suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

MENGAKU SUSAH TIDUR, MANTAN CAMERAMAN AN TV BELI 1000 BUTIR OBAT KERAS HEXYMER, ANGGARA BABLAS BUI

avatar suara-publik.com
Terdakwa Anggara Wahyu Lukman Hakim, menjalani sidang agenda saksi dan pemeriksaan terdakwa, diruang Tirta 2 PN.Surabaya, secara offline, Selasa (05/09/2023)
Terdakwa Anggara Wahyu Lukman Hakim, menjalani sidang agenda saksi dan pemeriksaan terdakwa, diruang Tirta 2 PN.Surabaya, secara offline, Selasa (05/09/2023)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana dengan sengaja membeli obat keras warna kuning jenis Hexymer (Trihexyphenidyl), sebanyak 1 botol berisi 1000 butir, melalui Marketplace Tokopedia melalui I Phonenya, membeli secara online seharga Rp.550 ribu, dengan
Terdakwa Anggara Wahyu Lukman Hakim Bin Hari Lukmantoro, diruang Tirta 2 PN.Surabaya, secara offline, Selasa (05/09/2023).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Robiatul Adawiyah, Menyatakan Terdakwa Anggara Wahyu Lukman Hakim Bin Hari Lukmantoro,melakukan tindak pidana, "Dengan sengaja memproduksi, mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki Perizinan Berusaha.
"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, telah diubah dengan Pasal 60 angka 10 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja".Atau,
"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 196 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan".

Sidang yang menghadirkan adik kandung terdakwa ( saksi A De Charge) Rafido Bimantara dipersidangan,Dalam hal ini saksi tidak disumpah hanya didengarkan saja keterangannya.

Saksi Rafido Bimantara mengatakan, tidak bersama sempat terpisah, karena terdakwa bekerja sebagai Cameraman di AN TV di Tangerang jakarta,
"Sejak kecil hingga dewasa saya tidak.pernah sama sekali kalau kakak saya tersangkut pidana masalah narkoba, saat ini saya mengetahui kakak saya ditangkap karena membeli obat keras," jelasnya.

" Setahu saya kakak saya berhenti bekerja karena pensiun dini di AN TV, masalah itu timbul saat balik ke Surabaya, karena nganggur tidak ada pekerjaan berbulan bulan, dia keluar mendapat pesangon dari perusahaan, di Surabaya kakak saya tidak pernah bergaul dengan orang, hanya dengan keluarga dan istri anaknya." Tambah saksi.

Giliran Terdakwa Anggara diperiksa, mengatakan, kalau obat keras tersebut dibeli dari Masterplace beli lewat online 1 botol isi 1000 butir
jenis Hexymer,
" Saya membeli baru kali pertama, belum sempat dikonsumsi, hari selasa 16 mei diantar kerumah, dan sudah tau isinya Hexymer, mau saya konsumsi pribadi, saya bekerja sebagai Kameraman di AN TV, bulan Agustus saya pensiun dini, belinya ya saat habis PHK itu, saya stres belum dapat pekerjaan sementara saya sebagai tulang punggung keluarga," terang terdakwa.

Terdakwa juga menyatakan kalau obat keras tersebut sebagai penenang, agar bisa tidur, " Saya konsumsi obat itu, agar cepat bisa tidur saja, kadang pekerjaan saya sangat menyita waktu yang tidak menentu untuk beristirahat, saya sangat merasa bersalah, membeli tidak dengan resep dokter," pungkasnya.

Sidang akan dilanjutkan hari Selasa pekan depan dengan agenda tuntutan dari JPU.

Diketahui, pada hari Selasa 16 Mei 2023, terdakwa Anggara Wahyu Lukman Hakim Bin Hari Lukmantoro, membuka Marketplace Tokopedia melalui I Phone nya, melihat Toko Berkah di Marketplace menjual obat keras warna kuning jenis Hexymer (Trihexyphenidyl).

Terdakwa memesan 1 botol isi 1.000 butir obat keras jenis Hexymer tanpa ijin edar, dengan harga Rp550.000,-, pembayaran melalui transfer, diantar kurir dan diterima hari Jumat19 Mei 2023 di rumah terdakwa Jalan Gubeng Kerta Jaya 5-C No. 4 Kel. Airlangga Kec. Gubeng Surabaya.

Hari Jumat19 Mei 2023 pukul 17.30 wib, terdakwa ditangkap dirumahnya,oleh saksi
Sri Ismanto dan Saksi Agus Suprianto anggota Polrestabes Surabaya, dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 1 botol berisi 1000 butir obat keras warna kuning jenis Hexymer (Trihexyphenidyl) dan 1 buah handphone Iphone.

Obat keras jenis Hexymer (Trihexyphenidyl), tidak termasuk Narkotika maupun Psikotropika, namun masuk Daftar Obat Keras. Terdakwa tidak memiliki ijin berusaha dari yang berwenang. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper