suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jual Menir Beras Dan Ketan Hasil Nyolong Dari Gudang PT.AAP Sebanyak 57 Ton, Senilai Rp.640 Juta, Jony Panet Sebagai Pencuri, Abdul Hadi Sebagai Penjual, Keduan

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Abdul Hadi alias Joker bin Kasemo.(39), menjalani sidang di ruang Garuda 1 PN.Surabaya, secara vidio call, Senin (05/06/2023).
Foto: Terdakwa Abdul Hadi alias Joker bin Kasemo.(39), menjalani sidang di ruang Garuda 1 PN.Surabaya, secara vidio call, Senin (05/06/2023).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana melakukan penjualan dan penadaan dari hasil mencuri dalam Gudang PT. ALU AKSARA PRATAMA (AAP) jalan Kalianak Barat No.55,Surabaya, berupa menir beras dan menir ketan sebanyak 1.140 Sak X 50 Kg = 57 Ton, dijual kepada penadah dengan harga dibawah pasaran, dengan kerugian sebesar Rp. 640.776.000,- dalam kurun waktu Tahun 2022 sampai bulan Januari 2023, dengan terdakwa Abdul Hadi alias Joker bin Kasemo.(39) warga Driyorejo Gresik atau Kedamean Gresik, dipimpin hakim ketua Sudar, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, secara vidio call, Senin ( 05/06/2023).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bunari dan Dwi Hartanta, dari Kejati Jatim.Menyatakan bahwa terdakwa Abdul Haris alias Joker telah melakukan tindak pidana, "membeli, menyewa, menukar menerima gadai, menerima hadiah atau untuk menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadai, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan suatu benda, yang diketahui diperoleh dari kejahatan." Sebagaimana ketentuan Pasal 480 Ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, Atau, Sebagaimana ketentuan Pasal 481 ayat (1) KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Diketahui, awalnya terdakwa Abdul Hadi alias Joker kenal dengan Jony Panet ( berkas terpisah), dan Terdakwa disuruh Jony Panet untuk menjual meniru beras dan menir ketan. hasil.mencuri dari PT. Alu Aksara Pratama.Terdakwa Hadi menyanggupi dan mencari pembeli hingga dapat menjual sampai 8 kali.

Menjual menir beras dan menir ketan Kepada Saksi Suyono 5 kali 140 Sak sebanyakn7 Ton, mendapatkan uang sebesar Rp. 35.700.000,- diberikan kepada Jony Panet sebesar Rp.21 juta, terdakwa mendapatkan Rp.14.700.000,-.

Kedua sebanyak 140 Sak, seberat 7 Ton, mendapatkan uang Rp.36.400.000,- Diserahkan ke Jony Panet Rp 21 juta, terdakwa mendapatkan Rp.15.400.000,-

Ketiga sebanyak 150 Sak berat 7.5 Ton, Terdakwa mendapatkan uang sebesar Rp. 39.000.000,- Di berikan kepada Jony Panet Rp 21,5 juta, terdakwa mendapatkan Rp.17,5 juta.

Ke empat sebanyak 145 Sak, berat 7 Ton, terdakwa mendapatkan uang sebesar Rp. 37.700.000,- Di berikan kepada Jony Panet Rp 23,2 juta, terdakwa mendapatkan Rp.14,5 juta.

Kelima sebanyak 150 Sak, berat 7 Ton Terdakwa mendapatkan uang sebesar Rp. 43.500.000,- Jony Panet Rp 24 juta, terdakwa mendapatkan Rp.19, 5 juta.

Kepada saksi Edianto Bin Sa'i sebanyak 3 kali.140 Sak, 140 sak, 140 sak.Terdakwa mendapatkan uang hasil penjualan menir beras dan menir ketan dari Suyono, Edianto secara tunai pada hari itu juga, Selesai bongkar dan Terdakwa berikan kepada Joni Panet pada hari itu juga secara tunai.

Terdakwa dalam mengantarkan menir beras dan menir ketan kepada pembelinya selalu pada waktu malam hari, sehingga para saksi sebagai pembeli seharusnya patut menduga bahwa barang tersebut didapat dari hasil kejahatan.

Keuntungan Terdakwa semenjak menjual menir beras dan menir ketan tersebut sejak tahun 2022 s/d 3 Januari 2023 sebanyak 8 kali sebanyak 1.140 Sak X 50 Kg = 57 Ton.total keuntungan yang Terdakwa terima kurang lebih sebesar Rp. 91.350.000,- 

Menir beras dan Menir ketan yang dijual oleh Terdakwa adalah hasil mengambil tanpa ijin yang berhak yang dilakukan oleh Jony Panet (berkas terpisah) dan kawan-kawan dari Gudang PT. ALU AKSARA PRATAMA (AAP) jalan Kalianak Barat No.55 Kel. Kalianak Kec. Asemrowo Surabaya.

Berdasarkan hasil Audit bahwa Menir beras dan menir Ketan yang hilang yaitu, untuk Menir Beras Pakistan sebanyak 700 Sak dan untuk Menir Ketan Thailand sebanyak 620 Sak, dengan nilai kerugian sebesar Rp 640.776.000,-.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper