suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Bentuk percepatan Gresik kabupaten Lengkap, BPN Gresik didukung banyak pihak termasuk para pemuka agama

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Gresik, suara-publik.com - Sebagai bentuk percepatan Gresik Kabupaten Lengkap, Badan Pertanahan Nasional (BPN) didukung berbagai pihak. Salah satunya pejabat pembuat akta tanah (PPTT) hingga pemuka agama.

Dukungan itu secara langsung diungkapkan usai kegiatan Halal Bi Halal bersama BPN Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (5/5/2023) malam.

Pemuka agama islam baik Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah siap menyukseskan program sertifikasi wakaf masjid, mushola maupun lembaga pendidikan Islam lainnya.

Kemudian, perwakilan agama Kristen, Katholik, Hindu, Budha maupun forum keberagaman juga berkomitmen yang sama. Mereka ingin rumah ibadah memiliki payung hukum pertanahan yang sah.

Ketua PDM Muhammadiyah Gresik, Muhammad Thoha Mahsun menyampaikan pentingnya sertifikat tanah sebagai bukti kepemilikan. Untuk itu, dia mendorong agar ada percepatan.

"Kami siapkan data, seluruh tanah dan aset agar seluruh milik Muhammadiyah memiliki sertifikat," katanya yang diamini pengurus NU yang siap bekerjasama dengan BPN.

Ungkapan yang sama diungkapkan Joko Pratomo. Ketua Forum Cinta Keberagaman Gresik ini siap memfasilitasi ummat minoritas untuk mendapatkan alas hak yang sama dalam pemenuhan pertanahan.

"Seluruh tempat ibadah maupun rumah doa agama harus terfasilitasi. Kami siap berkolaborasi dan membantu, utamanya agama minoritas Kristen, Budha (Konghucu) maupun Hindu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPN Gresik, Asep Heri yakin dukungan berbagai unsur diantaranya pemerintah daerah, TNI-Polri, serta pemuka agama akan mempercepat Gresik Kabupaten Lengkap.

"Dari 900.000 bidang tanah yang ada di Kabupaten Gresik, tinggal 60.000 yang harus diselesaikan. Mudah-mudahan diberi kesehatan, diberi kekuatan, kelancaran dan kesuksesan," ungkap dia.

Asep juga menjelaskan, target lain yang dicanangkan oleh pihaknya guna membantu mewujudkan adalah sertifikat tanah wakaf tempat ibadah. Baik agama Islam maupun lainnya.

"Harus selesai teridentifikasi, terinventarisasi, dipetakan juga bulan ini," ucap Asep.

Tidak hanya itu, BPN Gresik juga sedang berusaha untuk dapat menyelesaikan Kawasan Pelindo di tiga kelurahan yakni, Kroman, Lumpur dan Kemuteran. Berupa menyelesaikan 5,7 hektare diterbitkan hak pengelolaan atas nama Pelindo, sementara 927 bidang sertifikat diterbitkan atas nama warga pada tiga kelurahan tersebut.

"Itu merupakan permasalahan mulai tahun 1970-an, diselesaikan zaman kita ini. Win-win solutionnya, diterbitkan HGB di atas HPL. Semua ini target pada 2023, termasuk Gresik Kabupaten lengkap. Ini artinya, seluruh bidang tanah di Kabupaten Gresik terukur, terpetakan. Sisanya di 112 desa, 26.000 hektare, kurang lebih 60.000 bidang, itu harus kita selesaikan di tahun ini," kata Asep yakin Gresik Kabupaten Lengkap segera terwujud. (imam/Muhammad).

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper