suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

GASAK UANG KONTRAKAN YANG DIBAYAR DIAWAL, MENIPU SEBESAR Rp.88 JUTA, HAKIM MENILAI KETERANGAN WILLIAM PATRICK TJAH, BANYAK KEJANGGALAN

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa William Patrick Tjah, tidak ditahan(tanpa rompi), menjalani sidang agenda pemeriksaan terdakwa, diruang Kartika 2 PN.Surabaya, Rabu (25/01/2023).
Foto: Terdakwa William Patrick Tjah, tidak ditahan(tanpa rompi), menjalani sidang agenda pemeriksaan terdakwa, diruang Kartika 2 PN.Surabaya, Rabu (25/01/2023).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana penipuan uang kontrakan yang dikatakan kepada korban adalah miliknya yang dipindahkan kepada korban membayar biaya diawal, hanya siapa saja, dengan terdakwa, William Patrick Tjah, diruang Kartika 2 PN.Surabaya,Rabu (25/01/2023).

Dalam dakwaan JPU Uwais Deffa I Qorni, menyatakan bahwa, terdakwa "dengan sengaja dan melawan hukum, menggunakan nama palsu, atau martabat palsu, dengan tipu-muslihat ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu atau supaya memberi hutang maupun untuk menghapuskan piutang."

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sidang kali ini dengan agenda pemeriksaan terdakwa William Patrick Tjah, yang menceritakan awal permasalahan sehingga dirinya menjadi terdakwa walaupun dipersidangan tidak menggunakan rompi tahanan, tidak ditahan.

"Perkaranya uang kontrakan dituduhkan ke saya tidak dibayarkan ke pemilik rumah, awalnya saya kontrak rumah di tahun 2020 di Pakuwon City Cluster Long Beach S5 No. 16, Kalisari, Mulyorejo,Surabaya, baru saya tempati 8 bulan, mama saya mau tak over dari sisa 3 bulan kontrakan saya," jelas saksi.

" mama saya tinggal disana dengan temannya, saya punya keluarga sendiri, saat itu mama saya minta nomer rekening saya, saya pikir mama mau transfer yang 18 juta, untuk sisa 3 bulan.mama tinggal, ternyata mama transfer 88 juta," tambah saksi.

/

Menurut terdakwa William kelebihan uang 70 juta yang ditransferkan mamanya, adalah uang perpanjangan kontrak satu tahun ke depan sebesar 70 juta, uang transfer 88 juta berasal dari Judi Johanis, yang saat itu.bernegosiasi akan melanjutkan kontrakan tersebut.

"Memang bukan urusan anda, tapi uang kontrakannya ada di anda itu jadi masalah," kata hakim.

" uang yang saya berikan pak Andi 40 juta, yang 30 juta saya kembalikan ke mama saya, yang 18 juta kan memang hak saya, untuk sisa 3 bulan yang tak over mama saya," tidak mau kalah menjawab dipersidangan.

" kamu tau ada somasi ke kamu, tandanya ada yang harus diklarifikasi, kenapa kamu kembalikan uang yang bukan hak mu, sedang sejak.di somasi sampai sekarang tidak ada komunikasi," terang hakim.

" Banyak kejanggalan dari keteranganmu, matamu sudah punya rumah, kenapa tinggal dirumah sisa 3 bulan kontrakanmu, dengan pria yang bukan suaminya lagi, kejanggalan lainnya, kenapa kalau cuma sisa 3 bulan saja, kamu kok itung itung sama matamu sendiri,matamu kok disuruh bayar 18 juta, itu sangat janggal," kata hakim lagi.

Diketahui, Sekitar bulan Februari 2021 di kontrakan Terdakwa William di jalan Pakuwon City Cluster Long Beach S5 No. 16, Kalisari, Mulyorejo,Surabaya.

Terdakwa mengatakan kepada saksi Judi Johanis bahwa kontrakan yang ditempatinya akan segera habis, kurang 3 bulan, pemilik rumah kontrakan orang jakarta.Bila ada yang mau kontrak bisa hubungi terdakwa William.

Selanjutnya saksi Judi Johanis tertarik untuk mengontrak rumah tersebut.Terdakwa William mengatakan biaya sewa setahun Rp. 70 juta, sisa kontrak masih sisa 3 bulan, diganti dengan uang Rp.18 juta, dan saksi Judi Johanis setuju.

Pada tanggal 18 maret 2021, terdakwa William mengatakan pemilik kontrakan susah menagih uang kontrakan, Judi mentransfer ke rekening BCA an.William Patrik Tjah, sebesar Rp.88 juta.

Dan saksi Judi mulai mengontrak rumah terhitung 1 april 2021 sampai Juli 2022.

Pada bulan April 2021 saksi judi memasukkan barang-barangnya dan mulai menempati rumah kontrakan tersebut, sejak bulan Juni 2021, saksi Judi Johanis pergi ke Jakarta kemudian dilanjutkan ke Samarinda.

Sekitar bulan September 2021 saat kembali ke kontrakan, setibanya disana rumah kontrakan sudah ditempati saksi Tjong Indrihartini

Sebelum.masa kontrak.habis , terdakwa menelpon Andi Firmansyah mengatakan akan memperpanjang kontrak satu tahun, ditempati ibunya liong Tini Sulastri Liono.

Saat Andi meminta uang kontrak rumah, terdakwa metrasfer 40 juta, dikatakannya sebagai pembayaran awal, akan segera melunasi.

 Namun di bulan juni 2021, terdakwa berkata kalau tidak.jadi.meneruskan kontrak, meminta uang dikembalikan setengahnya.Saksi Andi.mentransfer ke rekening BCA sebesar Rp 20 juta, an.Liong Tini Sulastri Liono.

Sementara saksi Judi Johanis telah membayar sebesar Rp.88 juta untuk.kontrak rumah tersebut,tapi ditempati orang lain saat saksi bepergian keluar kota beberapa bulan.

Akibat perbuatan saksi Liong Tini Sulastri dan terdakwa William Patrick Tjah, mengakibatkan saksi Judi Johanis mengalami kerugian Rp. 88.000.000,-.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper