suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gunakan Anggaran Desa Sesuai Program Prioritas Padat Karya dan aspirasi masyarakat

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard
Gresik, (suarapublik.com) - Desa Tirem, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik menggunakan Dana Desa dan Pendapatan transfer Desa lainnya untuk program Padat Karya Tunai (PKT). Sutopo Kepala Desa Tirem saat dihubungi mengatakan hal ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kepala Desa agar menggelontorkan dana desa untuk program padat karya tunai.

Untuk diketahui, program padat karya tunai bertujuan untuk memberikan penghasilan kepada pekerja harian yang tidak punya pendapatan.

“Ini (program padat karya tunai) bisa juga secara masif dilakukan dan dijalankan dalam rangka skema dana desa,” ujarnya.

Dia mengatakan, dana desa bisa digunakan untuk dua hal, Pertama, dana desa bisa digunakan untuk menyediakan bantuan sosial bagi warga desa dan kedua bisa digunakan untuk mengadakan program padat karya tunai berupa pembangunan infrastruktur desa atau selainnya.

Menurutnya, sistem padat karya tunai dapat memberikan daya tahan ekonomi desa, mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian desa maupun pendapatan masyarakat desa.

“Kalau yang dilibatkan dalam sistem padat karya tunai ini adalah penggangguran atau setengah pengangguran. Maka, mereka dapat pekerjaan dan peredaran uang pasti akan terjadi, konsumsi meningkat dan ini akan memberikan daya tahan ekonomi,” tegas dia.

 

“Di Desa Tirem sudah efektif dan efisien serta keterlibatan masyarakat dalam bekerja sudah muncul. Sehingga, dana desa sudah sangat dirasakan oleh masyarakat desa,” sambung dia.

lanjut Sutopo, PKT ini adalah kerja bakti, tetapi dibayar sesuai aturan. Pengerjaan proyek tidak dilakukan oleh pihak ketiga tetapi warga desa setempat. “Bahkan kalau perlu bahan bangunan diperoleh dari desa setempat seperti batu, kayu, atau pasir. Jadi ini bisa meningkatkan ekonomi warga setempat,” ujarnya.

“Ditambahkan, konsep padat karya tunai ini bisa dilihat dari sisi positif seperti kegotong-royongan dan kerukunan warga bisa terpelihara,” pungkasnya.

Menurutnya, Semua proyek pekerjaan sudah dikerjakan sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) yang tertata dalam APBDes.

Dan sudah sesuai karena telah dibahas dalam Musdes yang menjadi keputusan tertinggi di Desa. Sutopo juga menyampaikan, bahwa pekerjaan proyek tersebut sudah sesuai dengan RAB dan tidak ada penyimpangan anggaran.

“Yang pasti kami kerjakan sesuai dengan RAB, dan anggaran serta pekerjaan secara transparan tidak ada yang ditutup- tutupi, Dana Desa itu sudah sesuai dengan aturan lewat permendes dan telah dilaksanakannya Musdes,” pungkasnya.(imam/ M)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper