suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Buat Keterangan Palsu dalam Akta Otentik, Erick Alami Kerugian Rp 266 Juta, Liliana Herawati Pendiri PmK Dituntut 4,5 Tahun Penjara

avatar suara-publik.com
Terdakwa Liliana Herawati binti Husin, ( pakai rompi tahanan), menjalani sidang agenda tuntutan JPU, diruang Candra, PN Surabaya, Selasa (18/07/2023).
Terdakwa Liliana Herawati binti Husin, ( pakai rompi tahanan), menjalani sidang agenda tuntutan JPU, diruang Candra, PN Surabaya, Selasa (18/07/2023).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, (suara-publik.com) - Sidang perkara tindak pidana memasukkan keterangan tidak benar dalam akta Otentik nomor 8 tanggal 06 Juni 2022, mengakibatkan saksi Erick Sastrodikoro dan Perkumpulan Pembinaan Mental Kyokushinkai (PMK) mengalami kerugian Materiil, Rp.263.933.000,- dan kerugian immaterial dari laporan polisi, menyerang secara pribadi, Erick Sastrodikoro, dengan terdakwa Liliana Herawati binti Husin, diruang Candra,PN Surabaya, Selasa (18/07/2023).

 

Dalam agenda tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis, dari Kejari Surabaya, menyatakan bahwa terdakwa Liliana Herawati terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak Pidana memberikan keterangan tidak benar pada akta otentik, "Sebagaimana diatur dalam Pasal 266 ayat (1 ) KUHPidana, sesuai dengan dakwaan pertama JPU. Terhadap terdakwa dituntut dengan Pidana penjara selama selama 4 tahun dan 6 bulan," kata JPU Darwis di ruang Cakra PN Surabaya.

 

Atas tuntutan tersebut Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan (Pledoi). "Saya serahkan kepada tim Penasehat Hukumnya," kata Terdakwa Liliana Herawati.

 

Diketahui, Terdakwa Liliana Herawati merupakan Pimpinan Pusat dari Perguruan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai ( Perguruan), didirikan oleh Hanshi Nardi T Nirwanto SA, merupakan ayah angkat terdakwa Liliana. Selain sebagai Pimpinan, terdakwa juga merupakan pendiri Perkumpulan Pembinaan Mental Kyokushinkai disebut juga International Karate Organization Kyokushinkaikan(IKOK), berdasarkan Akta No 13, 16/01/2015, dalam akta tersebut sebagai Pendiri DR. KPHA.Tjandra Sridjaya P,SH,MH, Bambang Irwanto dan Terdakwa Liliana Herawati. Salah satu kegiatannya mengelolah dana arisan bagi warga Perguruan maupun masyarakat umum.

 

Ditahun 2019 terdakwa sebagai pendiri, mendirikan Yayasan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai (Yayasan), Pengesahan tanggal 25 Pebruari 2019, dengan kegiatan yang sama yakni Arisan.Pendirian Yayasan ol3h terdakwa dilakukan teguran, namun tidak.mendapatkan respon.

 

Disepakati dilakukan rapat 07/11/2019 di Gedung Srijaya Lantai 4 Surabaya, pihak perkumpulan diwakili saksi Erick Sastrodikoro sebagai Sekjen, dsn saksi DR.KPHA Tjandra Sridjaya P, SH,MH sebagai Ketum. Dari Perguruan diwakili terdakwa selaku Pimpinan Pusat (Kaicho) didampingi DR.AA.Andi Prajitno,Drs,SH,MKn, saksi Alex Suantoro, Ricky Gunawan, Surja Kentjana, Rudi Hartono, dan saksi Vincent Handoko, dengan agenda rapat adalah Diusulkan nama Perkumpulan Pembinaan Mental Karate diganti, Diusulkan untuk Kaicho sebagai Alternative mengundurkan diri, Ketua DPP menyatakan berhenti. Notulen ditandatangani dengan hasil, Merubah nama perkumpulan dan Kaicho mengundurkan diri dari salah satu pendiri.

 

Dari kesepakatan rapat, notulen , Erick mengirim WA kepada terdakwa, mempeetegas pengunduran diri terdakwa, kemudian terdakwa menjawab WA Erick "sy menyambut baik dan setuju dengan apa yang diusulkan shihan Sridjaja juga sesuai dengan suara terbanyak saat rapat, nama perkumpulan dirubah dengan meniadakan nama (Pembinaan Mental karate) kemudian saya keluar dari perkumpulan tersebut sehingga perguruan pembinaan mental karate yang saat ini terpisah dengan perkumpulan”

 

Di bulan Pebruari 2020, Erick dan Kennedy Kawulusan dan Hadi Soesilo kerumah terdakwa, di Jalan Imam bonjol Atas /20-20A Batu, menyerahkan fotocopy Notulen Rapat.Rapat perkumpulan menolak ganti nama Perkumpulan yang sudah berbadan hukum, jika diganti arisan akan kacau.Pengundurqn diri terdakwa dijawab tegas oleh terdakwa. “Saya tetap keluar dari perkumpulan agar bisa membesarkan yayasan,” ujarnya.

 

Pengunduran diri terdakwa dibuat Akta Nomor 16 tanggal 18 Juni 2020, berisi terdakwa mengundurkan diri sebagai pendiri, dibuat Akta Nomor 17 tanggal 18 Juni 2020 dibuat dihadapan Notaris Setiawati Sabarudin, SH. Ketika pertemuan di Batu, terdakwa menanyakan ke saksi Erick Sastrodikoro, tentang keberhasilan arisan yang dikelola Perkumpulan, Erick menyampaikan hasil kerja dana arisan dan  CSR/Donatur sudah mencapai Rp.7 Miliar. Rekening BCA, an.Perkumpulan PMK Kyokushinkai, Deposito uang arisan yang terkumpul tiap bulan, uang arisan telah 100% dikembalikan kepada para peserta.

 

Setelah mendengar keberhasilan pengelolaan arisan mencapai Rp. 7 Miliar,  timbul niat terdakwa untuk mencabut pengunduran dirinya sebagai pendiri dari Perkumpulan. Pada 06 Juni 2022 terdakwa menyuruh notaris DR.AA.Andi Prajitno,SH,.M.Kn, memasukkan keterangan tidak benar dalam akta nomor 8 tanggal 06 Juni 2022 dengan cara terdakwa menyatakan terdakwa tidak pernah mengundurkan diri dari Perkumpulan (IKOK).

 

Setelah berhasil membuat Akta Nomor 8, 06 Juni 2022, digunakan terdakwa untuk melaporkan Erick Sastrodikoro di Mabes Polri. Padahal kenyataannya terdakwa telah menyatakan mengundurkan diri namun di akta nomor 08, tanggal 06 Juni 2022 terdakwa bertindak seolah-olah tidak pernah mengundurkan diri.

 

Akibat perbuatan terdakwa yang menggunakan Akta Nomor 8, 06 Juni 2022, dasar laporan polisi di Mabes Polri mengakibatkan saksi Erick maupun perkumpulan mengalami kerugian Materiil, biaya transport dan operasional selama pemeriksaan  di Mabes Polri sejumlah Rp.263.933.000,-. Kerugian immaterial adanya laporan polisi, telah menyerang secara pribadi, saksi Erick Sastrodikoro atau Perkumpulan. (SAM)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper