suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

SIDANG PEMBUNUHAN BERENCANA MAHASISWI UBAYA ANGELINE, TERDAKWA ROCHMAD BAGUS APRIYATNA TERANCAM MAKSIMAL HUKUMAN MATI

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Rocmad Bagus Apriyatna alias Roy, menjalani sudsng perkara pembunuhan berencana, di ruang Cakra PN. Surabaya, secara online
Foto : Terdakwa Rocmad Bagus Apriyatna alias Roy, menjalani sudsng perkara pembunuhan berencana, di ruang Cakra PN. Surabaya, secara online
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana Pembunuhan Berencana atas korbannya Angeline Nathania, seorang Mahasiswi UBAYA, yang telah tewas dieksekusi di kamar kos, dengan cara sadis, mencekik, menjerat leher korban dengan tapi hingga lemas, menutup wajah korban dengan bantal, memastikan korban mati lemas, Mayat dimasukan koper dan dibuang ke jurang daerah cangar, mobil milik korban juga digadaikan ke penadah daerah Pasuruan dengan harga Rp 25 juta, dengan terdakwa Rocmad Bagus Apriyatna alias Roy bin Royman, diruang Cakra, PN.Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim I Ketut Kimiarsa, secara online. Dalam agenda Dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan Hadiyanto, dan Jaksa Damang Anubowo, dari Kejari Surabaya, Menyatakan Terdakwa Rocmad Bagus Apriyatna alias Roy bin Royman, telah melakukan tindak pidana,"Dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, (Pembunuhan berencana)," "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP."

Usai pembacaan dakwaan itu, Hakim ketua I Ketut Kimiarsa mengatakan kepada terdakwa menerima dakwaan JPU. "Apa kamu menerima dakwaan Jaksa Penuntut Umum?," ucapnya.Kamis (26/10)."Saya menerima dan langsung pada keterangan saksi yang mulia," ucap terdakwa Rochmad Bagus Apriyana.Usai pembacaan surat dakwaan ini, I Ketut Kimiarsa akan melanjutkan sidang pada Kamis (2/11) dengan agenda keterangan saksi. Diketahui, terdakwa Rocmad Bagus Apriyatna alias Roy bin Royman, mengenal korban Angeline Nathania sejak tahun 2017. Terdakwa berpacaran dengan korban walaupun statusnya telah menikah. 

Korbannya mahasiswi Universitas Surabaya (UBAYA), sedangkan terdakwa mengelola café Ingsun Coffe didepan kos Ruko Star Paka B1 Lt.2 Medok Asri 30, Surabaya. terdakwa mengenal korban yang pernah menjadi guru musik, saat Angeline masih sekolah.Terdakwa mengaku korban Angeline meminjam uangnya 15 juta, untuk keperluan kuliah, tapi tidak pernah di kembalikan, sehingga terdakwa minta jaminan STNK (surat tanda nomor kendaraan) mobil Mitsubishi Xpander warna abu-abu metalik nopol L-1893-FY milik korban, dan timbul niat terdakwa untuk menggadaikan mobil tersebut.

Rabu, 3 Mei 2023, Jam 06.00 wib, korban Angeline mengendarai mobil Xpander menjemput Terdakwa di tempat fotocopy sekitar Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Rungkut, kemudian menuju Kampus UBAYA Jalan Raya Kalirungkut, untuk mengikuti Ujian. Korban Angeline turun dari mobil, sedangkan Terdakwa memarkir mobil X pander milik Angeline di area parkir Apartement Metropolis Raya Tenggilis. Jam 09.30 wib, terdakwa menjemput korban Angeline di halte UBAYA, kembali ke parkiran Apartement Metropolis, Jam 10.00 wib, keduanya turun ke lobby apartement untuk membeli makanan ringan dan memesan Grabcar menuju Cafe Ingsun. Terdakwa dan korban masuk kamar kos, sementara istri dan anak terdakwa di kamar lain sedang mengantar anak sekolah dan berada di rumah orang tua istrinya, di Perumahan Penjaringan Sari Surabaya.

Dalam kamar kos korban berganti pakaian kemudian tidur. Terdakwa yang ada acara di Cito atau Icon membangunkan korban Angeline, namun masih mengantuk. Merasa kesal karena tidak dibangunkan, hingga keduanya bertengkar, terdakwa mengatakan kepada korban “Bahwa saya sudah mengikuti semua keinginanmu, semua yang kamu perintahkan ke aku sudah aku turuti, kamu mau apa lagi.” korban Angeline menjawab “Untung aku gak jadi masuk Islam, nanti kayak kamu…munafik, keluargaku gak pernah larang-larang aku. Anak-anakmu lahir dari rahimnya Lonte, tak permalukan anak- anakmu”. 

Terdakwa marah dan tersinggung perkataan korban, Terdakwa mendorong tubuh korban terjatuh di kasur, terdakwa menindih kedua lengan tangan korban menggunakan lutut, agar tidak melakukan perlawanan. Selanjutnya terdakwa mencekik dan menjerat leher korban dengan tali celana sampai korban lemas, mulut korban ditutupi dengan kaos kaki supaya korban tidak berteriak. Terdakwa mengikatkan tali sepatu milik korban di kedua tangan korban, menutupi wajah korban dengan bantal untuk memastikan korban sudah meninggal dunia. Setelah merasa korban telah meninggal, terdakwa berupaya menjual serta menggadaikan barang-barang milik korban, berupa Handphone dan mobil Xpander. Handphone milik korban dijual harga Rp.3 juta, ke saksi Suparyono.

Terdakwa menyewa mobil rental xenia nopol L-1658-FQ milik saksi Masoi. Terdakwa mengambil koper ukuran besar yang berada di rumah orang tua istri, kemudian terdakwa kembali ke tempat kos, terdakwa memasukkan jenazah korban Angeline kedalam koper. Kamis, 4 Mei 2023, Jam13.00 wib, terdakwa membeli wrapping, khawatir aroma jenazah korban supaya tidak di ketahui orang. terdakwa meletakkan koper berisi mayat korban di bangku tengah mobil rental Daihatsu xenia, sudah ditutup bangku tengahnya. Terdakwa meminta tolong saksi Raka Bayu Pancawandira Nur Hidayatullah adik kandungnya untuk mengantar terdakwa. Dikatakan ke Raka, akan membuang berkas- berkas supaya tidak curiga, saksi Raka Bayu selaku supir berangkat ke arah Cangar.

Sampai di lokasi Jam 03.00 wib, di tikungan Gajah Mungkur terdakwa menyuruh Raka menepikan mobil, untuk menurunkan koper berisi mayat korban Angeline Nathania, digulingkan ke arah jurang. Melanjutkan perjalanan, sampai di jembatan besi kedua terdakwa meminta saksi Raka Bayu berhenti, untuk membuang plastik berisi barang-barang korban yang ada di mobil Xpander (lipstick, pernak- pernik, handbody dan dompet kartu-kartu korban, pakaian korban, tali yang di pakai membunuh korban) ke sungai daerah Mojokerto, Jam 04.15 wib, terdakwa dan saksi Raka Bayu tiba di kos terdakwa. Jam 20.30 wib terdakwa bersama saksi Mardi menuju Pasuruan menemui orang yang bersedia menerima gadai mobil Mitsubishi Xpander milik korban Angeline, terdakwa bertemu dengan saksi Sugianto bersama saksi Mardi disepakati harga gadai Rp.25 juta, baru di bayarkan uang muka Rp 3 juta. Berdasarkan hasil visum jenazah, pada instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr. Soetomo Surabaya, terhadap korban Angeline Nathania, kesimpulan :

- Luka memar pada dahi, dada perut, lengan bawah kanan, lengan atas kiri, dan kedua angota gerak bawah.

- Resapan darah kepala, leher, dada dan perut.

- Resapan darah pada tulang lidah.

-Kelainan tersebut diatas akibat kekerasan tumpul.

- Ujung jari jari dan kuku seluruh anggota gerak tampak kebiruan, yang merupakan tanda mati lemas.

- Pembusukan tingkat lanjut pada seluruh tubuh.

- Sebab kematian pasti tidak dapat ditentukan akibat pembusukan lanjut, kekerasan tumpul pada leher dapat membuat saluran nafas utama tertutup sehingga kurangnya oksigen dalam tubuh menyebabkan kematian. Terdakwa diamankan 6 Juni 2023, Jam 09.00 wib, terdakwa dibawa ke kantor Polrestabes Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper