suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

TERBUKTI BERSALAH, EDARKAN NARKOTIKA JENIS EKSTACY 40 BUTIR, TERDAKWA HERU WIBISONO DAN AHMAD TAUFIK DIHUKUM 5 TAHUN BUI, DENDA Rp800 JUTA

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Heru Wibisono, di dampingi Penasehat Hukumnya Victor Sinaga, JPU Furkon Adi Hermawan dan Ketua Majelis Hakim Mangapul, dengan agenda sidang di ruang Garuda 1 PN. Surabaya, secara Vidio Call
Foto : Terdakwa Heru Wibisono, di dampingi Penasehat Hukumnya Victor Sinaga, JPU Furkon Adi Hermawan dan Ketua Majelis Hakim Mangapul, dengan agenda sidang di ruang Garuda 1 PN. Surabaya, secara Vidio Call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis Ekstacy sebanyak 40 butir warna merah muda, dengan harga total Rp11 juta, perbutir dijual Rp 500 ribu, dengan terdakwa Ahmad Taufik bin Nico Suwahyo bersama terdakwa Heru Wibisono bin Santun, dan terdakwa Edy Wantono (berkas penuntutan terpisah), di ruang Garuda 1 PN. Surabaya secara Vidio Call.

Dalam agenda Putusan yang di bacakan oleh Ketua Majelis Hakim Mangapul, mengadili, menyatakan Terdakwa Ahmad Taufik dan terdakwa Heru Wibisono, terbukti bersalah melakukan tindak pidana “pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram” "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika".

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Ahmad Taufik bin Nico Suwahyo dan Terdakwa Heru Wibisono bin Santun dengan pidana penjara masing-masing selama 5 tahun dikurangkan selama para Terdakwa ditangkap dan ditahan, dengan perintah agar para Terdakwa tetap dalam tahanan, Menjatuhkan pidana denda masing-masing sebesar Rp.800.000.000,- Subsider 1 bulan penjara.

Menyatakan barang bukti, 18 butir pil Ekstacy warna merah muda berat 6,67 gram beserta bungkusnya, 1 klip plastik berisi 10 butir pil warna merah muda pil ekstasi berat 4,01 gram beserta bungkusnya, 1 klip plastik yang berisi 8 butir pil Ekstacy warna merah muda berat 3,33 gram beserta bungkusnya, 1 buah HP Samsung, 1 buah Hand Phone merk Iphone 6S. Dirampas untuk dimusnahkan.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Furkon Adi Hermawan, dari Kejari Surabaya, dengan pidana penjara selama 6 tahun, Denda Rp800 Juta, Subsider 3 bulan. Terhadap putusan hakim, terdakwa yang di dampingi penasehat hukumnya Victor Sinaga menyatakan menerima, "Saya menerima yang mulia," katanya.

Diketahui, awalnya terdakwa Heru Wibisono menghubungi Edy Wantono (berkas perkara terpisah) melalui WhatsApp, menanyakan sedia barang Ekstacy, Edy Wantono mengatakan tersedia warna merah muda, terdakwa Heru Wibisono memesan 20 butir ekstacy, perbutir Rp275 ribu. Kemudian terdakwa membayar cara transfer Rp5,5 juta.

Selanjutnya pada hari Senin 15 Mei 2023, Jam 15.00 wib, terdakwa Heru Wibisono mengambil Ekstacy di tempat yang ditentukan oleh Edy Wantono di Jalan Anjasmoro Surabaya, terdakwa Heru Wibisono menjual ke Hendra (DPO) 2 butir pil ekstacy seharga Rp1 juta, disediakan di Taman Bungkul.

Kemudian pil ekstacy sisa 18 butir dibawa ke rumah terdakwa Ahmad Taufik di Jalan Karang Menur II/ 17 RT 7 RW 8, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya untuk disimpan. Barang yang disimpan/ dititipkan tersebut, terdakwa telah mengatakan kepada Terdakwa Ahmad Taufik adalah ekstacy, dan mendapat upah 100 ribu dari terdakwa Heru Wibisono.

Terdakwa Heru Wibisono kembali membeli ekstasi dari Edy Wantono sebanyak 20 butir, namun baru dibayar Rp2.750.000,-.Ekstacy di ranjau sekitar Toeng Market, Jalan Tidar Surabaya, Terdakwa Heru Wibisono kembali menitipkan di rumah terdakwa Ahmad Taufik, menyerahkan 20 butir pil ekstacy, kemudian di simpan oleh Ahmad Taufik di kamarnya dengan mendapatkan upah 200 ribu. Di hari minggu 2 Juli 2023, terdakwa Heru mengambil 2 butir, sehingga Ekstacy yang disimpan berjumlah 36 butir.

Selanjutnya petugas Polrestabes Surabaya, saksi Oky Ari Saputra dan Agus Supriyanto pada hari Sabtu 22 Juli 2023, Jam 15.00 wib, di Jalan Karang Menur II/17, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, berhasil menangkap terdakwa Ahmad Taufik.

Dari penggeledahan ditemukan barang bukti 18 butir pil warna merah muda, narkotika jenis ekstasi dengan berat 6,67 gram beserta bungkusnya, 1 klip plastik berisi 10 butir pil warna merah muda narkotika jenis ekstasi dengan berat 4,01 gram beserta bungkusnya, 1 klip plastik berisi 8 butir pil warna merah muda narkotika jenis ekstasi berat 3,33 gram, 1 buah HP Samsung, 2 bungkus bekas kopi. 

Setelah itu petugas melakukan intrograsi terhadap terdakwa Ahmad Taufik, bahwa pil ekstacy warna merah muda di peroleh dari terdakwa Heru Wibisono.

Selanjutnya, petugas kepolisian melakukan penangkapan terdakwa Heru Wibisono di tempat tinggalnya, Jalan Banyu Urip Kidul Molin Gg 2B/ 74 RT 08 RW 04 Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya, ditemukan barang bukti 1 buah Hand Phone merk Iphone 6S. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper