suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kasus Penganiayaan Siswa di UPT SMPN 9 Gresik yang Terpaksa Berdamai, Aktivis Minta Oknum Guru Diberikan Sanksi Tegas

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

GRESIK, (suara-publik.com) - Dugaan kasus kekerasan pada siswa sekolah yang terjadi di Gresik, baru-baru ini membuat aktivis masyarakat merasa geram. Pihaknya meminta kasus kekerasan anak di usut tuntas dan diberikan sanksi tegas. Sebab, dirinya sudah mendengar dan mendampingi kejadian ini terjadi beberapa kali.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Gresik, kali ini siswa UPT SMPN 9 Gresik menjadi korban pemukulan oleh guru, namun insiden tersebut terpaksa berakhir damai.

Ketua LSM Ilham Nusantara, Charif Anam yang merasa geram karena menurutnya perdamaian ini tidak Fair, sebab setelah kejadian yang diduga adanya pemukulan di UPT SMPN 9 Gresik.

“Orang tua korban sempet meminta tolong ke lembaga kami untuk mengawal kasus yang diduga kekerasan guru terhadap anaknya, kejadian ini harus ada klarifikasi dari pihak sekolah atau yang bertanggung jawab,” Cetus Charif Anam dengan nada kesal.

Saat dilakukan mediasi, kamis (2/11/2023) yang juga dihadiri beberapa awak media dan LSM, semua guru UPT SMPN 9 Gresik mengklarifikasi dan meminta maaf ke pihak korban, namun guru pelaku kekerasan tersebut tidak dihadirkan untuk di klarifikasi.

Charif Anam menyampaikan aspirasinya saat mediasi berlangsung, dengan nada sedikit emosi menyatakan kejadian seperti ini bukan hanya sekali ini saja bahkan tahun kemarin juga ada kejadian pemukulan siswa oleh oknum guru di UPT SMPN 9 Gresik.

“Guru yang seharusnya digugu dan ditiru sangatlah tidak pantas dengan adanya insiden seperti ini, maka dari itu mediasi ini untuk memberi wawasan kepada semua guru di UPT SMPN 9 Gresik dalam mendidik siswa tidak perlu ada kekerasan apalagi sampai ada pemukulan,” ungkap Charif.

“Hal ini disampaikan selain melanggar Undang- Undang perlindungan anak juga merugikan fisik atau mental psikologis siswa,” tambahnya.

“Harus ada efek jera kepada oknum guru di UPT SMPN 9 Gresik supaya kejadian ini tidak sampek terulang lagi,” pungkas Charif.

Sebelumnya di beritakan, orang tua korban mengungkapkan jika sebenarnya tidak bisa menerima anaknya diperlakukan seperti itu, dirinya mengaku dalam kondisi terdesak saat dipaksa untuk menandatangani surat yang belum sempat dibaca olehnya.

“Iya mas sebenarnya aku tidak terima anakku di aniaya seperti itu, tapi yo opo maneh aku ditakut takuti oleh salah satu oknum guru yang katanya nanti anak bapak bisa gak lulus sekolah,” ungkap orang tua korban saat ditemui awak media di sekolah. (Imam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper