suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kecam Aksi Intimidasi dan Kekerasan Terhadap Jurnalis, GOP Minta Aparat Bertindak Tegas Tangkap Pelaku

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard
GRESIK.(suarapublik.com) - Aksi intimidasi dan kekerasan terhadap seorang jurnalis dari sebuah media online nasional oleh beberapa orang tak dikenal saat melakukan investigasi digudang BBM ilegal yang diduga milik PT Indo Waru Forsa mendapat kecaman dari berbagai pihak salah satunya dari grup GOP (Grup Online Produktif). 

GOP yang merupakan grup media Online Pokja Polres Gresik mengecam tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis saat melakukan tugas liputan di lapangan. Karena ini jelas melanggar UU Pers 40 tahun 1999.

Hamdani Andrianto atau yang lebih dikenal dengan panggilan Dani merupakan jurnalis dari sebuah media Online Nasional yang juga merupakan anggota dari grup GOP Pokja Polres Gresik. 

Saat ditanyai oleh awak media, Dani membenarkan bahwa dirinya telah mendapat perlakuan tak pantas berupa intimidasi dan kekerasan oleh sekelompok orang yang tak dikenalnya saat melakukan investigasi BBM ilegal didaerah krian, sidoarjo.  

Dani kemudian menceritakan awal kejadian bermula saat dirinya mendapat informasi adanya aktifitas BBM ilegal dikawasan pergudangan yang sebelumnya pernah digerebek oleh Polda Jatim. 

Dari informasi itu kemudian dirinya memutuskan untuk mencari tahu kebenarannya dengan mendatangi lokasi pergudangan yang berada di Kawasan Industri Kencana Trosobo Krian Sidoarjo. 

Saat dirinya memasuki lokasi pergudangan yang diduga dijadikan gudang penyimpanan BBM ilegal tersebut, dirinya sempat mengambil gambar dan video tapi tak berselang lama setelah dirinya didatangi oleh beberapa orang tak dikenal. 

"Tiba-tiba saya dipegangi oleh beberapa orang, kemudian tas saya digeledah, saya diarak dan ditarik-tarik dan dipaksa untuk melepas pakaian," akunya kepada awak media, Jumat (19/05/2023). 

Tidak hanya itu, saat tasnya digeledah id card pers nya juga di foto, kemudian handphone sempat diminta dan dipaksa untuk menghapus foto-foto dokumentasi yang telah didokumentasikan oleh dirinya, namun dirinya bersikeras untuk menolak. 

"Ada sekitar 6-7 orang yang saat itu sedang mengintimidasi dirinya, dan kejadian ini juga disaksikan oleh dua orang pihak keamanan atau security yang menjaga kawasan gudang tersebut. Kemudian ada orang yang berpenampilan tegap dan berambut cepak mendatangi saya. Orang itu mengambil senjata dari mobilnya langsung menodongkan ke kepala saya," terangnya sambil ketakutan. 

"Foto dan alamat rumahmu sudah saya ketahui, jika terjadi apa-apa dengan tempat kerjaan saya, kamu saya kejar," ujar Dani meniru ucapan oknum yang mengaku TNI tersebut. 

Dani pun tak berkutik dengan ancaman tersebut, karena rasa takutnya Dani memilih berdiam diri dirumah saja beberapa hari. Ada inisiatif untuk berkoordinasi dengan pihak TNI (belum mau menyebutkan kesatuan mana), untuk mencari tahu apa benar orang yang telah menodongkan senjata api di kepalanya waktu itu benar-benar anggota TNI.  

"Ini saya juga berkoordinasi dengan pihak TNI, dengan tujuan untuk memastikan apakah benar yang bersangkutan adalah anggota TNI," ucapnya. 

Mengetahui hal ini Chandra ketua grup GOP Pokja media Online Polres Gresik mengecam keras dan menyesalkan terjadinya tindak intimidasi dan kekerasan yang masih marak terjadi terhadap rekan-rekan jurnalis saat melakukan tugas investigasi di lapangan. 

"Saya dan rekan-rekan GOP mengecam keras tindak intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan termasuk yang terjadi terhadap saudara Dani," Ucap Chandra. 

"Sering kali pengusaha ilegal menyewa jasa preman jalanan untuk mengawal dan menjaga lokasi usaha mereka yang tidak berijin dan melanggar hukum agar aktifitas mereka terlindung dan tidak terbongkar oleh rekan-rekan jurnalis maupun LSM," lanjut Chandra. 

Tidak jarang hal inilah yang menimbulkan benturan di lapangan antara rekan-rekan jurnalis dengan para preman. Dan sering kali rekan-rekan jurnalis yang menjadi korban intimidasi dan kekerasan dari para preman tersebut. 

"Penodongan Senpi olek oknum preman yang mengaku anggota TNI kepada rekan jurnalis jelas-jalas sebuah preseden buruk yang harus segera disikapi oleh aparat penegak hukum sebelum jatuh korban. Tindakan Koboi seperti itu tidak boleh terjadi lagi," Tegas Chandra. 

Oleh sebab itu Chandra meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera merespon dan bertindak tegas untuk menangkap para preman jalanan yang sudah melakukan tindak intimidasi dan kekerasan terhadap rekan-rekan jurnalis dan segera diproses sesuai hukum yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang lagi," Pungkas Chandra.(imam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper