suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Miftakhul Ajak Alfian Ambil Ranjauan Sabu 15 Gram dan Pil Koplo 77.000 Butir Di Bypass Jombang, Dititipkan Ke Ismail, Dua Saksi Verbalisan Ungkap Tak Ada Ancama

avatar suara-publik.com
Terdakwa Ismail dan alfian.
Terdakwa Ismail dan alfian.
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu seberat 15 gram dan peredaran daftar obat keras, dengan bahan aktif Triheksifenidil HCI, jenis pil dobel L sebanyak 77 botol (1 botol berisi 1000 butir) total 77 ribu butir, dengan para Terdakwa Alfian Dwi Nur Cahyo Putra bin Sukadi dan terdakwa Ismail bin Yasak, dan terdakwa M.Miftakhul Khoir alias Sipok bin Sutanci ( berkas penuntutan terpisah), diruang Garuda 2 PN.Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim Sutarno, secara online,Selasa (11/07/2023).

Sidang dengan agenda JPU Dewi Kusumawati menghadirkan dua terdakwa secara offline, juga saksi penyidik atau verbalisan dipersidangan. Tiga saksi dihadirkan yakni, Fredy penyidik untuk tersangka Miftakhul, Sri Hartatik penyidik untuk tersangka Ismail, dan Rendi Viktor Silalahi advokat pendamping ismail. Saksi Sri Hartatik mengatakan kalau yang memeriksa terdakwa Ismail dalam BAP, bahwa prosedur dalam pemeriksaan ialah bertanya dan dijawab, setelah diperiksa tersangka membaca terlebih dahulu sebelum tanda tangan,

"Kami bertanya dan dijawab oleh tersangka, selanjutnya hasil BAP kami menyuruh Ismail membaca terlebih dahulu, baru membutuhkan tanda tangan, tidak ada tekanan atau ancaman, proses penyidikan berjalan normal, didepan tersangka Ismail langsung," jelas saksi Sri. "Disaat penangkapan ngakunya bagaimana,"tanya Jaksa. "Barang tersebut titipan tersangka Alfian, barang dalam kardus itu harus disimpan, lalu diberi upah 200 ribu, Ismail mengaku kalau isinya sabu dan pil koplo, ismail perannya menerima titipan, yang menemukan barang dan membuka ya bagian Opsnal di lapangan," terang saksi.

Saat ditanya oleh penyidik, apakah barang tersebut sabu dan pil, saat itu ismail menjawab benar, semua yang disampaikan ke terdakwa selalu dibaca dulu, tidak ada tekanan dan tidak ada yang keberatan saat dipenyidik. Sadak selaku penasehat hukum terdakwa Ismail, mengajukan pertanyaan kepada saksi Sri hartatik, tentang berapa orang penyidik dan ismail didampingi oleh kuasa hukumnya, bertanya panjang lebar kepada PH nya," Ismail ini wong deso, apakah sering bertanya atau komunikasi dengan PH nya, karena kami tidak memegang BAP no.19, tolong dibacakan BAP no.19," tanya Sadak.

Saksi membaca BAP no.19 pertunjukan hakim dibaca dalam hati saja tidak perlu dibacakan secara keras, " bagaimana, sudah dibaca, apakah sudah benar BAP nya," tanya hakim. " Sudah benar yang mulia.Saksi menambahkan kalau barang tersebut ke penyidik sudah kondisi terbuka, untuk.mengetahui kronologinya saat penangkapan dilapangan, penyidik berhak bertanya kepada opsnal yang menangkap.

Terhadap.keterangan penyidik Sri Hartatik, ismail membenarkannya tidak ada penekanan atau ancaman, namun dirinya tidak mengetahui kalau barang yang dititipkan alfian terdapat sabu, " benar tidak ada penekanan  yang mulia, tapi kalau ada sabunya dalam kardus tersebut saya sungguh tidak tahu sama sekali," jelas Ismail.

Saksi Fredy penyidik dalam perkara ini mengatakan, " Saya lebih spesifik pemeriksaan terhadap terdakwa Miftakhul, alfian dan Mifta berteman baik, dia.mengambil kardus ranjauan tersebut bersama alfian, langsung dititipkan ke Ismail, dikatakan oleh alfian kalau barang tersebut tersebut dititipkn ke ismail saja,  dan itu sudah dua kali yang mulia, diberi upah 200 ribu sekali menitipkan, mereka semua tahu kok, kita melakukan konfrontir bareng kok, dibaca juga pemeriksaannya," tegas saksi Fredy.Saksi Rendi Viktor Silalahi advokat pendamping saat penyidikan, juga mengatakan saatnpemeriksaan tidak ada tekanan atau ancaman, " tidak ada tekanan, ancaman dalam pemeriksaan, semuanya dibaca sendiri kok sama ismail," terang Rendi.

Hakim sutarno menunda sidang sampai dua minggu kedepan, guna mendengarkan tuntutan JPU. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Kusumawati, dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan para terdakwa Alfian Dwi Nur Cahyo Putra bin Sukadi dan Ismail bin Yasak, telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu,"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.Atau :Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Juga melakukan tindak pidana peredaran daftar obat keras, jenis pil dobel L, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.Telah diubah dengan Pasal 60 angka 10 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana. Atau :

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana. Berawal pada hari Sabtu tanggal 01 April 2023 sekira pukul 16.00 wib, Terdakwa I Alfian Dwi Nur Cahyo Putra bin Sukadi, dihubungi M.Miftakhul Khoir alias Sipok bin Sutanci untuk mengajak mengambil sabu sebanyak 15 gram dan pil dobel L sebanyak 77 botol, per botol 1000 butir pil dobel L.Yang dipesan Miftakhul dari Ambon (DPO).

Selanjutnya Miftakhul menyuruh terdakwa Alfian menyewah 1 mobil pick up, lalu pada hari Minggu 02 April 2023 jam 17.00 wib, terdakwa Alfian, Miftakhul dan istrinya Dwi Mei Lestari bersama-sama menuju Jombang. Setibanya di Jombang jam 20.00 wib,menuju ke tempat ranjauan yang disepakati yaitu di depan rumah kosong tepatnya di Bypass Jombang.

Setelah berhasil mendapat sabu dan pil dobel L tersebut, menuju kerumah terdakwa Alfian di jalan Sugiwaras RT. 001, RW. 001, Ds. Sidomulyo, Kec. Mantup, Kab. Lamongan untuk menitipkan sabu sebanyak 15 gram, serta pil double L 27 botol di rumah Terdakwa Alfian. Sisanya 50 botol pil dobel L dititipkan di rumah Terdakwa Ismail bin Yasak, di Dsn. Sumur Juwet, Ds. Rumpuk, Kec. Mantup, Kab. Lamongan.

Peran Terdakwa Alfian, yaitu mengedarkan sabu dan pil double L, yang mengambil, menyimpan dan meranjau, Sedangkan Terdakwa Ismail berperan menyimpan Sabu.

Pada hari Rabu tanggal 05 April 2023 sekira pukul 15.00 wib, di Dsn Grogol Ds. Sidomulyo, Kec. Mantup, Kab. Lamongan saat Terdakwa Alfian sedang bekerja,Ditangkap oleh saksi Nanang Rudianto dan saksi Dzikrullah Ahmad Kusnadi anggota Polrestabes Surabaya.

Dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti : 1 unit Handphone Merk Vivo Warna merah. Dilakukan pengembangan melalui Terdakwa Alfian, berhasil ditangkap pula terdakwa Ismail dalam rumahnya Dsn. Sumur Juwet Ds. Rumpuk Kec. Mantup Kab. Lamongan.Dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti: 1 plastik klip  berisi sabu seberat  0,38 gram,  plastik klip didalam berisi sabu seberat 14,74 gram, 77 botol pil koplo dobel L total 77 ribu butir. 2 Timbangan elektrik, 2 pak klip kosong, sedotan skrop, 1 sendok plastic kecil, 1 buah Hp merek Ritmin. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper