suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

BURON 6 BULAN, TIM TABUR KEJATI JATIM TANGKAP DPO PERKARA KDRT

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menangkap Bhayu Indarto Bin Karyono Slamet pada Senin (4/9). Terpidana (DPO) perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini diamankan di kediamannya di Kelurahan Semolowaru Utara, Kota Surabaya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Windhu Sugiarto mengatakan, penangkapan Bhayu Indarto ini sebagaimana Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur Nomor 161/PID.SUS/2023/PT.SBY tanggal 27 Maret 2023. Yang mana terpidana Bhayu Indarto telah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga.

“Terpidana Bhayu Indarto ditangkap setelah 6 (enam) bulan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dalam perkara KDRT ini, Bhayu Indarto dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun,” kata Windhu Sugiarto, Selasa (05/09).

Windhu menjelaskan, penangkapan berawal saat Tim Tabur Kejati Jatim bersama Tim Intelijen Kejari Surabaya sekira pukul 22.30 WIB, melakukan pemantauan terhadap DPO di sekitaran daerah Semolowaru Utara I Surabaya. Setelah dipastikan keberadaan DPO Bhayu di rumahnya, Tim berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat untuk bersama-sama menyaksikan pengamanan terhadap Bhayu Indarto.

Selanjutnya, sambung Windhu, sekira pukul 00.30 WIB Tim Tabur Kejati Jatim bersama Tim Intelijen Kejari Surabaya disaksikan oleh Ketua RT 01, Mise dan Ketua RW 01, Handayni melakukan pengamanan terhadap terpidana. Dimana sebelumnya Bhayu Indarto ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang.

Sekira pukul 00.50 WIB, masih kata Windhu, terpidana Bhayu Indarto dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Surabaya untuk menyelesaikan administrasi pelaksanaan eksekusi. Selanjutnya terpidana Bhayu Indarto menjalani proses eksekusi.

“Terpidana Bhayu Indarto dibawa Tim Tabur Kejati jatim dan Tim Intelijen Kejari Surabaya beserta Jaksa eksekutor P-48 menuju Rutan Negara Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim. Selanjutnya terpidana dititipkan disana sementara waktu, hingga nantinya dieksekusi di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo,” pungkasnya. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper