suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pekerjaan Sebagai Linmas Nyambi Jambret Handphone, Rizal Prasetyo dan Adi Setiawan Bablas di Bui

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com)  -  Sidang perkara pidana pencurian dengan kekerasan, merampas sebuah handphone secara paksa ( jambret hp) milik korbannya saksi Septian Anggi W, dilakukan bersama- sama oleh para terdakwa Rizal  Prasetyo bin Mad Juri (alm) dan Terdakwa Adi Bergas Setiawan bin Ismari, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim I Ketut Tirta, secara vidio call, senin (7/8/2023).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis , dari Kejari Surabaya, menyatakan para terdakwa telah, Mengambil barang, kepunyaan orang lain, dengan maksud dimiliki secara melawan hukum, didahului, dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan pencurian,dalam hal tertangkap tangan,memungkinkan melarikan diri atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri dilakukan dua orang atau lebih dengan bersekutu, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 Ayat (2) ke- 2 KUHP ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Selanjutnya JPU menghadirkan saksi korban Septian Anggi W, pemilik HP, Anggi menerangkan kalau dirinya sedang berhenti di pinggir jalan sekitar jam 7 pagi, selesai mengantar adik nya, "Saya berhenti di pinggir jalan Jalan Mulyorejo Tengah Surabaya (dekat Kodim), saat itu saya memegang HP saya, tiba-tiba dari arah sebelah kanan ada yang merampas HP saya, spontan saya kejar sambil meneriaki " Jambret " Warga sekitar juga ikut mengejar, dan tertangkap yang mulia," terang saksi.

Giliran kedua terdakwa Rizal dan Adi yang juga didampingi penasehat hukumnya Victor Sinaga, diperiksa sebagai terdakwa, Rizal mengakui kalau berniat jambret saat itu ada peluang, "yang joki motor Adi, saya dibonceng, saat dekat sama sasaran, saya turun, lalu saya rampas HP korban saat sedang dipinggir jalan, kita dikejar massa, sepeda motor jatuh, lalu dipukuli oleh massa," kata rizal yang juga bekerja sebagai Linmas.

Dikerahui, Pada hari Senin 22 Mei 2023 pukul 07.25 wib, para terdakwa merampas 1 unit Handphone merk Vivo Y-12 warna biru milik saksi Septian Anggi W, dengan cara, awalnya para terdakwa berboncengan sepeda motor Honda Scoopy Nopol: W-2445-VD, Adi sebagai joki sedangkan terdakwa Rizal dibonceng di belakang, melintas di Jalan Mulyorejo Tengah Surabaya (dekat Kodim).

Terdakwa Rizal melihat saksi Septian Anggi W berhenti dipinggir jalan sambil memegang handphone, lalu terdakwa Rizal memberitahu terdakwa Adi dengan mengatakan “ada orang perempuan megang handphone, ayo dijambret”.

Terdakwa Adi menyetujuinya, lalu mendekatkan sepeda motor didekat saksi Septian Anggi W, saat berhenti terdakwa Rizal turun berjalan menuju ke saksi Septian Anggi W langsung merampas handphone milik saksi Septian Anggi W yang dipegang sebelah kanan.

Setelah handphone dikuasai, terdakwa berlari ke sepeda motor yang dikendarai terdakwa Adi,  lalu naik dan pergi.Saksi Septian Anggi W mengejar para terdakwa sambil berteriak “jambret”, teriakan tersebut terdengar warga sekitar dan ikut mengejar para terdakwa,  para terdakwa panik hingga sepeda motor tidak dapat dikuasai dan terjatuh di Jalan Mulyorejo, lalu para terdakwa diamankan oleh warga sekitar.

Maksud para terdakwa merampas HP saksi Septian Anggi, untuk dijual, uang hasil penjualan akan dipergunakan para terdakwa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibat perbuatan para terdakwa, saksi Septian Anggi W mengalami kerugian sebesar Rp. 2.500.000,- (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper