suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Penabrak Pejalan Kaki Hingga Korban Meninggal Dunia, Nur Muhammad Dituntut 3 Bulan Bui

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Nur Muhammad bin Agusnan, menjalani sidang agenda tuntutan JPU, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, secara vidio call
Foto : Terdakwa Nur Muhammad bin Agusnan, menjalani sidang agenda tuntutan JPU, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas), karena kelalaian saat mengendarai sepeda motor, kurang konsentrasi,dan tidak mengutamakan pejalan kaki yang menyebrang jalan, mengakibatkan korban Sura meninggal dunia, dengan Terdakwa Nur Muhammad bin Agusnan, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim Sudar, secara vidio call.

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akhmad Iriyanto, dari Kejari Surabaya, Menyatakan bahwa terdakwa Nur Muhammad bersalah melakukan tindak pidana “mengemudikan kendaraan bermotor, karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalulintas, yang mengakibatkan meninggal dunia” "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 310 ayat (4) UU RI No.22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dalam Surat Dakwaan JPU.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nur Muhammad bin Agusnan, berupa Pidana Penjara selama 3 bulan dikurangi selama terdakwa didalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan, Selasa,(29/8).
Menetapkan agar barang bukti,
1 unit sepeda motor Yamaha L-84914-IE beserta STNKB nya, 1 lembar SIM C An. Nur Muhammad, dikembalikan kepada terdakwa Nur Muhammad.

Pada sidang sebelumnya JPU menghadirkan kakak dari terdakwa Nur, yang saat kejadian berboncengan sepeda motor, yakni saksi Muh.Hanif Pramono, "Terdakwa adalah adik saya, saat itu saya bergoncengan, dari arah lampu merah Balongsari, mau pulang ke Manukan sekitar jam 3 sore, saat lampu sudah hijau, saya gak.lihat ke arah depan, disebelah ada mobil, tidak berhenti, tapi adik saya tetap melaju, sepeda motor ambil sebelah kanan nyalip mobil, tiba- tiba ada penyebrang jalan dan tertabrak, adik saya gak sempat ngerem, tau-tau sudah ketabrak aja," jelas saksi.
"awalnya dibawah ke Puskesmas Balongsari, lalu karena gak bangun- bangun, lalu dirujuk ke RS BDH," tambahnya.

Terkait adanya perdamaian," kalau dilakukan perdamaian orangtua saya yang ke rumah keluarga korban, saat setelah 40 harinya, dan ditanda tangani perdamaian kalau keluarga korban tidak menuntut," jelasnya.

Berawal, pada Minggu, 30 April 2023, Jam 14.30 wib, terdakwa Nur Muhammad bin Agusnan, di jalan Balongsari Depan Koramil Tandes Surabaya, mengendarai sepeda motor Nopol. L-4891-IE membonceng saksi Muh. Hanif Pramono, berjalan dari jalan Demak Surabaya, tujuan pulang ke rumahnya di Manukan Kulon Surabaya dengan kecepatan 40-50 km / jam perseneleng 3.

Saat itu didepan terdakwa ada mobil dan terdakwa melaju dari belakang sisi kanan mobil tersebut, saat mobil mengurangi kecepatan dan berhenti, terdakwa Mendahului mobil di sisi kanan, jarak 2 meter di depan terdakwa tampak pejalan kaki Sura (alm) (55), yang menyeberang jalan dari selatan ke utara.

Terdakwa berusaha mengerem, namun jarak terlalu dekat dengan Sura, akhirnya terjadi kecelakaan, saksi Sura mengenai stir kiri dan slebor depan sepeda motor terdakwa, sedangkan Sura mengenai tangan kanan dan kaki kiri, Akibat kecelakaan tersebut Sura mengalami luka pada kepala, tangan kanan dan kaki kiri, di bawa ke Pusesmas Balongsari, lalu dirujuk ke RS. BDH Surabaya. 1hari kemudian Sura meninggal dunia di RS. BDH Surabaya.

Saat kejadian, pada siang hari, jalanan 3 jalur, jalan beraspal kondisi baik, lalu lintas sepi, terdakwa kurang konsentrasi, tidak mengutamakan pejalan kaki yang sedang menyebrang.

Sura meninggal dunia hari Senin tanggal 01 Mei 2023, Berdasarkan surat Visum Et Repertum Jenazah RSUD Bhakti Dharma Husada
Pemeriksaan luar jenazah di temukan : Luka memar di dahi kanan, kelopak mata kanan kiri, mulut akibat kekerasan tumpul, Luka lecet di tungkai bawah kaki kanan, lutut kiri, tungkai bawah kaki kiri, hidung, pipi kanan kiri akibat kekerasan tumpul,
Patah tulang tertutup tulang kering, tulang betis bagian bawah kaki kiri akibat kekerasan tumpul, Sebab kematian tidak di temukan karena tidak dilakukan otopsi. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper