suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

SIDANG PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA SABU, KETERANGAN TERDAKWA M.A dan A.Y BERBELIT-BELIT, JAKSA HADIRKAN SAKSI PENYIDIK POLISI Vb

avatar suara-publik.com
Foto : (Dari kiri), Terdakwa Muhammad Afandi, Terdakwa Ahmad Yusron, dan saksi Verbalisan penyidik yang memeriksa perkara narkotika jenis sabu, diruang Tirta 2 PN.Surabaya, Senin (11/9/2023)
Foto : (Dari kiri), Terdakwa Muhammad Afandi, Terdakwa Ahmad Yusron, dan saksi Verbalisan penyidik yang memeriksa perkara narkotika jenis sabu, diruang Tirta 2 PN.Surabaya, Senin (11/9/2023)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu, sebanyak 3 poket seberat 1,80 gram, cara mengambil di SPBU Jalan wiyung dengan upah 600 ribu dari Bagus ( masih buronan), dilakukan oleh para Terdakwa Muhammad Afandi nin Jasmani bersama dengan Terdakwa Ahmad Yusron Bin Kusnan,diruang Tirta 2 PN.Surabaya, secara offline, Senin (11/09/2023).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan Hadiyanto, dari Kejari Surabaya, Menyatakan, terdakwa Muhammad Afandi bin Jasmani bersama dengan Terdakwa Ahmad Yusron bin Kusnan, melakukan tindak.pidana,
"Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan, untuk dijual, menjual, membeli, menerima, atau menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika golongan I".Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Atau ; Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1)Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Agenda sidang JPU menghadirkan saksi verbalisan polisi yang menyidik perkara tersebut, dikarenakan terdakwa Yusron mengingkari apa yang telah diperiksa.

Majelis hakim menyuruh terdakwa Yusron maju ke meja hakim untuk menunjukan tanda tangan dan paraf, " ini tanda tanganmu, dan ini parafmu, betul tidak, dan penyidikmu saksi yang hadir saat ini kan, apa lagi yang tidak sesuai," tanya hakim.

" kalau tanda tangan dan paraf, memang saya yang tanda tangan, tapi faktanya tidak sesuai yang saya alami pak, kalau masalah uang saya tidak tahu dan tidak pernah dijanjikan 200 ri u dari Afandi pak, saya ikut afandi hanya dijanjikan untukrmakai sabu pak," terangnya.

"Jangan bohong kamu, karena ketangkap kamu bilang tidak dijanjikan uang, kalau tidak kamu pasti terima uang itu," ucap hakim.

Jaksa Nurhayati menanyakan kepada terdakwa Afandi, apakah telah menyampaikan akan membagi 200 ribu ke Yusron setelah mendapat uang 600 ribu dari Bagus (DPO),
"Kamu ambil sabu 1,80 gram, dalam 3 poket sabu, upahmu 600 ribu, kamu sudah bilang kan sama yusron nanti dapat bagian 200 ribu," tanya Jaksa.

"Ya yusron tau saya ajak ambil sabu, nanti akan saya beri 200 ribu, tapi saya belum menyampaikan ke yusron,cuma janji mau pakai sabu berdua,kalau saya bilang mau dikasih 200 ribu takutnya dia gak mau ikut," terang Afandi.

Penyidik yang dihadirkan, menyatakan penyidikan terhadap terdakwa telah sesuai, "tidak ada tekanan saat memeriksa, saya bertanya, dia menjawab, setelah diperiksa, saya suruh baca kembali, baru di tanda tangani oleh para Tersangka," jelas saksi Verbalisan.

Diketahui, Pada Kamis 13 April 2023, pukul 16.00 wib,Terdakwa Muhammad Afandi Bin JASMANI mendapat perintah Bagus (DPO), mengambil sabu seberat 1,80 gram dijanjikan uang 600 ribu.

Selanjutnya Afandi mengajak Terdakwa Ahmad Yusron Bin Kusnan untuk mengambil sabu didekat Toilet SPBU Jalan Wiyung Surabaya.

Hari Kamis 13 April 2023 pukul 21.30 wib di jalan Raya Bangkingan Lakarsantri, Surabaya, saksi Tri Nofriyanto dan saksi Sandi Dikjaya Fitroh anggota Polrestabes Surabaya, melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap para terdakwa ditemukan 3 poket sabu masing- masing 0,63, 0,63,0,54 gram dengan pembungkusnya, berar total 1,80 gram, didalam 1 bungkus bekas bumbu Royco, 1 Hp Oppo, 1 Hp Samsung dan 1 sepeda motor Honda Beat warna hitam. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper