suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Beli 4 Butir Pil Ekstacy Rp.1,9 Juta, Tidak Cocok Dengan Pesanan, Hendak Menukar, Keciduk Polisi Dulu, Andreas Dan Imam Dihukum 6,5 Tahun, Denda Rp.1 Miliar

avatar suara-publik.com
Foto: Hakim I Ketut Kimiarsa membacakan putusan terhadap terdakwa Andreas Suprijanto dan Imam Mujahidin, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, Selasa (20/06/2023).
Foto: Hakim I Ketut Kimiarsa membacakan putusan terhadap terdakwa Andreas Suprijanto dan Imam Mujahidin, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, Selasa (20/06/2023).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis pil ekstacy sebanyak butir yang dibeli seharga Rp.1,9 juta dengan terdakwa Andreas Suprijanto anak dari Wiji Harjo dan terdakwa Iman Mujahidin bin Cholil, dipimpin hakim ketua I Ketut Kimiarsa, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online, Selasa (20/06/2023).

Dalam putusan majelis hakim, yang dibacakan oleh I Ketut Kimiarsa, Mengadili, Menyatakan terdakwa Andreas Suprijanto anak dari Wiji Harjo dan terdakwa Iman Mujahidin bin Cholil, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat melakukan tindak pidana Narkotika dan precursor narkotika tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis extacy, Sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Dakwaan Pertama JPU.

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Andreas Suprijanto dan IMAM Mujahidin dengan Pidana Penjara Masing-Masing selama 6 Tahun dan 6 bulan , dan denda Masing-Masing sebesar Rp 1Miliar, 

dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar para Terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Subsidair pidana penjara Masing-Masing selama 8 Tahun.

 

Menyatakan barang bukti, 4 butir pil warna coklat dengan logo Gucci berat 1,82 gram beserta pembungkusnya, 1unit handphone Samsung warna hitam, 1 unit handphone OPPO warna hitam, 1 tas warna biru,

Dirampas untuk dimusnahkan.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Diah Ratri Hapsari dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, dengan pidana penjara 7 tahun, denda Rp.1 Miliar, Subsider 1 tahun penjara.

Terhadap putusan hakim, terdakwa Andreas dan Imam, masih menyatakan pikir- pikir selama tujuh hari kedepan," kami.menyatakan pikir- pikir dulu yang Mulia," katanya.

Demikian pula Jaksa Diah Ratri Hapsari juga menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, pada tanggal 9 Desember 2022 terdakwa Andreas memerima pesanan 4 butir pil ektasi dari Ijah (DPO) melalui chat WhatsApp, kemudian Ijah mentransfer sebesar Rp. 1.950.000 ke rekening Andreas, lalu Andreas menghubungi terdakwa Imam untuk membelikan pil ektasi sebanyak 4 butir ke Hasan (DPO) dengan rincian Rp.1.850.000 untuk 4 butir pil ektasi dan Rp.50 ribu untuk upahnya.

Selanjutnya meraka janjian di Jalan Tidar No 8 Surabaya, namun ternyata 4 butir extacy tersebut tidak sesuai dengan pesanan, sehingga terdakwa Andreas minta tukar.

"Kemudian pada hari Selasa tanggal 13 Desember 2022 sekira jam 11.00 wib, kedua terdakwa menghubungi Hasan untuk mengambil pil ektasi. Berdasarkan infomasi masyarakat di Jalan Kapasan Surabaya adanya transaksi Narkoba, lalu ditindak lanjuti, dari tangan terdakwa Iman ditemukan 4 butir pil ekstacy warna coklat dengan logo Gucci dan satu buah Hand phone.

Kemudian oleh petugas dilakukan pengembangan dan dilakukan penangkapan terhadap terdakwa Andreas Suprijanto pada tanggal 13, Desember 2022.

Atas perbuatan para terdakwa didakwa dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper