suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Minta Berkah Turun Hujan, Kades Kowianto Gelar Doa Bersama

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

GRESIK, (suarapublik.com) -Musim kemarau panjang yang berlangsung tahun ini memicu terjadinya kekeringan di berbagai tempat di wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Seperti halnya yang terjadi kemarau panjang di Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Sampai saat ini tanda-tanda turun hujan belum terjadi. Agar warga masyarakatnya tidak semakin sengsara akibat kekurangan air bersih, Kepala Desa (Kades) Tenggor Kowianto berinisiatif mengajak masyarakatnya berdoa bersama untuk meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera di turunkan hujan. 

Puluhan warga berkumpul menggelar doa bersama di Masjid Hidayatullah, di Dusun Bangle, Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Kades Tenggor, Kowianto mengatakan, tujuan doa bersama ini untuk memohon kepada Tuhan YME agar di beri berkah supaya kemarau tidak berkepanjangan dan semoga cepat turun hujan. "Kami bersama seluruh warga Desa Tenggor memohon kepada Allah SWT agar secepatnya di turunkan hujan," Kata Kades Kowianto.

Masih Kowianto, akibat dari kekeringan karena kemarau panjang ini membuat lahan pertanian pun menjadi kering, dan tanaman petani pun menjadi menguning. "Kemarau panjang ini membuat gagal panen, banyak tanaman yang menguning karena kekurangan air," tuturnya. Selain itu, lanjut Kowianto memaparkan, bila sudah hampir satu bulan warga kesulitan air, karena, musim kemarau yang panjang ini. Sehingga berdampak pada petani yang kesulitan mencari air. “Makanya kami bersama warga berdoa bersama untuk meminta segera turun hujan agar lahan pertanian bisa subur kembali” tandasnya

Ia berharap, dengan melakukan doa bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan, sehingga kekeringan yang melanda di desa tersebut bisa teratasi. "Semoga dengan doa bersama warga segera di kabulkan serta segera turun hujan," pintanya. Kowianto juga menyampaikan, untuk kegiatan dilaksanakan setelah sholat isak dan doa bersama ini tidak setiap tahun dilaksanakan dalam hal-hal tertentu. "Hanya dilakukan jika para petani dan warga masyarakat kesulitan air untuk mengaliri lahan pertanian," tandasnya. (imam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper