suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Penyalahgunaan Obat Terlarang, Silviyana S Dituntut 18 Bulan Bui dan Denda Rp10 Juta

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Silviyana Septi Prawina Sandy binti Indrata (22) (kanan), menjalani sidang agenda tuntutan JPU, diruang Tirta 1 PN.Surabaya, secara vidio call, Senin (21/08/2023)
Foto : Terdakwa Silviyana Septi Prawina Sandy binti Indrata (22) (kanan), menjalani sidang agenda tuntutan JPU, diruang Tirta 1 PN.Surabaya, secara vidio call, Senin (21/08/2023)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan obat keras warna putih jenis pil Doeble "LL" membeli sebanyak 3 botol, jumlah total 3000 butir seharga Rp.2,4 juta, mengambil dengan ranjau, mendapatkan dari Jombor masih buronan, denganTerdakwa Silviyana Septi Prawina Sandy binti Indrata (22), warga Jalan Jeruk Desa Seduri Mojosari, Kost di jalan Medokan Semampir Indah Gg 3/ 12 Surabaya.dieuang Tirta 1 PN.Surabaya, secara vidio call, Senin (21/08/2023).

Dalam agenda tuntutan oleh
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrian Dirgantara, dari Kejari Surabaya, Menyatakan terdakwa Silviyana Septi Prawina Sandy binti Indrata (22), terbukti bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar” Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dalam dakwaan.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 1 tahun dan 6 bulan, dikurangi selama terdakwa berada didalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan, denda Rp.10.000.000,- Subsidair 3 bulan penjara.

Menyatakan barang bukti,
8 bungkus plastik klip berisi Pil Double L “LL” jumlah 2.100 butir.
1 HP Android Oppo,
Dirampas untuk dimusnahkan.

Pada sidang sebelumnya, terdakwa Silviyana mengatakan kalau dirinya membeli pil koplo ke Jombor sebanyak dua kali,
" Saya membeli sudah dua kali, pertama 1 botol isi 1000 butir, sudah laku 900 butir, yang kedua beli 2 botol isi 2000 butir harga 1,6 juta, yang pertama ambil ranjauan di terminal keputih, yang kedua di tiang listrik dekat Pom Bensin, daerah Sadang Puspa Agro Kletek, Taman Sidoarjo," terang Silviyana.

"Yang laku 900 butir, dijual ke teman- teman lingkungan pak, saya menjual 1 tik isi 10 butir harga 25 ribu,dari 1 botol isi 1000 butir saya untung 800 ribu," ucap terdakwa.

Diketahui,Terdakwa mendapatkan pil doble L cara membeli dari Jombor (DPO), diranjau di tiang Listrik samping Pom Bensin, daerah Sadang Puspa Agro Kletek, jalan Raya Sawunggaling Sambikerep Jemundo Taman Sidoarjo. Sebanyak 2 botol, jumlah 2.000 butir, seharga Rp.1,6 Juta, sistem pembayaran dengan cara transfer ke rekening BCA An.Jesika.

Terdakwa 2 kali membeli pil dobel Jombor (DPO). Pembelian pertama hari Minggu 26 Maret 2023, jam 09.00 Wib, membeli sebanyak 1 botol/ 1000 butir.Diranjau di tiang listrik di terminal keputih Surabaya,
Telah terjual 900 butir, terdakwa membagi setiap tik jumlah 10 butir dengan harga 25 ribu.Keuntungan terdakwa sebanyak 800 ribu.

Selanjutnya, terdakwa ditangkap oleh saksi Muhamad Bukhori dan saksi Choirul Arifin dari Polrestabes Surabaya.Dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti,
8 plastik klip obat keras warna putih, Pil Double L “LL”, sejumlah 2100 butir. dan 1 HP Android Oppo.
Terdakwa tidak mempunyai izin keahlian sebagai tenaga apoteker, bukan tenaga kesehatan atau medis. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper