suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dituduh Pemerkosa Oleh Jaksa, Hakim Tidak Sepakat, Marnito di Vonis 4 Tahun

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Marnito, menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, Selasa (13/06/2023).
Foto: Terdakwa Marnito, menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, Selasa (13/06/2023).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Marnito warga Madura diputus bersalah melakukan Penipuan terhadap perempuan asal Aceh berinisial R, oleh Ketua Majelis Hakim Suparno di ruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Selasa, (13/06/2023).

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Suparno,yang tidak Sependapat Dengan JPU , Terdakwa tidak terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 285 tentang pemerkosaan dan pasal 368 tentang pemerasan , sehingga Majelis Hakim menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan Pidana Penjara selama 4 tahun, sebagaimana terbukti telah melanggar Pasal 378 KUHPidana.

"Terhadap terdakwa diputus bersalah melakukan "Penipuan" dengan Pidana 4 Tahun," kata Hakim Suparno diruang Garuda 2 PN Surabaya.

Atas putusan dari Majelis Hakim, baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir, "pikir-pikir dulu yang Mulia," ucap Marnito yang dihadirkan langsung di persidangan.

Putusan Majelis Hakim tersebut bertolak belakang dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Diah Ratri Hapsari dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya yang sebelumnya terhadap terdakwa Marnito dituntut dengan Pidana penjara selama 10 tahun karena terdakwa melanggar Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Diketahui dalam dakwaan JPU, terdakwa Marnito dinilai sudah mengambil sejumlah barang dan uang milik R. Malah, ia disebut juga memperkosa pula saat memaksa tinggal bersama dan mengelabuinya.

Marnito menyatakan bisa merampungkan perkara penyerobotan tanah yang dialami R. Bahkan, dalam kurun waktu singkat, yakni sekitar sebulan saja. 

Lantaran tertarik, R diminta Marnito segera menemuinya di kota pahlawan. Sesampainya di Surabaya, Marnito lantas memutuskan untuk rental apartemen yang berlokasi di Surabaya Pusat.

Di sana pula, Marnito bermaksud agar apartemen bisa ditinggali oleh R selama 2 bulan. Bahkan, biaya sewa senilai Rp 40 juta juga sudah disetujui sepihak.

"Agar mudah berkomunikasi, terdakwa (Marnito) akan mengganti biaya sewa," kata Diah dalam surat dakwaannya.

Namun, ketika berada di apartemen, Marnito disebut memaksa R untuk berhubungan intim sembari mengancam tidak akan mengurus perkara bila tak menghendakinya, juga biaya sewa apartemen yang dikatakan tidak akan diganti. 

Hingga akhirnya, R mengalami pendarahan usai bersetubuh dengan Marnito. Bahkan, R mengaku juga sempat dilarikan ke rumah sakit akibat pendarahan itu.

Tak sampai di situ saja, dalam dakwaan, R menyebut Marnito juga sempat minta uang sekitar Rp 65 juta di awal dan Rp 70 juta setelah pertemuan dengan alasan untuk mengurus biaya perkara. Selama tinggal bersama di apartemen itu pula, pria 34 tahun asal Sumenep itu mengambil semua uang milik korban, perhiasan juga mengambil kartu kredit hingga smartphone milik R yang belakangan diketahui digunakan untuk belanja hingga Rp 60 juta. 

Mirisnya, rekening tabungan sekitar Rp 300 juta milik R juga dikuras oleh Marnito. Bahkan, hanya tersisa Rp 28 juta saja.

Belum usai, Martino meminta R untuk mengirimkannya uang lagi senilai Rp 20 juta melalui aplikasi cashless. Hingga akhirnya, masalah sewa apartemen di jantung kota pahlawan itu habis.

Selanjutnya, R berpindah dan sewa hunian. Di sana, Marnito kembali mengambil barang milik R berupa Apple Macbook, iPad dan Dokumen milik korban.

Usai hal tersebut, Marnito menjanjikan R untuk dinikahi. R pun menyetujuinya dan mengaku terpaksa karena diancam. Sehingga, tak bisa menolak permintaan Marnito.

"Setiap minta uang, terdakwa mengancam tidak akan mengurus sengketa lahan dan akan menyebarkan video yang direkam menggunakan HP," ujarnya. 

"Bahwa, akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian hingga Rp 500 juta," imbuh dia.

Perbuatan terdakwa Marnito, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP tentang "penipuan", Pasal 285 KUHP tentang "pemerkosaan", dan Pasal 368 ayat 1 KUHP tentang "pemerasan".(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper