suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

TEBAS KORBANNYA PAKAI CELURIT HINGGA TEWAS, TERDAKWA ABDUL ROHMAN DIHUKUM 3 TAHUN BUI

avatar suara-publik.com
Foto : (kiri) Terdakwa Abdul Rohman, Jaksa Arya Samudra menunjukkan BB Celurit dan Iqbal saksi polisi, dalam persidangan di ruang Kartika 1 PN Surabaya, secara Vidio Call
Foto : (kiri) Terdakwa Abdul Rohman, Jaksa Arya Samudra menunjukkan BB Celurit dan Iqbal saksi polisi, dalam persidangan di ruang Kartika 1 PN Surabaya, secara Vidio Call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis celurit, tebasan celurit ke tangan, leher, punggung tersebut berakibat korban kehabisan darah dan meninggal dunia, dengan terdakwa Abdul Rohman bin Nursiman, di ruang Kartika 1 PN Surabaya, secara Vidio Call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, R. Yoes Hartyarso, mengadili, menyatakan terdakwa Abdul Rohman bin Nursiman, melakukan tindak pidana "Melakukan penganiayaan, mengakibatkan korban mati." Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (3) KUHPidana.

Menjatuhkan Pidana kepada terdakwa Abdul Rohman bin Nursiman, dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani oleh terdakwa.

Menyatakan barang bukti, 1 bilah celurit panjang 57 cm dengan gagang kayu warna coklat dilapisi karet warna hitam, 1 buah baju kemeja warna coklat motif daun, 1 buah sarung warna merah, 1 buah sarung celurit warna coklat, 1 stel pakaian yang digunakan korban. Dirampas untuk dimusnahkan.

Putusan hakim lebih ringan dari Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Arya Samudra, dari Kejari Tanjung Perak, menuntut terdakwa dengan pidana penjara 4 tahun dan 6 bulan.Terhadap putusan hakim, terdakwa Abdul Rohman menyatakan menerima, "Saya menerima yang mulia," katanya.

Pada sidang sebelumnya, saksi penangkap Iqbal anggota Polres Tanjung Perak Surabaya, mengatakan, jika pembunuhan tersebut karena motif cek cok mulut antara terdakwa dengan korban, karena sama- sama emosi. "Kami menangkap terdakwa berdasarkan laporan polisi di Polres Tanjung Perak. Setelah kejadian tiga hari kemudian berhasil kita tangkap mobil terdakwa arah ke Surabaya, tepatnya di Bangkalan," terang saksi.

"Kita tangkap tanggal 7 Mei 2023, sekira jam 21.30 wib, di masjid Al Muchtar, di dalam mobil kita temukan celurit dan baju itu, kita menangkap terdakwa dan saudaranya, tapi saudaranya gak ikut dalam peristiwa tersebut, saat intogerasi, terdakwa mengaku perbuatannya.

Diketahui, hari Jumat 05 Mei 2023 ,jam 21.30 wib, terdakwa Abdul Rohman sedang bermain kartu dengan teman temannya, tiba tiba didatangi oleh Safa keponakannya, mengatakan "Paman, Sampean dipanggil Pak TO” Terdakwa jawab “Pak TO siapa Nduk?” dan Safa menunjuk kearah korban Rasmoto.

Terdakwa mendatangi Korban menanyakan maksud dan tujuan, korban Rasmoto menjelaskan tujuannya informasinyaTerdakwa sedang mencari-cari adik Rasmoto. Terdakwa mengajak Korban Rasmoto berbicara didalam rumah, namun menolak, hingga terjadi adu mulut nada tinggi, sehingga datanglah Ismail adik ipar korban, Suryani istri Terdakwa menarik untuk masuk ke dalam rumah.

Selanjutnya jam 23.00 wib datang saudara Terdakwa Nurul (DPO) bersama satu orang lagi, hingga terjadi kegaduhan, di depan rumah Terdakwa jalan Bulak Banteng Timur 5-A No. 17 Surabaya antara Nurul denga korban Rasmoto.Terdakwa Abdul Rohman mengambil clurit panjang 57cm yang digantung di tembok rumah,

Selanjutnya Terdakwa membuka pintu rumah, keluar langsung mengejar Korban Rasmanto, 1 meter dari belakang langsung mengayunkan Celurit arah atas ke bawah sebanyak dua kali, tebasan pertama mengenai pergelangan tangan kiri dan leher bagian kiri, tebasan kedua mengenai punggung Korban Rasmoto, hingga terjatuh.Saat melakukan perlawanan dengan menendang namun kakinya kena celurit yang dipegang terdakwa. Terdakwa melihat korban tersandar di selokan, lalu mengajak Nurul (DPO) pergi dari tempat kejadian.Terdakwa pergi ke Sampang Madura naik bis.

Saksi Rani Yulianti adik kandung korban, saat pulang kerumah setelah menjaga warung, mendapati Korban luka-luka berlumuran darah, dipangkuan ibunya. Saksi Rani membawa Korban Rasmoto ke RS. Soewandi, namun korban telah.meninggal dunia, telah dimakamkan di Bangkalan Madura.

Hasil Visum Et Repertum (Jenazah) RSUD Dr. Soetomo, pemeriksaan luar ditemukan, Kebiruan ujung-ujung jari dan kuku, luka iris pada tungkai atas kiri dan tungkai bawah kanan, luka bacok pada leher, punggung dan lengan bawah kiri, patah tulang terbuka pada lengan bawah kiri. Kelainan akibat kekerasan benda tajam. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper