suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

KENALAN LEWAT SOSMED TIKTOK, GASAK MOTOR KORBAN, BAMBANG SETYAWAN BABLAS BUI

avatar suara-publik.com
foto: Terdakwa Bambang Setyawan menjalani sidang di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara Vidio Call dan Marsini (korban) dan saksi Jainuri, saat memberikan keterangan di persidangan
foto: Terdakwa Bambang Setyawan menjalani sidang di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara Vidio Call dan Marsini (korban) dan saksi Jainuri, saat memberikan keterangan di persidangan
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara tindak pidana Penggelapan dan Penipuan terhadap sepeda motornya korban Honda Scoopy Nopol L-6385-HS warna merah hitam milik korban Masrini, dengan tipu daya sepeda motor diambil dan dijual Rp 1,7 juta oleh Terdakwa Bambang Setyawan alias Setyawan Bin Sukarji, di ruang Garuda 1 PN Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim Suswanti, secara Vidio Call, Senin, (09/10/2023).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid dari Kejari Surabaya, Menyatakan Terdakwa Bambang Setyawan alias Setyawan Bin Sukarji, telah melakukan tindak pidana "Penggelapan. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 372 KUHP." Atau "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP."tentan "Penipuan"

Jaksa menghadirkan dua orang saksi di persidangan, yakni Marsini ( korban) dan saksi Jainuri. Marsini mengatakan kalau dirinya bertemu pertama dengan Terdakwa lewat Sosial Media Tiktok, "Awalnya kenal di sosmed tiktok, akhirnya tukar nomer HP, dan sepakat untuk bertemu di Ramayana Bungurasih, hari Minggu 30 Juli 2023, sekitar jam 12.00 wib siang," terang saksi. " lalu kita berdua jalan- jalan ke Surabaya, Terdakwa yang nyetir, ke Taman bungkul, lalu cari makan di foodcourd Royal Plaza, Terdakwa ajak Sholat dulu di masjid Mall, saat saya sedang wudhu, dia sudah gak ada, saya keluar parkiran motor saya sudah gak ada, kerugian saya Rp 20 juta, motor tidak kembali," tambah saksi.

Saksi Jainuri hanya bertugas mengantar Marsini, untuk melapor ke Kantor Polisi. Terhadap keterangan para saksi, Terdakwa Bambang Setyawan membenarkan semuanya, "Waktu itu saya tunggu Marsini di Bungurasih Ramayana, lalu jalan- jalan ke Taman Bungkul, awalnya mau makan di Royal Plaza, saat mau sholat itu, saya bawa pergi motornya, saya jual Rp.1,7 juta, untuk kebutuhan sehari-hari." pungkasnya.

Sidang akan dilanjutkan pada 18 Oktober 2023, dengan agenda Tuntutan JPU. Diketahui, Hari Jumat, 28 Juli 2023, terdakwa Bambang Setyawan bin Sukarji, kenalan dengan Masrini (korban) melalui media sosial tiktok. Kemudian keduanya saling tukar nomor Hp, terdakwa mengaku bernama Setyawan asal Solo. Mereka sepakat bertemu Hari Minggu, 30 Juli 2023, di Toko Ramayana Bungurasih, Sidoarjo. Setelah bertemu, terdakwa dan Masrini jalan-jalan keliling Surabaya, mengendarai sepeda motor Honda Scoopy Nopol L-6385-HS warna merah hitam milik Masrini.

Disepakati terdakwa yang menyetir sepeda motor sedangkan Masrini di bonceng sambil memandu arah dan tujuan Jalan di Surabaya, padahal terdakwa sudah tahu jalan di Kota Surabaya, terdakwa bukan dari Solo, melainkan asal Sidoarjo. Keduanya berhenti dan duduk-duduk di Taman Bungkul, Surabaya. Selanjutnya menuju Royal Plaza Jalan Ahmad Yani, Surabaya, dengan tujuan makan siang di foodcort Plaza, lebih dulu memarkir sepeda motor milik Masrini. Setelah parkir, kunci kontak dan karcis parkir dipegang terdakwa, lalu keduanya masuk ke pertokoan Royal Plaza, menuju ke foodcort lantai 3.

Sampai di foodcort, terdakwa mengajak Masrini sholat dahulu di Masjid lantai 4 Royal Plaza, kunci kontak dan karcis parkir masih dipegang terdakwa. Terdakwa duduk dalam masjid, Masrini mengambil wudhu, saat Masrini mengambil wudhu, Terdakwa segera keluar dari masjid menuju parkiran sepeda motor, lalu membawa sepeda motor milik Masrini untuk dijual, Masrini korban ditinggal sendirian di dalam masjid Royal Plaza. Akibat perbuatan terdakwa, saksi Masrini menderita kerugian Rp 10.000.000,- (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper