suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dampak Polusi Udara PT. KMN, Warga Ngablak Rejo Ngluruk Kantor Desa Gempol Kurung, Ada 2 Poin Tuntutan Warga

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

GRESIK, (suara publik.com) - Warga Dusun Ngablak Rejo, khususnya RT 02, Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik protes akibat polusi udara yang ditimbulkan dari PT. Kaliandra Merah Nusantara. Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu mengeluarkan debu yang keluar dari cerobong pabrik di Jalan Ngablak Rejo. Akibatnya, banyak warga merasakan dampaknya rumah sering kotor dan mata terasa perih. Selain itu, di khawatirkan, anak-anak akan terkena penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). 

"Setiap hari kami harus merasakan debu yang keluar dari cerobong pabrik kayu yang berada di jalan Ngablak Rejo itu mas. Bukan hanya atap dan lantai rumah yang selalu kotor terkena debu dari pabrik, mata ini pun tak luput dari debu," ujar salah satu warga sekitar dengan geram. Kesabaran dari warga sudah hilang, akhirnya, puluhan warga Ngablak Rejo mendatangi Kantor Desa Gempol Kurung untuk mediasi dengan PT Kaliandra Merah Nusantara. 

Dalam mediasinya tersebut, sedikitnya ada dua poin yang tuntutan warga. Yakni, warga meminta agar PT. Kaliandra Merah Nusantara meninggikan pagar perusahaan setinggi 5 meter, dan warga meminta agar perusahaan menyalurkan CSR kepada warga terdampak sebesar Rp 500 ribu. Sebanyak 13 warga yang merasakan dampaknya.

"Kita tidak minta macam macam, Kita hanya minta agar perusahaan meninggikan pagar pabrik agar debu tidak keluar dan masuk ke pemukiman warga. Dan yang kedua kita minta agar pabrik menyalurkan CSR nya untuk warga yang paling terdampak, dan untuk warga yang tidak begitu terdampak kita minta agar pabrik memberikan sembako," ungkap Koko, perwakilan warga saat mediasi di Kantor Desa Gempol Kurung, Rabu, (4/10/2023).

Menanggapi tuntutan warga, Musa Darjoni selaku perwakilan perusahaan mengatakan, pihaknya akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pimpinan perusahaannya. "Kaliandra bukan perusahaan wah seperti terlihat dari luar, dari 3 shift, sekarang hanya tinggal 2 shift saja. Itu bisa diartikan bagaimana kondisi Kaliandra sekarang. Namun apapun itu, tetap tuntutan warga akan saya sampaikan ke pimpinan perusahaan dan akan saya kabari hasilnya secepat mungkin," terang Musa.

Disisi lain, Nuriyadi selaku Kepala Desa Gempol Kurung, mengatakan, bahwa mediasi ini bukan yang pertama kali dilakukan antara warga Ngablak Rejo dengan PT. Kaliandra. Namun, semua pertemuan tersebut belum menemukan kesepakatan."Sudah beberapa kali dilakukan mediasi antara warga dengan Kaliandra. Kita akan memberikan waktu tiga hari agar apa yang menjadi tuntutan warga dikabulkan oleh pihak pabrik," singkat Nuriyadi. (imam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper