suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

KEMPLANG UANG SETORAN PENJUALAN BBM SENILAI Rp 52,4 JUTA, TERDAKWA AGUSTIN AMELIA DAN DESSY DIADILI

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Agustin Amalia dan Dessy Yuliatiningsih, menjalani sidang secara vidio call, di ruang Garuda 2 PN. Surabaya dan Ferry Arbiyansah menager operasional, Salli Anom manager admin dan Rangga Mursid Firmansyah selaku OB, memberikan kesaksian di
Foto : Terdakwa Agustin Amalia dan Dessy Yuliatiningsih, menjalani sidang secara vidio call, di ruang Garuda 2 PN. Surabaya dan Ferry Arbiyansah menager operasional, Salli Anom manager admin dan Rangga Mursid Firmansyah selaku OB, memberikan kesaksian di
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan, tidak menyetorkan uang penjualan BBM Pertalite, hasil penjualan Brihtgas, LPG, di SPBU Jalan Kendung 64 Benowo, saat Audit terjadi selisih Rp.52,4 Juta, yang tidak disetor ke PT. Syahirah Migas Jaya, sejak bulan Mei-Juni 2023, dengan Terdakwa Agustin Amalia binti Rahmat bersama Terdakwa Dessy Yuliatiningsih binti Mulyono, diruang Garuda 2 PN.Surabaya,dipimpin ketua majelis hakim Erintua Damanik, secara Vidio Call.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Kusumawati, dari Kejari Tanjung Perak, Menyatakan Terdakwa Agustin Amalia binti Rahmat bersama Terdakwa Dessy Yuliatiningsih binti Mulyono, melakukan tindak pidana "Melakukan, menyuruh lakukan, turut serta melakukan, dengan sengaja melawan hukum mengaku milik sendiri barang sesuatu seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, karena ada hubungan kerja atau karena mendapat upah“ "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 Jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP."

Selanjutnya JPU menghadirkan tiga orang saksi staf PT.PT.Syahirah Migas Jaya, jalan Raya Kendung 64 Benowo, yakni, Ferry Arbiyansah menager operasional, Salli Anom manager admin dan Rangga Mursid Firmansyah selaku OB, dipersidangan. Ferry selaku manager operasional menerangkan, " telah terjadi penggelapan di SPBU, kedua terdakwa sebagai Admin, mereka telah bersama-sama merubah angka di monitor, misal 1000 liter, kadang turun kadang dinaikkan, jumlah uang setoran, dari sift 1 dan sift 2, Setelah kami audit terjadi selisih kurang setor sebesar Rp.52 juta," terang saksi, Kamis (19/10)."Keduanya telah mengakui perbuatannya, awalnya mereka sanggup mengembalikan, tapi tak kunjung ditepati, sehingga pihak perusahaan melaporkan keduanya ke Polisi," tambah saksi.

Terhadap keterangan para saksi, terdakwa Agustin Amalia dan terdakwa Dessy Yuliatiningsih, membenarkannya, " benar yang mulia, saya sangat menyesal," katanya. Diketahui, Terdakwa Agustin Amalia dan Terdakwa Dessy Yuliatiningsih adalah Karyawan PT.Syahirah Migas Jaya, jalan Raya Kendung 64 Benowo, Surabaya. Kedua terdakwa merupakan Admin dengan tugas dan tanggung Jawab, membuat laporan kedatangan barang serta laporan pengeluaran barang, menerima uang setoran dari penjaga atau operator pompa bensin, menyetorkan uang penjualan ke pihak perusahaan. Kedua Terdakwa merupakan karyawan kontrak dengan gaji setiap bulannya Rp 4.500.000,-

Bermula saat PT Syahirah Migas Jaya melakukan audit 3 Mei 2023 - 27 Juni 2023, ditemukan selisih jumlah setoran yang diberikan kedua terdakwa. Kemudian Ferry Arbiyansah selaku menager operasional memanggil keduanya menanyakan terkait selisih keuntungan hasil penjualan Brihtgas, LPG serta setoran BBM Pertalite. Kedua terdakwa mengakui keuntungan penjualan tidak sesuai yang disetorkan.Rangga Mursid Firmansyah selaku OB, menyerahkan uang penjualan Brightgas Rp. 2.940.000,- dan uang penjualan gas LPG Rp 2.087.000,-, tidak disetorkan, melainkan digunakan menutupi uang modal (petycash), yang mengalami kekurangan. Cara terdakwa Agustin Amalia dan terdakwa Dessy Yuliatiningsih, menggunakan uang setoran BBM pertalite bulan Mei - Juni sbb :

03 Mei 2023, selisih lebih besar Rp 47.797,-.

09 Mei 2023, selisih kurang Rp 10.969.102,-.

10 Mei 2023 selisih kurang Rp 10.996.199,-.

11 Mei 2023, selisih lebih besar Rp 22.017.320,-

19 Mei 2023,selisih lebih besar Rp. 75.496,-

21 Mei 2023, selisih kekurangan Rp 14.953.087,-

22 Mei 2023, selisih lebih besar Rp. 15.056.917,-.

24 Mei 2023, selisih kekurangan Rp 12.955.287,-

25 Mei 2023, selisih lebih besar Rp. 3.045.957,- Sehingga bulan Mei 2023 Perusahaan merugi Rp. 9.630.248,-

09 Juni 2023,selisih kekurangan Rp 345.288,-

13 Juni 2023, selisih kekurangan sebesar Rp 24.933.673,-

14 Juni 2023, selisih lebih besar Rp 25.038.065,-

15 Juni 2023, selisih kurang sebesar Rp 554.672,-

17 Juni 2023, kekurangan sebesar Rp 328.342,-

20 Juni 2023, selisih kekurangan sebesar Rp 14.959.820,-

21 Juni 2023, selisih kekurangan sebesar Rp 15.886.825,-

22 Juni 2023, kelebihan setoran Rp 15.041.095,-

23 Juni 2023, selisih kelebihan Rp 16.046.990,-  

24 Juni 2023, selisih kekurangan sebesar Rp 30.935.825,-

25 Juni 2023, selisih kekurangan sebesar Rp. 12.410.862,-

27 Juni 2023, selisih lebih besar Rp. 6.561.582,- pada bulan Juni 2023 perusahaan merugi Rp. 37.752.629,-

Bulan mei dan juni 2023 perusahaan merugi Rp. 47.382.877,- ditambah uang penjualan Brightgas Rp. 2.940.000,- penjualan gas elpiji Rp 2.087.000,- Total uang yang terdakwa tidak setorkan ke perusahaan Rp 52.409.877,-Akibat perbuatan para terdakwa, PT. Syahirah Migas Jaya mengalami kerugian Rp 52.409.877,-.(sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper