suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Dakwaan Kasus KDRT dengan Terdakwa Samuel Suryadi, Billy Handiwiyanto: Persidangan Sesuai Fakta, Divonis Setimpal Dengan Perbuatannya

avatar suara-publik.com
Terdakwa Samuel Suryadi, perkara KDRT, dengan agenda pembacaan Dakwaan Jaksa, di ruang Kartika 2 PN. Surabaya, Rabu, (04/10/2023)
Terdakwa Samuel Suryadi, perkara KDRT, dengan agenda pembacaan Dakwaan Jaksa, di ruang Kartika 2 PN. Surabaya, Rabu, (04/10/2023)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan terdakwa Samuel Suryadi di gelar di ruang Kartika 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo.

Dalam Dakwaannya, bahwa Lenny Jahja menikah dengan terdakwa Samuel sejak tahun 1980, dari hasil perkawinannya pasangan tersebut memiliki satu orang anak yang kini tinggal di Amerika. Terdakwa juga memiliki penghasilan dari pabrik yang di kelolanya. Dari hasil pabrik tersebut, terdakwa memberikan nafkah kepada Lenny Jahja sebesar Rp 10 juta perbulannya. Itupun termasuk untuk membayar kartu kredit, PDAM dan lainnya.

Lenny Jahja sendiri tidak memiliki penghasilan, di tahun 2019 pasutri tersebut sering bertengkar, sehingga terdakwa Samuel memilih tinggal di lantai 1 rumahnya, di Dian Istana Blok D 5 nomer 56, Surabaya, namun, tetap tinggal satu rumah dengan Lenny Jahja, hanya saja, tidak satu ruangan. Sementara Lenny Jahja tinggal di lantai 2, " Kata Jaksa Damang dalam dakwaannya, Rabu, (04/10/2023). Sejak tahun 2019 keduanya telah pisah kamar dan sejak tahun 2020 Terdakwa Samuel sudah tidak lagi memberikan uang bulanan terhadap Lenny Jahja (Istrinya).

"Saksi Lenny Jahja pernah keluar rumah untuk berolahraga namun begitu kembali ke rumah, kunci rumah sudah diganti dan dalam keadaan di gembok, karena menunggu lama tak kunjung dibuka, akhirnya saksi Lenny Jahja memutuskan untuk memanggil tukang gembok. Dari situlah Lenny Jahja merasa hidupnya tidak tenang sering diusir, dan merasa keberadaan sudah tidak dianggap lagi.

"Berdasarkan pemeriksaan Psikologi Forensik RS Bhayangkara, HS Samsoeri Mertojoso, saksi korban di duga mengalami KDRT nomer, Psi/157/X/kes.3/Rumkit," terang Damang. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 9 ayat (1) pasal 49 huruf a Undang-undang RI Tahhun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Secara terpisah, Kuasa Hukum Lenny Jahja, Billy Handiwiyanto, mengatakan, membenarkan kejadian yang menimpa pada kliennya. "Kami selaku kuasa hukum pelapor dengan ini mengharapkan persidangan dilakukan dengan sesuai fakta, dan kami berharap agar klien kami mendapat keadilan yang seadil-adilnya," terangnya. "Tentunya klien saya menyampaikan bahwa dia trauma berat atas kejadian itu, jadi dari kami berharap putusan untuk Terdakwa juga diberikan vonis seadil-adilnya," tambah Billy. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper