purnama, yang merupakan tahanan Polrestabes Surabaya, sepakat membeli sabu dengan tujuan dijual kembali.

Selanjutnya terdakwa Beni Erfandi menghubungi Vikri alias Number Uno (DPO) untuk memesan sabu sebanyak 10 gram.

Selanjutnya terdakwa Nurman , Beni Erfandi dan terdakwa Fabhian Eka Purnama membayar uang muka sabu Rp.2 juta, kepada Vikri alias Number Uno (DPO) melalui Transfer.Uang yang digunakan milik terdakwa Fabhian Eka Purnama.

Terdakwa Nurman menghubungi terdakwa Aris Susanti,meminta untuk mengambil sabu, dikatakan kepada Aris Susanti sabu yang diambil nantinya akan dijual di rumah tahanan Polrestabes Surabaya, dijanjikan upah 300 ribu untuk terdakwa Aris Susanti.

Selanjutnya tanggal 29 September 2022 Terdakwa Aris Susanti mengantarkan sabu 10 gram ke rumah tahanan Polrestabes Surabaya.Sabu tersebut diterima 

Terdakwa Nurman, Terdakwa Beni, Terdakwa Fabhian Eka Purnama, dijual kepada para tahanan dengan harga Rp.200 ribu sampai Rp.400 per poket.

Dari hasil menjual sabu, Terdakwa Nurman, Beni Erfandi, Fabhian Eka Purnama, mendapatkan keuntungan sebesar Rp.3 juta.

Sementara Terdakwa Aris Susanti menerima Rp.300 ribu, sedangkan Rp.700.000,- dibagi rata ke Nurman, Beni, dan Fabhian.

Selanjutnya hari Jumat 07 Oktober 2022, ketiga terdakwa memesan lagi sabu sebanyak 10 gram kepada Vikri alias Number Uno (DPO), untuk dijual ke rumah tahanan Polrestabes Surabaya. Dibayar uang muka Rp.2 juta dari pembelian 10 gram sabu.Kembali terdakwa Aris Susanti diminta untuk.mengambil sabu dengan upah Rp 300 ribu.

Pengambilan sabu dari seseorang yang tidak dikenal dengan cara ranjau di Jalan Tambak Asri Surabaya.Setelah sabu dikuasai oleh terdakwa Aris Susanti seberat 10 gram, kemudian dibawa ke rumah tahanan Polrestabes Surabaya, dikemas kopi warna hitam, dibungkus kresek hitam, disimpan dalam celana dalam Terdakwa Aris Susanti.

Sesampainya didepan kantor Polrestabes Surabaya, Aris Susanti ditangkap oleh saksi Ely Yuniawati, Saksi Achmad Afandi, Saksi Dzkrullah Ahmad merupakan anggota polisi.

Dilakukan penggeledahan ditemukan sabu 9,085 gram di dalam celana dalam Terdakwa Aris.

Dilakukan pengembangan berhasil menangkap Terdakwa Nurman, Beni dan Fabhian.Maksud membeli sabu untuk mendapatkan keuntungan dan bisa sekalian mengkonsumsi sabu.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper