suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gara-gara Dititipi Ganja 17 Kg Dirumahnya, Nenek Asfiyatun Dihukum 5 Tahun Bui

avatar suara-publik.com
Terdakwa Asfiyatun (60), menjalani sidang perkara kepemilikan ganja 17 kilogram, dengan agenda putusan hakim, di PN.Surabaya.Senin (24/07/2023).
Terdakwa Asfiyatun (60), menjalani sidang perkara kepemilikan ganja 17 kilogram, dengan agenda putusan hakim, di PN.Surabaya.Senin (24/07/2023).
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com)  - Terdakwa Asfiyatun (60) kembali menjalani sidang di PN.Surabaya. Pasalnya warga Jalan Wonokusumo Kidul 29-B BLK RT02 RW 06 Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir Surabaya dititipkan ganja seberat 17 kilogram.Divonis 5 tahun penjara oleh menjelis hakim, lebih ringan dari tuntutan JPU dengan pidana penjara 7 tahun. Sidang dengan agenda pembacaan amar putusan yang dibacakan oleh ketua hakim Parta Bargawa, Mengadili, Menyatakan  bahwa terdakwa Asfiyatun terbukti bersalah dan menyakinkan melakukan tindak pidana melanggar Pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang narkotika.

Menjatuhkan pidana selama 5 tahun dan denda Rp 2 miliar subsider 4 bulan penjara," ungkap Ketua Majelis Hakim, Parta Bargawa saat membacakan amar putusannya di PN Surabaya, Senin (24/07/2023). Meski vonis yang diberikan lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya, namun  Asfiyatun melaui kuasa hukumnya Abdul Geffar akan mengajukan banding.Dinilai banyak fakta persidangan yang tidak digunakan sebagai pertimbangan hakim. “kita akan ajukan banding, karena banyak fakta persidangan yang tidak dijadikan pertimbangan oleh hakim. Klien saya ini sebenarnya tidak tahu paketnya isi apa, cuma tahu kalau pengirimnya dari anaknya yang sudah dipenjara karena kasus narkoba.

Harusnya, pembelinya siapa kan ketahuan, tapi malah dibuat DPO (daftar pencarian orang). Safi'i yang tetangganya tidak ditangkap, Zamir juga tidak dihadirkan saat sidang, alasannya tidak ada dirumah," papar Abdul Geffar. Di sidang sebelumnya, dalam keterangan saksi anak terdakwa Mochammad Santoso secara virtual, yang berada di Lapas Semarang, mengatakan, bahwa tidak pernah menghubungi Ali untuk menitipkan ganja di rumah. "Saya tidak tahu kalau Ali menitipkan ganja melalui Safi'i untuk mengantarkan ganja kerumah, Yang Mulia,"kata Santoso  melalui vidio call.Senin,(22/05). Keterangan saksi, terdakwa Asfiyatun membenarkannya. "Benar Yang Mulia," katanya.

Diketahui, Asfiyatun sebelumnya ditangkap polisi lantaran kedapatan menyimpan ganja 17 kilogram di rumahnya, di jalan Wonokusumo Kidul, Surabaya pada Minggu (18/1/2023). Asfiyatun mengaku tak mengetahui kalau kardus besar berwarna coklat itu berisi ganja. Pasalnya, perempuan yang sehari-hari sebagai penjual gorengan tersebut hanyalah dititipi barang oleh seorang bernama Ali dan  dan Pi’i, yang rencananya akan diambil esok hari. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yustus One Simus Parlindungan, menyatakan terdakwa Asfiyatun, telah melakukan perbuatan menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I dalam bentuk tanaman, bukan dipergunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan untuk reagensia diagnostik atau reagensia laboratorium dan tidak mendapat  persetujuan Menteri atas rekomendasi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan. "Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper