Surabaya - Suara Publik. Sebagai Pemimpin ternyata tidak gampang, selain pintar dalam managemen penataan administrasi wilayah, kependudukan. Pemimpin juga harus pandai ngemong dan komunikasi dengan warganya. Camat Sukolilo Kanti Budiarti, S.Sos, M.Si. memang pintar dalam administrasi kependudukan, namun kurang dalam komunikasi dengan warga. Hal itu terlihat saat Kanti memerima pengunjuk rasa. Dimana para pengunjuk rasa terkait bangunan strend kali ditemui Musipika. Kanti menyuruh warganya untuk menagih janji pada yang bersangkutan.
Padahal yang bersangkutan itu adalah Presiden Jokowi dari PDIP, berikut ini ulasan Suara Publik saat meliput demo tersebut. Ratusan warga strenkali medokan semampir Surabaya siang tadi mengadakan aksi untuk menuntut haknya ke Kecamatan Sukolilo. Tak tanggung-tanggung, hampir seluruh warga mulai dari balita sampai orang tua rela berjalan kaki dari wilayah Medokan Semampir Ke Kecamatan Sukolilo. Mereka berjalan kaki kurang lebih jarak tempuhnya 10km.
Saat dikonfirmasi koordinator aksi bernama Budi menyatakan "kami rela berpanas-panasan atau jauh sekalipun tetap akan kami tempuh. ini soal status tempat tinggal kami mas dan warga juga sudah siap dengan segala resikonya", jawab budi.
Masih Budi, kami tidak ingin direlokasi atau dipindah ke rusunawa, karena itu sama saja mengusir kami secara halus. Kalau dirusun, sampai kapanpun kami disuruh sewa. Padahal sesuai notulensi pertemuan dengan Gubernur serta keputusan menteri dalam negeri sudah sangat jelas bahwa sanya harus ada penataan tanpa ada penggusuran.
Makanya kami berharap dengan aturan itu dan kami ingin sesuai konsep jogo kali. Aksi ini bukan cuman warga, tapi kami meminta dukungan kepada elemen-elemen lain yang peduli dengan tindakan semena-mena ini" tambah Budi disela-sela orasinya.
Apa yang dikatakan Budi tentang dukungan elemen memang benar ada nya. Dalam pantauan Suara Publik, terlihat elemen-elemen dari PWSS, GARAD, GOIB yang tergabung dalam SANTIKA(Solidaritas Aktifis Anti Kekerasan) turut serta.
Aksi tersebut direspon oleh Muspika Camat, Danramil juga Kapolsek menemui para pengunjuk rasa. "saya disini cuman kepanjangan tangan dari pemerintah,karena diatas saya masih ada Walikota, Gubernur dan Presiden. Jadi saya tidak berwenang dengan aturan-aturan, perda-perda atau kontrak politik siapapun. Silahkan warga menagih ke yang bersangkutan",terang Kanti Budiarti, S.Sos, M.Si. Camat Sukolilo saat menemui pengunjuk rasa di aula Kecamatan.
Masih Kanti Budiarti, soal pengairan, silahkan warga bertanya ke BPWS selaku dinas yang berwenang tentang tanah strend kali, tambahnya. Mendengar jawaban itu Nano selaku Ketua Garad yang mengikuti jalannya audiensi itu tampak geram. "anda itu ibunya warga Medokan, kan tadi sudah disampaikan maksud dan tujuan kami, untuk menyampaikan ke atasan. Sampaikan sesuai laporan warga, lah ini kok malah digelindingkan lagi ke warga. Berarti anda memang sudah tidak becus sebagai pimpinan" ujar nano dengan nada geram.
Nano pun mengajak peserta audiensi untuk meninggalkan ruangan karena dirasa jawaban Camat sangat mengecewakan terkait tuntutan warga. "sesuai kesepakatan bersama,j ika disini tidak bisa memberikan solusi, kami akan usung kasus ini ke Walikota, DPRD, Gubernur bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menagih janji atau kontrak politik kepada Presiden Jokowi yang sudah menandatangani saat masih calon presiden" lanjut Nano disaat menutup orasinya kepada warga medokan.(nn)Editor : Pak RW