suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

DIDAKWA BERSALAH EDARKAN SABU DAN PIL KOPLO, TERDAKWA DHAKIR AFANDI DIHUKUM 6,5 TAHUN BUI, DENDA Rp 1 MILIAR

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Dhakir Afandi alias Andi (29), di dampingi Penasehat Hukumnya, Victor Sinaga, sidang agenda putusan hakim, di ruang Tirta 2 PN. Surabaya, secara Vidio Call
Foto : Terdakwa Dhakir Afandi alias Andi (29), di dampingi Penasehat Hukumnya, Victor Sinaga, sidang agenda putusan hakim, di ruang Tirta 2 PN. Surabaya, secara Vidio Call
suara-publik.com leaderboard

 SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara penyalahgunaan Narkotika jenis sabu seberat 20 gram, dan peredaran obat keras warna putih berlogo "LL" sebanyak 2000 butir atau seberat 243,6 gram, di dapat melalui ranjauan di sebuah bengkel sepeda motor Pare Kediri. Dengan terdakwa Dhakir Afandi alias Andik bin Jumhur 29),warga Jalam Bagong Ginayan 6/70, Ngagel, Surabaya, di ruang Tirta 2 PN. Surabaya, secara Vidio Call. Dalam agenda putusan yang dibacakan oleh Ketua majelis hakim Widarti, Mengadili, Menyatakan Terdakwa Dhakir Afandi Ardiansah bin Jumhur terbukti bersalah melakukan tindak pidana, "Secara Tanpa Hak atau Melawan Hukum Menjdai Perantara dalam Jual Beli Narkotika Golongan I Yang Beratnya Lebih dari 5 (lima) gram dan Dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki ijin edar”

"Sebagaimana diatur dan diancam pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dakwaan komulatif kesatu alternatif pertama, dan, Pasal 196 UU RI no 36 tahun 2009 Jo. Pasal 197 UU RI no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo. UU RI no. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU no 2 tahun 2022 tentang Cipta kerja menjadi UU," Dakwaan komulatif kedua alternative kedua Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Dhakir Afandi Ardiansah bin Jumhur, dengan pidana penjara selama 6 tahun dan 6 bulan, serta pidana denda Rp1 Miliar, Subsider 3 bulan Penjara.

Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan, Memerintahkan agar Terdakwa tetap ditahan. Menyatakan barang bukti, 1 poket sabu 8,60 gram beserta bungkusnya, 1 botol berisi obat keras pil logo ‘’LL’’ warna putih sebanyak 1000 butir, 4 bungkus klip plastic berisi obat keras pil logo ‘’LL’’ warna putih masing-masing 100 butir, total 400 butir, 1 timbangan elektrik, 1bungkus klip plastic kosong, 1 HP merk Xiaomi warna biru. Dirampas Untuk Dimusnahkan. Putusan Hakim lebih ringan dari Tuntutan JPU Rakhmad Hari Basuki, dari Kejati Jatim, menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp 1Miliar, Subsider 3 bulan penjara.

Terhadap putusan hakim, Terdakwa Dhakir Afandi Arsiansah yang di dampingi penasehat hukumnya Victor Sinaga, menyatakan menerima putusan, "kami menerima yang mulia," katanya. Diketahui, terdakwa Dhakir Afandi Ardiansah alias Andik bin Jumhur, hari Kamis 11 Mei 2023, jam 13.00 wib, di hubungi oleh Adi (DPO), melalui WhatsApp,”MAS JUPUK EN BARANG E NANG BIASA E NANG PANCET NGGONE SING WINGI ’’, dijawab terdakwa ‘’IYO JAM PIRO’’, Adi menjawab ‘’YO PAS MULEH KERJO’’’, terdakwa menjawab ‘’IYO’’.

Terdakwa bergegas berangkat ke Pare Kediri untuk mengambil barang atas suruhan Adi Sampai lokasi terdakwa langsung mengambil ranjauan di depan bengkel sepeda motor, di bungkus kresek hitam, kemudian terdakwa bawa pulang ke Surabaya.Sampai di rumah terdakwa memfoto bungkusan kresek hitam, lalu mengirim ke Adi, bahwa barang sudah dirumah. Keesokan harinya sekira pukul 06.00 wib, terdakwa membuka bungkusan kresek tersebut untuk mengecek isinya , dan benar berisi shabu.Keesokan harinya jum’at 12 mei 2023, jam 14.00 wib, terdakwa disuruh Adi lewat WhatsApp,"

’TERUS SHABU E RANJAU EN NANG PINGGIR OMAH 6,85 GRAM TERUS NANG SEPANJANG 4,90 GRAM". Selain kresek hitam berisi Sabu 20 gram, terdakwa juga mengambil ranjauan Kresek hitam di depan bengkel sepeda motor berisi 2 botol obat keras pil logo ‘’LL’’ warna putih. masing-masing botol berisi 1000 butir. hingga total 2000 butir. Terdakwa memecah sabu, dengan berat 20 gram, memakai timbangan elektrik, menjadi 3 poket : 6,85, 4,90,8,60 gram, disimpan menunggu perintah Adi untuk meranjau.1 poket sabu berat 6,85 gram, di ranjau dekat rumah terdakwa, dekat tiang listrik. 1 poket sabu berat 4,90 gram, diranjau di Kletek sepanjang Sidoarjo. Kemudian terdakwa kirim whatsapp ke nomor penerima.

Terdakwa membuka bungkusan kresek tersebut untuk mengecek isinya, berisi ; 2 botol berisi obat keras pil dengan logo ‘’LL’’ warna putih. Dan satu bungkus sabu seberat 20 gram sedangkan 2 botol berisi obat keras pil dengan logo ‘’LL’’ masing-masing botol berisi 1000 butir. Sehingga di total keseluruhan 2000 butir. Terdakwa memecah obat keras pil dengan logo ‘’LL’’ warna putih kemudian terdakwa meranjaunya, y,Lokasi pertama meranjau 5 bungkus klip plastic, masing-masing 100 butir, hingga total 500 butir, di daerah dupak Surabaya lokasi kedua meranjau 1 bungkus klip plastic sebanyak 100 butir, di Gunung Anyar Tambak.

Selanjutnya, Jum’at, 12 mei 2023 Jam 23.00 wib, saat terdakwa pulang selesai meranjau, saat berada di Pinggir Jalan Raya Mastrip Kedurus Surabaya, ditangkap petugas kepolisian. Terdakwa menujukkan barang bukti yang simpan dalam rumah kontrakan di jalan Bagong ginayan 6/64, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, di rak piring berupa, 1 poket sabu 8,60 gram, 1 timbangan elektrik, 1 bungkus klip plastic kosong, 1 HP merk Xiaomi warna biru, berupa 1400 butir tablet putih logo ''LL''‘berat total 243,6 gram, tidak termasuk narkotika maupun psikotropika, tetapi masuk daftar obat keras. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper