suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Beli 4 Botol Pil Koplo Sebanyak 3875 Butir, Dijual Ngecer, Residevis Giran Prayugo Masuk Bui Lagi

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Rachmad Giran Prayugo bin Wagiran, menjalani sidang dakwaan, saksi dan pemeriksaan terdakwa, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Rachmad Giran Prayugo bin Wagiran, menjalani sidang dakwaan, saksi dan pemeriksaan terdakwa, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana penyalahgunaan peredaran jenis obat keras jenis tablet warna putih berlogo LL sebanyak 4 botol plastik, total berisikan 3875 butir, dibeli seharga Rp.3 juta, dari Saprol (DPO), dengan terdakwa Rachmad Giran Prayugo bin Wagiran, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim Suparno.

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Estik Dilla Rahmawati, dari Kejari Tanjung Perak,menyatakan bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana 

"Mengedarkan sediaan farmasi berupa obat yang tidak memiliki ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan," 

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Atau,

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Saksi penangkap Abdullah dsn Wahyu, anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak dihadirkan JPU dipersidangan, saksi mengatakan telah menangkap terdakwa Giran di rumah kontrakan jalan jalan Raya Kalisari Timur, "saat digeledah dalam lemari pakaian kita temukan 3 botol plastik jumlah total 2.865 butir, membeli dari Saprol masih DPO, membeli seharga Rp.3 juta," jelas saksi.

Terhadap keterangan saksi, terdakwa Giran membenarkan, terdakwa mengaku mendapat untung 10 ribu dari 10 butirnya, dan Terdakwa juga pernah dihukum terkait perkara yang sama dijerat dengan UU kesehatan juga.

Berawal pada hari Kamis 16 Maret 2023 jam 20.30 wib terdakwa Rachmad Giran Prayugo bin Wagiran membeli obat keras jenis tablet warna putih berlogo LL sebanyak 4 botol plastik, total berisikan 3875 butir dari Saprol (DPO), dengan cara ranjau di sekitar pinggir jalan daerah Betro Kec. Sedati Sidoarjo, Seharga Rp.3 juta, baru dibayar 500 ribu cara transfer ke rekening Saprol, sisanya dibayar setelah barang laku terjual.

Selanjutnya terdakwa pulang kerumah,1botol berisi 1000 butir pil berlogo LL, dibagi lagi menjadi 100 klip plastik kecil, satu klip berisi 10 butir, yang 3 botol masih disimpan dalam tas kain dalam lemari pakaian. Terdakwa menjual pil dobel LL tersebut per klip isi 10 butir seharga 20 ribu hingga 25 ribu, keuntungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari.

Selanjutnya saksi Abdullah dan saksi Wahyu Darmawan, dan tim anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak,mendapatkan informasi dari masyarakat, melakukan penangkapan terhadap terdakwa hari Jumat 24 Maret 2023 jam 07.30 wib, di kontrakan terdakwa jalan Raya Kalisari Timur 7B, RT.001 RW.005 Kel.Kalisari Kec.Mulyorejo Surabaya.

Dilakukan penggeledahan didapatkan sebuah tas kain warna putih, didalamnya terdapat 3 buah botol plastik warna putih berisikan obat keras jenis tablet warna putih berlogo LL, sebanyak total 2.865 butir. 1 bendel klip plastik, dan 1 unit handphone merk Oppo 37A, ditemukan dalam lemari pakaian. Barang bukti tersebut digunakan di dalam persidangan.<

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper