suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

GELAPKAN DANA PEMBANGUNAN MASJID AL-HIKMAH Rp 600 JUTA, SUGENG WIDODARSONO BABLAS BUI

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penggelapan dana sumbangan umat untuk pembangunan masjid Al Hikmah Jalan Babatan Pratama XIX/V-25, Wiyung Surabaya dengan senilai Rp 600 juta, dengan Terdakwa Sugeng Widodarsono (60), juga menjadi Ketua Unit Baitul Maal Yayasan Al Hikmah, diruang Kartika 1 PN.Surabaya, secara vidio call, Senin (28/08/2023).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yulistiono dan Ribut Supriatin dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Menyatakan Terdakwa
Sugeng Widodarsono, melakukan tindak pidana, “Penggelapan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau mendapat upah untuk itu," Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP." Dakwaan Primer JPU.
Atau, Tindak pidana " Penipuan " Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP, dakwaan Subsider JPU.

Saat diperiksa sebagai terdakwa, Sugeng Widodsrsono mengatakan,
telah menggunakan barcode Qris
dari Bank Jatim Syariah untuk menggalang dana. Uang tersebut digunakan untuk keperluan masjid. Salah satunya untuk menyantuni anak yatim dan memberikan uang kepada petugas kebersihan.

"Saya berikan uang kepada 6 yayasan untuk menyantuni anak yatim dengan sebesar Rp 150 ribu per anak untuk 30 anak yang dilakukan rutin setiap satu tahun sekali,"terang Sugeng.

Pada sidang sebelumnya JPU menghadirkan saksi Ketua Yayasan Al Hikmah Pratama, H. Muhammad Ramli dan pengurus lainnya.
Ramli mengatakan, mengenal terdakwa sama-sama pengurus masjid dan terdakwa juga sebagai Ketua Unit Baitul Maal, bertugas mencari dana, cara door to door, menyebarkan kaleng-kaleng di Masjid dan dari donatur. Perkara ini berawal saat ada sumbangan dengan mengunakan Qris (sticker berbarcode) dari Bank Jatim Syariah, padahal rekening Yayasan cuma ada satu. Kemudian ditranfernya dana melalui Qris oleh Helmi. Ternyata dana tersebut masuk ke rekening pribadinya.

“Kami, curiga lalu memanggil terdakwa, saat itu terdakwa mengakui kalau uangnya terpakai sekitar Rp.600 juta. Karana tidak ada bentuk pertanggung jawaban dan saat ditangih mbulet’ae (berkelit) sehingga kita laporkan ke Polda jatim,” kata Ramli Pimpinan terdakwa di Yayasan Hikmah Pratama.

Ramli menambahkan, "saat itu hanya melaporkan hanya Sugeng (terdakwa), namun saya jelaskan kepada penyidik dana yang dihimpun terdakwa dilaporkan juga kepada bendara dan sekertaris. Kerugian Yayasan di estimasi sekitar Rp. 1 Miliar." Tambahnya.

Bermula terdakwa ditunjuk sebagai penggalang dana pembangunan Masjid Al Hikmah Jl. Babatan Pratama XIX/V-25,Wiyung Surabaya, berdasarkan perintah pengurus lama Yayasan Yoyong, terdakwa sebagai Ketua Unit Baitul Maal.

Yayasan Al Hikmah Pratama memiliki rekening Bank BSI (Bank Syariah Indonesia) an. Yayasan Al Hikmah Pratama digunakan untuk menerima dana infaq, Shodaqoh Zakat, juga sumbangan pembangunan Masjid.Terdakwa
bertanggung jawab bersama Bendahara Pembangunan, membuat laporan keuangan setiap tahunnya yang dilaporkan kepada Ketua Yayasan Al Hikmah Pratama.

Sebagai penggalang dana, Terdakwa menggunakan 4 rekening sebagai sarana menerima sumbangan.Terdakwa mengajukan permohonan barcode QRIS (aplikasi Merchant) 14 April 2021 di Kantor Bank Jatim Capem Syariah Wiyung Surabaya. Sejak itu terdakwa memiliki barcode QRIS agar transaksi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya dalam menerima sumbangan.

Saksi Ahmad Helmi MMT, Sekertaris Umum Yayasan Al Hikmah Pratama, mengetahui adanya banner di teras Masjid mencurigai adanya barcode (QRIS) yang tidak sesuai penggunaannya.
Melakukan pengujian cara melakukan transfer melalui barcode (QRIS) dengan nominal Rp. 1.111,-, namun uang tersebut tidak masuk ke rekening Yayasan Al Hikmah Pratama.

Selanjutnya 21 Februari 2023, saksi ahmad Helmi MMT melakukan pengecekan di Bank Jatim Syariah terkait dengan transfer sebesar Rp. 1.111,- tersebut, karena tidak masuk ke Rekening Yayasan Al Hikmah Pratama, dengan meminta diprint out dari Bank Jatim Syariah dan diketahui bahwa uang tersebut masuk ke Rekening an. Terdakwa Sugeng Widodarsono.

Selaku Ketua Unit Baitul Maal, diklarifikasi dan terdakwa mengakui telah menggunakan dana Yayasan hasil Infaq Jamaah sebesar Rp. 600 juta dengan dikuatkan dengan dibuatnya Surat Pernyataan tertanggal 04 April 2023 yang ditandatangani oleh Terdakwa.
Sedangkan Penerimaan dana infaq/shodaqoh/zakat yang diperoleh dari warga/masyarakat melalui metode transfer, maupun tunai Periode 30 Januari 2019 s/d 28 Februari 2021 sejumlah Rp. 1.190.878.444,53.tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh terdakwa. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper