suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Atasi Kenaikan Harga Beras, Pemprov Jatim Gelar Operasi Pasar Murah di 14 Titik

avatar suara-publik.com
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Dr. Iwan, S.Hut, M.M
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Dr. Iwan, S.Hut, M.M
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Pemprov Jatim akan menggelar operasi pasar murah di 14 titik di Jawa Timur. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan menegaskan operasi pasar ini dilakukan untuk mengatasi kenaikan harga beras di Jatim yang sudah berlangsung sebulan terakhir.

Dengan menggelontor beras murah diharapkan akan mampu menekan harga beras dan memberikan penetrasi pasar dan harga beras bisa segera turun.

"Dalam rangka stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan promosi produk IKM, Disperindag akan menyelenggarakan kegiatan Pasar Murah di 14 titik," kata Iwan, usai tinjauan ke Gudang Bulog Buduran Sidoarjo.


"Lokasinya di 14 UPT Disperindag yang berada di 8 Kab/Kota yaitu Surabaya, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Jember, Bojonegoro, Kediri, Magetan," tambahya.

Operasi pasar murah ini digelar hari ini, Kamis (7/9/2023) hingga tanggal 15 September 2023 mendatang. Dengan pelaksanaan di masing-masing UPT selama dua hari penuh.

Ditegaskan Iwan, bahwa operasi pasar murah ini Pemprov Jatim secara khusus bekerja sama dengan Bulog, PPI, RNI, Aprindo, dan Para pelaku IKM. Tak hanya beras, komoditi yang dijual juga minyak goreng, gula, tepung terigu, telur, dan produk-produk IKM.

"Kita berharap kegiatan ini akan bisa memberikan efek untuk menekan harga beras yang memang di beberapa daerah sudah di atas HET," tegasnya.

Bahkan setelah kegiatan pasar murah akan dilanjutkan dengan Operasi Pasar Beras Bulog dengan memperhatikan Pelaksanaan di Kab Kota dengan harga rata-rata di atas HET oordinasi dengan Dinas Perdagangan Kab Kota.

"Terkait Kuota kita tidak membatasi. Kuota beras operasi murah menyesuaikan kebutuhan dan pasokan dari Bulog. Kita koordinasi terus," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Gudang BULOG di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (6/9/2023). Peninjauan itu dilakukan terkait harga beras yang melambung tinggi sampai saat ini di Jawa Timur.

Bersama Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kanwil Jatim dan jajaran pimpinan OPD Pemprov Jatim, Khofifah stok beras di gudang dan mengecek langsung kualitas beras yang ada di gudang.

"Jadi teman-teman kita pastikan bahwa stok beras di Jatim dalam keadaan aman dan cukup. Stok beras yang dimiliki Bulog Jatim saat ini mencapai 350 ribu ton," tegas Khofifah.

Khofifah mengatakan masyarakat tidak perlu khawait terjait stok beras Jatim karena selain stoknya ada, produktivitas beras di Jatim juga meningkat sebanyak 10 persen.

Bahkan saat ini Bulog Jatim terus mengirim beras luar daerah khususnya di Indonesia Timur seperti Kalimantan, Maluku, Papua dan Sulawesi.

"Namun saat ini memang harga gabah kering panen (GKP) sedang mengalami kenaikan. Sehingga end produk yaitu beras di konsumen itu mengalami kenaikan," tegas Khofifah. (Dre)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper